Share

Home Stories

Stories 27 Maret 2024

Ahli HAM PBB Serukan Sanksi dan Embargo Senjata Israel

lebih dari 30.000 orang Palestina terbunuh atas tindakan Israel dalam operasi militernya di Gaza

Unjuk rasa antiIsrael di Padang, Sumatra Barat

Context.id, JAKARTA - Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan operasi militer di Gaza merupakan tindakan Genosida.

Melansir Reuters, Rabu (27/3/2024), seorang ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menuntut semua negara di dunia untuk menerapkan sanksi dan embargo senjata kepada Israel.

“Ini adalah tugas serius saya untuk melaporkan yang terburuk dari apa yang mampu dilakukan umat manusia dan untuk mempresentasikan temuan saya,” ucap Ahli HAM PBB Francesca Albanese.

Dia menegaskan jika laporan yang dia buat menyatakan tentang anatomi genosida yang dilakukan oleh sekutu AS itu.

“Saya menemukan bahwa ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa ambang batas yang menunjukkan komisi kejahatan genosida terhadap Palestina sebagai kelompok di Gaza telah terpenuhi,” ujarnya.



Albanese mengutip jika terdapat lebih dari 30.000 orang Palestina terbunuh atas tindakan Israel dalam operasi militernya di Gaza. Tidak hanya itu, dia juga menyerukan kepada negara-negara anggota PBB untuk mematuhi kewajiban mereka, yang dimulai dengan memberlakukan embargo senjata dan sanksi terhadap Israel.

Ahli itu merujuk pada Konvensi Genosida 1948, yang mendefinisikan genosida sebagai sebuah tindakan dengan maksud untuk menghancurkan keseluruhan atau sebagian, kelompok nasional, etnis, ras atau agama.

Kendati demikian, diplomat Israel untuk Jenewa menyikapi laporan tersebut dan menyatakan jika penggunaan kata genosida itu keterlaluan dan menegaskan jika perang yang sedang berlangsung saat ini untuk melawan militan Hamas dan bukan warga sipil Palestina.

“Daripada mencari kebenaran, pelapor khusus ini mencoba untuk menyesuaikan argumen yang lemah dengan inversi realitasnya yang terdistorsi,” ungkap pejabat Israel di Jenewa.

Tidak hanya itu, laporan dan temuan Albanese membuat Qatar, Aljazair dan Mauritania, menyuarakan dukungan temuan sang ahli dan khawatir dengan situasi kemanusiaan yang sedang melanda kantong Palestina tersebut.

Namun, AS serikat tidak hadir dalam laporan ini setelah menuduh Dewan HAM PBB dinyatakan bias dan Anti-semitism. (Candra Soemirat)

 



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

Home Stories

Stories 27 Maret 2024

Ahli HAM PBB Serukan Sanksi dan Embargo Senjata Israel

lebih dari 30.000 orang Palestina terbunuh atas tindakan Israel dalam operasi militernya di Gaza

Unjuk rasa antiIsrael di Padang, Sumatra Barat

Context.id, JAKARTA - Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan operasi militer di Gaza merupakan tindakan Genosida.

Melansir Reuters, Rabu (27/3/2024), seorang ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menuntut semua negara di dunia untuk menerapkan sanksi dan embargo senjata kepada Israel.

“Ini adalah tugas serius saya untuk melaporkan yang terburuk dari apa yang mampu dilakukan umat manusia dan untuk mempresentasikan temuan saya,” ucap Ahli HAM PBB Francesca Albanese.

Dia menegaskan jika laporan yang dia buat menyatakan tentang anatomi genosida yang dilakukan oleh sekutu AS itu.

“Saya menemukan bahwa ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa ambang batas yang menunjukkan komisi kejahatan genosida terhadap Palestina sebagai kelompok di Gaza telah terpenuhi,” ujarnya.



Albanese mengutip jika terdapat lebih dari 30.000 orang Palestina terbunuh atas tindakan Israel dalam operasi militernya di Gaza. Tidak hanya itu, dia juga menyerukan kepada negara-negara anggota PBB untuk mematuhi kewajiban mereka, yang dimulai dengan memberlakukan embargo senjata dan sanksi terhadap Israel.

Ahli itu merujuk pada Konvensi Genosida 1948, yang mendefinisikan genosida sebagai sebuah tindakan dengan maksud untuk menghancurkan keseluruhan atau sebagian, kelompok nasional, etnis, ras atau agama.

Kendati demikian, diplomat Israel untuk Jenewa menyikapi laporan tersebut dan menyatakan jika penggunaan kata genosida itu keterlaluan dan menegaskan jika perang yang sedang berlangsung saat ini untuk melawan militan Hamas dan bukan warga sipil Palestina.

“Daripada mencari kebenaran, pelapor khusus ini mencoba untuk menyesuaikan argumen yang lemah dengan inversi realitasnya yang terdistorsi,” ungkap pejabat Israel di Jenewa.

Tidak hanya itu, laporan dan temuan Albanese membuat Qatar, Aljazair dan Mauritania, menyuarakan dukungan temuan sang ahli dan khawatir dengan situasi kemanusiaan yang sedang melanda kantong Palestina tersebut.

Namun, AS serikat tidak hadir dalam laporan ini setelah menuduh Dewan HAM PBB dinyatakan bias dan Anti-semitism. (Candra Soemirat)

 



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bank Digital Bantu Gen Z Menabung atau Justru Makin Boros?

Bank digital mempermudah transaksi, tapi tanpa disiplin finansial, kemudahan itu bisa jadi jebakan konsumtif.

Renita Sukma . 30 March 2025

Darah Buatan: Berapa Lama Lagi Terwujud?

Di lab canggih dari Inggris hingga Jepang, para ilmuwan berupaya menciptakan yang selama ini hanya ada dalam fiksi ilmiah darah buatan. r n

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia dan Kontroversi di Baliknya

Kurma tumbuh subur di wilayah beriklim panas dengan musim kering yang panjang sehingga banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika Utara

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Push-up Ternyata Bisa Mempengaruhi Hidup Pegiatnya

Push-up lebih dari sekadar memperkuat tubuh, tetapi juga membangun disiplin dan kepercayaan diri

Noviarizal Fernandez . 24 March 2025