Share

Home Stories

Stories 20 November 2024

Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Mematikan E-coli? Hal yang Perlu Diketahui

Di McD AS, wabah E.Coli membuat gempar karena membuat ratusan orang keracunan bahkan merenggut korban jiwa. Lalu apa itu E.coli dan bagaimana penyebarannya?

Bakteri E-coli/ biomerieux.com

Context.id, JAKARTA - Gejala keracunan makanan bukan hanya disebabkan oleh makanan yang sudah basi, tapi juga oleh bakteri Escherichia coli atau yang biasa disebut E. coli. 

Di Amerika Serikat wabah E. coli yang menyebar di hamburger MCD dan wortel organik sehingga membuat ratusan orang keracunan sempat membuat panik. Pasalnya keracunan ini merenggut korban jiwa. 

McD bahkan sampai bersedia mengganti rugi dan wortel yang dijual dipasaran pun ditarik segera. Wabah ini menjadi berita utama dan mendorong pertanyaan tentang cara agar tetap aman dari bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. 

Apakah memasak membunuh E. coli?
Sampai saat ini, memasak makanan dengan benar menjadi salah satu cara untuk mencegah bakteri E.coli. 

Melansir situs Agricultural Research Service U.S. Department O Agriculture (ARS-USDA),  untuk membunuh bakteri itu, bahan makanan perlu dimasak hingga suhu minimal 100 derajat celcius atau sampai benar-benar mendidih. Hal yang sama berlaku untuk membunuh E. coli pada daging .



Untuk memastikan suhu sudah sesuai bisa menggunakan termometer makanan. Selama makanan mencapai suhu ini, Anda dapat merasa yakin bahwa bakteri E. coli telah hilang. 

Selain itu cuci barang atau alat memasak dan juga bahan makanan dengan air mengalir atau sabun makanan. 

Pertanyaannya, bagaimana E. coli masuk ke bahan makanan?
Ada beberapa cara kontaminasi E. coli dapat terjadi. Pada daging, kontaminasi dapat berasal dari bakteri yang ada di usus.

E. coli hidup di usus, jadi itu salah satu cara terjadinya kontaminasi. Tetapi juga orang-orang yang mungkin tidak mencuci tangan dengan benar (atau) alat makanan yang terkontaminasi alias kotor. 

Infeksi dapat terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi atau kontak dengan hewan, lingkungan atau orang lain. 

Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah dengan menjaga tangan tetap bersih, menyiapkan makanan dengan aman, dan minum air bersih, imbuh badan tersebut.

Meskipun mencuci sayuran dapat membantu menghilangkan kotoran, pestisida dan beberapa bakteri di permukaan, hal itu tidak cukup untuk membunuh semua E. coli pada makanan

Apakah pembekuan membunuh E. coli?
Meskipun membekukan makanan dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, namun hal itu tidak membunuh E. coli. 

ARS mencatat membekukan sayuran tidak membunuh bakteri E. coli. Pembekuan hanya dapat menghentikan pertumbuhan bakteri, tetapi setelah makanan dicairkan, E. coli dapat tumbuh dan berkembang biak lagi.

Jadi meskipun Anda mungkin berpikir "tidak mungkin sesuatu dapat bertahan hidup jika dibekukan," itu tidak berlaku untuk E. coli.

Mengapa ada begitu banyak wabah E. coli?
Melansir CBS News, banyak wabah E.Coli tidak bisa dilepaskan dari pasokan makanan olahan yang sangat terindustrialisasi.

Hal ini dikarenakan makanan dan bahan makanan yang tersaji di meja makan diproses di tempat yang berbeda pada waktu yang berbeda, yang masing-masing menciptakan peluang masuknya beberapa kontaminan, baik itu E. coli atau  listeria  atau yang lainnya. 

Selain itu, ada beberapa faktor potensial lainnya seperti meningkatnya resistansi antimikroba, yang membuat bakteri lebih kuat, dan produksi serta distribusi pangan berskala besar, yang memungkinkan wabah menyebar lebih jauh.



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

Stories 20 November 2024

Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Mematikan E-coli? Hal yang Perlu Diketahui

Di McD AS, wabah E.Coli membuat gempar karena membuat ratusan orang keracunan bahkan merenggut korban jiwa. Lalu apa itu E.coli dan bagaimana penyebarannya?

Bakteri E-coli/ biomerieux.com

Context.id, JAKARTA - Gejala keracunan makanan bukan hanya disebabkan oleh makanan yang sudah basi, tapi juga oleh bakteri Escherichia coli atau yang biasa disebut E. coli. 

Di Amerika Serikat wabah E. coli yang menyebar di hamburger MCD dan wortel organik sehingga membuat ratusan orang keracunan sempat membuat panik. Pasalnya keracunan ini merenggut korban jiwa. 

McD bahkan sampai bersedia mengganti rugi dan wortel yang dijual dipasaran pun ditarik segera. Wabah ini menjadi berita utama dan mendorong pertanyaan tentang cara agar tetap aman dari bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. 

Apakah memasak membunuh E. coli?
Sampai saat ini, memasak makanan dengan benar menjadi salah satu cara untuk mencegah bakteri E.coli. 

Melansir situs Agricultural Research Service U.S. Department O Agriculture (ARS-USDA),  untuk membunuh bakteri itu, bahan makanan perlu dimasak hingga suhu minimal 100 derajat celcius atau sampai benar-benar mendidih. Hal yang sama berlaku untuk membunuh E. coli pada daging .



Untuk memastikan suhu sudah sesuai bisa menggunakan termometer makanan. Selama makanan mencapai suhu ini, Anda dapat merasa yakin bahwa bakteri E. coli telah hilang. 

Selain itu cuci barang atau alat memasak dan juga bahan makanan dengan air mengalir atau sabun makanan. 

Pertanyaannya, bagaimana E. coli masuk ke bahan makanan?
Ada beberapa cara kontaminasi E. coli dapat terjadi. Pada daging, kontaminasi dapat berasal dari bakteri yang ada di usus.

E. coli hidup di usus, jadi itu salah satu cara terjadinya kontaminasi. Tetapi juga orang-orang yang mungkin tidak mencuci tangan dengan benar (atau) alat makanan yang terkontaminasi alias kotor. 

Infeksi dapat terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi atau kontak dengan hewan, lingkungan atau orang lain. 

Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah dengan menjaga tangan tetap bersih, menyiapkan makanan dengan aman, dan minum air bersih, imbuh badan tersebut.

Meskipun mencuci sayuran dapat membantu menghilangkan kotoran, pestisida dan beberapa bakteri di permukaan, hal itu tidak cukup untuk membunuh semua E. coli pada makanan

Apakah pembekuan membunuh E. coli?
Meskipun membekukan makanan dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, namun hal itu tidak membunuh E. coli. 

ARS mencatat membekukan sayuran tidak membunuh bakteri E. coli. Pembekuan hanya dapat menghentikan pertumbuhan bakteri, tetapi setelah makanan dicairkan, E. coli dapat tumbuh dan berkembang biak lagi.

Jadi meskipun Anda mungkin berpikir "tidak mungkin sesuatu dapat bertahan hidup jika dibekukan," itu tidak berlaku untuk E. coli.

Mengapa ada begitu banyak wabah E. coli?
Melansir CBS News, banyak wabah E.Coli tidak bisa dilepaskan dari pasokan makanan olahan yang sangat terindustrialisasi.

Hal ini dikarenakan makanan dan bahan makanan yang tersaji di meja makan diproses di tempat yang berbeda pada waktu yang berbeda, yang masing-masing menciptakan peluang masuknya beberapa kontaminan, baik itu E. coli atau  listeria  atau yang lainnya. 

Selain itu, ada beberapa faktor potensial lainnya seperti meningkatnya resistansi antimikroba, yang membuat bakteri lebih kuat, dan produksi serta distribusi pangan berskala besar, yang memungkinkan wabah menyebar lebih jauh.



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bukan Cuma Kafe, di Blok M Juga Ada Koperasi Kelurahan Merah Putih

Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Melawai di Blok M Hub, Jakarta Selatan merupakan Koperasi Merah Putih tingkat kelurahan pertama di Indonesia

Renita Sukma . 26 August 2025

TikTok Rilis Fitur Kampus, Mirip Facebook Versi Awal

Survei Pew Research Center pada 2024 menemukan enam dari sepuluh remaja di AS mengaku rutin menggunakan TikTok dan fitur ini bisa menggaet lebih ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 26 August 2025

Bubur Ayam Indonesia Dinobatkan sebagai Bubur Terenak di Dunia!

TasteAtlas menempatkan bubur ayam Indonesia sebagai bubur terenak dunia mengungguli Arroz Caldo dari Filipina serta Chè ba màu, bubur khas Vietn ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 26 August 2025

Menang di WTO, Mendag Dorong Uni Eropa Cabut Bea Imbalan Biodiesel

Pemerintah Indonesia mendesak Uni Eropa agar segera menghapus bea masuk imbalan atas impor produk biodiesel RI setelah terbitnya keputusan WTO

Renita Sukma . 25 August 2025