Share

Home Stories

Stories 08 Agustus 2024

Aksi Korporasi Indocement Berpotensi Timbulkan Monopoli

Pengambilalihan saham PT Semen Grobogan oleh Indocement dinilai berpotensi terjadi praktik monopoli

Foto pabrik Semen Grobogan/ Semen Grobogan

Context.id, JAKARTA – Investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai aksi korporasi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berpotensi terjadinya praktik monopoli.

Hal itu terungkap dalam sidang penilaian menyeluruh terhadap transaksi penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan saham PT Semen Grobogan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang dinotifikasikan ke KPPU.

Sidang perdana perkara itu telah digelar Selasa (6/8/2024) yang dipimpin oleh Ketua Majelis Komisi Gopprera Panggabean, serta didampingi oleh Aru Armando dan Budi Joyo Santoso selaku anggota.

KPPU telah menerima notifikasi pengambilalihan saham tersebut pada 27 Desember 2023, pascatransaksi tersebut efektif pada 30 November 2023.

Transaksi tersebut membuat PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menjadi pemegang 99,997% saham PT Semen Grobogan.



Transaksi tersebut dinilai memenuhi ketentuan batasan wajib notifikasi dan dilakukan antar perusahaan yang tidak terafiliasi, sehingga wajib dinotifikasikan ke KPPU untuk dilakukan penilaian. 

Investigator melakukan penilaian melalui dua tahapan, yakni penilaian awal dan penilaian menyeluruh yang nantinya akan terlihat, apakah ini mengakibatkan terjadinya praktik monopoli atau tidak. 

Dari hasil penilaian itu investigator KPPU menyimpulkan transaksi yang dilakukan berpotensi mengakibatkan terjadinya praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat. 

Alhasil KPPU membentuk Majelis Komisi dan memulai untuk melakukan sidang Majelis Komisi yag akan memanggil kedua pihak.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur mengatakan Majelis Komisi dapat meminta informasi, keterangan, atau dokumen, serta mengeluarkan penetapan.

Penetapan tersebut dapat berupa penetapan persetujuan bersyarat, atau penetapan bahwa transaksi tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya praktik monopoli atau bahkan menetapkan pemeriksaan lanjutan.

“Sidang akan dilanjutkan pada 12 Agustus 2024 dengan agenda tanggapan pelaku usaha atas laporan hasil penilaian menyeluruh dari investigator,” ujarnya.



Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

Stories 08 Agustus 2024

Aksi Korporasi Indocement Berpotensi Timbulkan Monopoli

Pengambilalihan saham PT Semen Grobogan oleh Indocement dinilai berpotensi terjadi praktik monopoli

Foto pabrik Semen Grobogan/ Semen Grobogan

Context.id, JAKARTA – Investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai aksi korporasi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berpotensi terjadinya praktik monopoli.

Hal itu terungkap dalam sidang penilaian menyeluruh terhadap transaksi penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan saham PT Semen Grobogan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang dinotifikasikan ke KPPU.

Sidang perdana perkara itu telah digelar Selasa (6/8/2024) yang dipimpin oleh Ketua Majelis Komisi Gopprera Panggabean, serta didampingi oleh Aru Armando dan Budi Joyo Santoso selaku anggota.

KPPU telah menerima notifikasi pengambilalihan saham tersebut pada 27 Desember 2023, pascatransaksi tersebut efektif pada 30 November 2023.

Transaksi tersebut membuat PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menjadi pemegang 99,997% saham PT Semen Grobogan.



Transaksi tersebut dinilai memenuhi ketentuan batasan wajib notifikasi dan dilakukan antar perusahaan yang tidak terafiliasi, sehingga wajib dinotifikasikan ke KPPU untuk dilakukan penilaian. 

Investigator melakukan penilaian melalui dua tahapan, yakni penilaian awal dan penilaian menyeluruh yang nantinya akan terlihat, apakah ini mengakibatkan terjadinya praktik monopoli atau tidak. 

Dari hasil penilaian itu investigator KPPU menyimpulkan transaksi yang dilakukan berpotensi mengakibatkan terjadinya praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat. 

Alhasil KPPU membentuk Majelis Komisi dan memulai untuk melakukan sidang Majelis Komisi yag akan memanggil kedua pihak.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur mengatakan Majelis Komisi dapat meminta informasi, keterangan, atau dokumen, serta mengeluarkan penetapan.

Penetapan tersebut dapat berupa penetapan persetujuan bersyarat, atau penetapan bahwa transaksi tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya praktik monopoli atau bahkan menetapkan pemeriksaan lanjutan.

“Sidang akan dilanjutkan pada 12 Agustus 2024 dengan agenda tanggapan pelaku usaha atas laporan hasil penilaian menyeluruh dari investigator,” ujarnya.



Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Hitungan Prabowo Soal Uang Kasus CPO Rp13,2 Triliun, Bisa Buat Apa Saja?

Presiden Prabowo Subianto melakukan perhitungan terkait uang kasus korupsi CPO Rp13,2 triliun yang ia sebut bisa digunakan untuk membangun desa ne ...

Renita Sukma . 20 October 2025

Polemik IKN Sebagai Ibu Kota Politik, Ini Kata Kemendagri dan Pengamat

Terminologi ibu kota politik yang melekat kepada IKN dianggap rancu karena bertentangan dengan UU IKN. r n r n

Renita Sukma . 18 October 2025

Dilema Kebijakan Rokok: Penerimaan Negara Vs Kesehatan Indonesia

Menkeu Purbaya ingin menggairahkan kembali industri rokok dengan mengerem cukai, sementara menteri sebelumnya Sri Mulyani gencar menaikkan cukai d ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 15 October 2025

Di Tengah Ketidakpastian Global, Emas Justru Terus Mengkilap

Meskipun secara historis dianggap sebagai aset lindung nilai paling aman, emas kerap ikut tertekan ketika terjadi aksi jual besar-besaran di pasar ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 13 October 2025