Share

Home Stories

Stories 21 Oktober 2024

Minum Air Alkali, Tren Kesehatan yang Dipertanyakan

Air alkali populer, tetapi banyak ahli gizi skeptis dan merekomendasikan lemon sebagai alternatif.

air alkali/eating well

Context.id, JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, air alkali telah menjadi sorotan utama dalam dunia kesehatan.

Banyak yang mengklaim bahwa air ini, dengan pH yang lebih tinggi daripada air biasa, dapat membantu menetralkan asam dalam tubuh, meningkatkan energi, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. 

Namun, di balik popularitas yang terus meningkat ini, para ahli gizi dan peneliti memperingatkan agar kita tidak terjebak dalam janji-janji yang belum terbukti.

Seorang ahli gizi Christine Byrne, pemilik Ruby Oak Nutrition di Raleigh, North Carolina seperti dikutip dari Newsweek mengatakan sebaiknya kita tetap minum air putih.

Menurutnya tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk mengatur pH. "Mengonsumsi air alkali mungkin tidak memberikan manfaat signifikan seperti yang diiklankan. Tubuh kita sudah sangat baik dalam menjaga keseimbangan asam-basa," ujarnya. 



Dirinya berpendapat hidrasi tetap merupakan kunci kesehatan, dan itu bisa didapatkan dari air biasa tanpa harus mengutamakan air alkali. 

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition, meskipun beberapa studi menunjukkan air alkali dapat meningkatkan hidrasi setelah aktivitas fisik, efek tersebut tidak jauh berbeda dari air biasa. 

Penelitian ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan tidak mengandalkan produk tertentu untuk meningkatkan kesehatan.

Sebagai alternatif, banyak ahli gizi merekomendasikan cara alami untuk meningkatkan kesehatan tubuh, salah satunya dengan menambahkan irisan lemon ke dalam air. 

Namun sebenarnya Lemon tidak hanya memberikan rasa yang segar tetapi juga kaya akan vitamin C dan antioksidan. Ini adalah cara yang lebih alami dan terjangkau untuk mendapatkan manfaat tambahan. 

Tentunya pilihan ini lebih efektif daripada berinvestasi dalam air alkali yang mahal.

Meskipun air alkali tetap menjadi pilihan bagi banyak konsumen yang mencari solusi cepat untuk masalah kesehatan, penting untuk melakukan riset dan memahami kebutuhan tubuh kita secara keseluruhan. 

Konsumsi air yang cukup adalah bagian penting dari gaya hidup sehat, tetapi kita harus tetap skeptis terhadap klaim yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Kendati tren ini menggoda, mengingat banyak produk di pasaran memiliki tujuan komersial yang lebih besar, penting bagi kita untuk bersikap kritis. 

Pada akhirnya, kesehatan yang baik tidak hanya bergantung pada satu jenis air atau produk tertentu, tetapi pada pola makan seimbang, olahraga teratur, dan kebiasaan hidup sehat secara keseluruhan. 

Melalui pemahaman yang tepat, kita bisa membuat keputusan yang lebih bijaksana dan tidak terjebak dalam tren yang mungkin tidak memberikan manfaat yang dijanjikan.



Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Wahyu Arifin

Home Stories

Stories 21 Oktober 2024

Minum Air Alkali, Tren Kesehatan yang Dipertanyakan

Air alkali populer, tetapi banyak ahli gizi skeptis dan merekomendasikan lemon sebagai alternatif.

air alkali/eating well

Context.id, JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, air alkali telah menjadi sorotan utama dalam dunia kesehatan.

Banyak yang mengklaim bahwa air ini, dengan pH yang lebih tinggi daripada air biasa, dapat membantu menetralkan asam dalam tubuh, meningkatkan energi, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. 

Namun, di balik popularitas yang terus meningkat ini, para ahli gizi dan peneliti memperingatkan agar kita tidak terjebak dalam janji-janji yang belum terbukti.

Seorang ahli gizi Christine Byrne, pemilik Ruby Oak Nutrition di Raleigh, North Carolina seperti dikutip dari Newsweek mengatakan sebaiknya kita tetap minum air putih.

Menurutnya tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk mengatur pH. "Mengonsumsi air alkali mungkin tidak memberikan manfaat signifikan seperti yang diiklankan. Tubuh kita sudah sangat baik dalam menjaga keseimbangan asam-basa," ujarnya. 



Dirinya berpendapat hidrasi tetap merupakan kunci kesehatan, dan itu bisa didapatkan dari air biasa tanpa harus mengutamakan air alkali. 

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition, meskipun beberapa studi menunjukkan air alkali dapat meningkatkan hidrasi setelah aktivitas fisik, efek tersebut tidak jauh berbeda dari air biasa. 

Penelitian ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan tidak mengandalkan produk tertentu untuk meningkatkan kesehatan.

Sebagai alternatif, banyak ahli gizi merekomendasikan cara alami untuk meningkatkan kesehatan tubuh, salah satunya dengan menambahkan irisan lemon ke dalam air. 

Namun sebenarnya Lemon tidak hanya memberikan rasa yang segar tetapi juga kaya akan vitamin C dan antioksidan. Ini adalah cara yang lebih alami dan terjangkau untuk mendapatkan manfaat tambahan. 

Tentunya pilihan ini lebih efektif daripada berinvestasi dalam air alkali yang mahal.

Meskipun air alkali tetap menjadi pilihan bagi banyak konsumen yang mencari solusi cepat untuk masalah kesehatan, penting untuk melakukan riset dan memahami kebutuhan tubuh kita secara keseluruhan. 

Konsumsi air yang cukup adalah bagian penting dari gaya hidup sehat, tetapi kita harus tetap skeptis terhadap klaim yang tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Kendati tren ini menggoda, mengingat banyak produk di pasaran memiliki tujuan komersial yang lebih besar, penting bagi kita untuk bersikap kritis. 

Pada akhirnya, kesehatan yang baik tidak hanya bergantung pada satu jenis air atau produk tertentu, tetapi pada pola makan seimbang, olahraga teratur, dan kebiasaan hidup sehat secara keseluruhan. 

Melalui pemahaman yang tepat, kita bisa membuat keputusan yang lebih bijaksana dan tidak terjebak dalam tren yang mungkin tidak memberikan manfaat yang dijanjikan.



Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bank Digital Bantu Gen Z Menabung atau Justru Makin Boros?

Bank digital mempermudah transaksi, tapi tanpa disiplin finansial, kemudahan itu bisa jadi jebakan konsumtif.

Renita Sukma . 30 March 2025

Darah Buatan: Berapa Lama Lagi Terwujud?

Di lab canggih dari Inggris hingga Jepang, para ilmuwan berupaya menciptakan yang selama ini hanya ada dalam fiksi ilmiah darah buatan. r n

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia dan Kontroversi di Baliknya

Kurma tumbuh subur di wilayah beriklim panas dengan musim kering yang panjang sehingga banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika Utara

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Push-up Ternyata Bisa Mempengaruhi Hidup Pegiatnya

Push-up lebih dari sekadar memperkuat tubuh, tetapi juga membangun disiplin dan kepercayaan diri

Noviarizal Fernandez . 24 March 2025