Share

Home Stories

Stories 02 Desember 2024

Misteri Camp Century, Jejak Perang Dingin yang Terkubur di Arktik

NASA menemukan pangkalan rahasia era Perang Dingin, Camp Century, terkubur dalam es Greenland dengan teknologi radar canggih.

Area dalam Camp Century di Greenland/Good Nature

Context.id, JAKARTA - Pada awal tahun ini, sebuah pesawat penelitian NASA terbang rendah melintasi Kutub Utara yang sunyi. Pesawat yang dilengkapi radar canggih Uninhabited Aerial Vehicle Synthetic Aperture Radar (UAVSAR) itu tengah memindai lapisan es yang terus berubah akibat pemanasan global.

Namun, saat memindai hasil pemindaian mengejutkan muncul: bangunan dan terowongan yang terkubur di bawah lapisan es tebal Greenland.

"Awalnya kami tidak tahu apa yang kami temukan. Ternyata yang kami temukan adalah Camp Century, sebuah pangkalan militer rahasia dari era Perang Dingin," kata Alex Gardner, ilmuwan kriosfer di Laboratorium Propulsi Jet NASA seperti dikutip Mashable.

Dibangun oleh Angkatan Darat AS pada 1959, Camp Century dirancang sebagai markas bawah tanah di tengah dinginnya Arktik.

Kompleks ini terdiri dari 26 terowongan sepanjang hampir dua mil yang mencakup asrama, rumah sakit, ruang rekreasi, bahkan pangkas rambut. Pangkalan itu bahkan dilengkapi reaktor nuklir untuk menyediakan energi.



Namun, ambisi Camp Century jauh melampaui kebutuhan logistik. Proyek ini merupakan bagian dari rencana rahasia bernama Project Iceworm, yaitu membangun jaringan terowongan sepanjang 52.000 mil persegi (tiga kali ukuran Denmark) untuk menyembunyikan rudal nuklir. 

Menyiapkan 600 peluncur rudal tersembunyi di bawah es, AS berharap menciptakan strategi serangan balasan yang sulit terdeteksi oleh Uni Soviet (saat itu).

Pangkalan ini akhirnya ditinggalkan pada 1967, meninggalkan terowongan dan sisa limbah kimia serta radioaktif yang tertutup lapisan es. Namun, pemanasan global kini menjadi ancaman baru bagi rahasia ini. 

Pasalnya saat Greenland kehilangan sekitar 270 miliar ton es setiap tahunnya, es yang melindungi Camp Century berpotensi mencair lebih cepat daripada perkiraan.

“Pertanyaan utamanya adalah kapan limbah itu akan muncul ke permukaan ratusan tahun, ribuan tahun, atau bahkan lebih cepat. Perubahan iklim menekan pedal gas, mempercepat segalanya," ujar James White, ilmuwan dari Universitas Colorado. 

Penemuan ini tidak hanya mengungkap sejarah yang tersembunyi tetapi juga memicu perdebatan tentang dampak lingkungan yang ditinggalkan Perang Dingin. Seiring dengan mencairnya es, risiko pencemaran dari limbah radioaktif dan kimia semakin besar. 

Apa yang dulunya dirancang sebagai perlindungan terhadap ancaman nuklir kini menjadi ancaman bagi lingkungan. “Camp Century adalah pengingat jejak kita di planet ini baik fisik maupun politik tidak mudah dihapus,” ujar Gardner. 

Sementara itu, ilmuwan terus mempelajari data dari radar NASA untuk memahami bagaimana perubahan iklim memengaruhi lapisan es dan, pada akhirnya, membuka kembali babak lama yang mungkin lebih baik tetap terkubur.



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

Stories 02 Desember 2024

Misteri Camp Century, Jejak Perang Dingin yang Terkubur di Arktik

NASA menemukan pangkalan rahasia era Perang Dingin, Camp Century, terkubur dalam es Greenland dengan teknologi radar canggih.

Area dalam Camp Century di Greenland/Good Nature

Context.id, JAKARTA - Pada awal tahun ini, sebuah pesawat penelitian NASA terbang rendah melintasi Kutub Utara yang sunyi. Pesawat yang dilengkapi radar canggih Uninhabited Aerial Vehicle Synthetic Aperture Radar (UAVSAR) itu tengah memindai lapisan es yang terus berubah akibat pemanasan global.

Namun, saat memindai hasil pemindaian mengejutkan muncul: bangunan dan terowongan yang terkubur di bawah lapisan es tebal Greenland.

"Awalnya kami tidak tahu apa yang kami temukan. Ternyata yang kami temukan adalah Camp Century, sebuah pangkalan militer rahasia dari era Perang Dingin," kata Alex Gardner, ilmuwan kriosfer di Laboratorium Propulsi Jet NASA seperti dikutip Mashable.

Dibangun oleh Angkatan Darat AS pada 1959, Camp Century dirancang sebagai markas bawah tanah di tengah dinginnya Arktik.

Kompleks ini terdiri dari 26 terowongan sepanjang hampir dua mil yang mencakup asrama, rumah sakit, ruang rekreasi, bahkan pangkas rambut. Pangkalan itu bahkan dilengkapi reaktor nuklir untuk menyediakan energi.



Namun, ambisi Camp Century jauh melampaui kebutuhan logistik. Proyek ini merupakan bagian dari rencana rahasia bernama Project Iceworm, yaitu membangun jaringan terowongan sepanjang 52.000 mil persegi (tiga kali ukuran Denmark) untuk menyembunyikan rudal nuklir. 

Menyiapkan 600 peluncur rudal tersembunyi di bawah es, AS berharap menciptakan strategi serangan balasan yang sulit terdeteksi oleh Uni Soviet (saat itu).

Pangkalan ini akhirnya ditinggalkan pada 1967, meninggalkan terowongan dan sisa limbah kimia serta radioaktif yang tertutup lapisan es. Namun, pemanasan global kini menjadi ancaman baru bagi rahasia ini. 

Pasalnya saat Greenland kehilangan sekitar 270 miliar ton es setiap tahunnya, es yang melindungi Camp Century berpotensi mencair lebih cepat daripada perkiraan.

“Pertanyaan utamanya adalah kapan limbah itu akan muncul ke permukaan ratusan tahun, ribuan tahun, atau bahkan lebih cepat. Perubahan iklim menekan pedal gas, mempercepat segalanya," ujar James White, ilmuwan dari Universitas Colorado. 

Penemuan ini tidak hanya mengungkap sejarah yang tersembunyi tetapi juga memicu perdebatan tentang dampak lingkungan yang ditinggalkan Perang Dingin. Seiring dengan mencairnya es, risiko pencemaran dari limbah radioaktif dan kimia semakin besar. 

Apa yang dulunya dirancang sebagai perlindungan terhadap ancaman nuklir kini menjadi ancaman bagi lingkungan. “Camp Century adalah pengingat jejak kita di planet ini baik fisik maupun politik tidak mudah dihapus,” ujar Gardner. 

Sementara itu, ilmuwan terus mempelajari data dari radar NASA untuk memahami bagaimana perubahan iklim memengaruhi lapisan es dan, pada akhirnya, membuka kembali babak lama yang mungkin lebih baik tetap terkubur.



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bukan Cuma Kafe, di Blok M Juga Ada Koperasi Kelurahan Merah Putih

Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Melawai di Blok M Hub, Jakarta Selatan merupakan Koperasi Merah Putih tingkat kelurahan pertama di Indonesia

Renita Sukma . 26 August 2025

TikTok Rilis Fitur Kampus, Mirip Facebook Versi Awal

Survei Pew Research Center pada 2024 menemukan enam dari sepuluh remaja di AS mengaku rutin menggunakan TikTok dan fitur ini bisa menggaet lebih ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 26 August 2025

Bubur Ayam Indonesia Dinobatkan sebagai Bubur Terenak di Dunia!

TasteAtlas menempatkan bubur ayam Indonesia sebagai bubur terenak dunia mengungguli Arroz Caldo dari Filipina serta Chè ba màu, bubur khas Vietn ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 26 August 2025

Menang di WTO, Mendag Dorong Uni Eropa Cabut Bea Imbalan Biodiesel

Pemerintah Indonesia mendesak Uni Eropa agar segera menghapus bea masuk imbalan atas impor produk biodiesel RI setelah terbitnya keputusan WTO

Renita Sukma . 25 August 2025