Share

Home Stories

Stories 29 Januari 2024

Friendster Bangkit Lagi, Warganet Bernostalgia

Website jejaring media sosial ini diambil dari dari 2 kata yaitu Friend yang berarti teman dan Napster atau saat itu dikenal dengan istilah fenomena.

Context.id, JAKARTA - Warganet akan kembali bernostalgia dengan jejaring sosial Friendster yang kembali berkiprah di jagat maya.

Sebagaimana diketahui, Friendster, situs jejaring sosial dan gim sosial, kembali hadir setelah sekian tahun vakum.

Situs yang sempat populer pada tahun 2000-an atau sebelum kedatangan Facebook, memberikan tampilan baru di laman resminya https://friendster.com/. 

Jonathan Abram, programmer kelahiran Kanada, memperkenalkan Friendster pada Maret 2002. Jonathan dan beberapa temannya menjalankan situs ini secara sembunyi-sembunyi awalnya.

Hingga dalam beberapa minggu, ratusan pengguna terhubung dengan Friendster.



Website jejaring media sosial ini diambil dari dari 2 kata yaitu Friend yang berarti teman dan Napster atau saat itu dikenal dengan istilah fenomena.

Sebagai situs jejaring sosial di era itu, Friendster sudah mendukung fitur berbagai foto hingga video kepada sesama pengguna. 

Selain untuk berkomunikasi dengan teman lama dan mendapatkan teman baru, Friendster juga biasa dimanfaatkan untuk mencari tahu tentang hal-hal baru seputar acara terbaru, profil band musik, hingga hal-hal informatif sesuai dengan hobi. 

Salah satu nikmatnya bermain Friendster kala itu adalah seluruh penggunanya yang mayoritas akun asli. Tidak dikenal istilah bot atau robot, ataupun akun anonim yang memiliki tujuan dan motif tertentu.  Friendster juga menjadi salah satu media sosial paling terkenal di Asia Tenggara. 

Namun, Friendster mengalami penurunan kualitas setelah memiliki lebih dari 10 juta pengguna. Friendster sering mengalami bug atau gangguan. 

Di sisi lain, para penantang Friendster bermunculan dan makin agresif seperti Facebook. Media sosial milik Mark Zuckerberg itu terus menghadirkan fitur-fitur baru.

Hal ini sempat disadari oleh Jonathan dan mengusulkan agar Friendster melakukan hal yang sama.  Namun, Friendster tidak melakukan perbaikan-perbaikan karena banyaknya masalah yang terjadi di situs tersebut. 

Friendster kalah bersaing dan akihirnya diakuisisi oleh Facebook. Namun pada 2009, Mol Global, perusahaan asal Malaysia, mengakuisisi Friendster dengan nominal sebesar US$40 juta.

Mol Global mengubahnya menjadi social gaming. Pada 2015 Friendster tutup total.

Warganet di jejaring X pun bernostalgia mengenang Friendster. Tengok saja seorang pengguna dengan nama akun @vitawuw. Dia mengatakan: aku termasuk yg main macem2 sosmed termasuk friendster, myspace, path, LC, mirc, ym. menurutku friendster seru krn bisa otak atik profil..semoga nanti ga jauh beda sih fiturnya dan mungkin ada penyesuaian juga sesuai sama jamannya.

Sementara akun @ambreuliu juga punya kisah menarik seputar Friendster: Gue ketemu mantan aja lewat FS dulu wakakakak. Mana tuh profike fs norak banget. Ada backsound2 lagu, glitter, dll. Pasti yg ngerasain jaman ini udah pada tuwir sekarang.

Tentu saja kata Friendster terasa asing bagi para Gen-Z yang tidak sempat menyicipi jejaring sosial tersebut. Salah satunya pemilik akun @ciixyzlaa: friendster tuh apa ya? maaf ak baru denger 



Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

Stories 29 Januari 2024

Friendster Bangkit Lagi, Warganet Bernostalgia

Website jejaring media sosial ini diambil dari dari 2 kata yaitu Friend yang berarti teman dan Napster atau saat itu dikenal dengan istilah fenomena.

Context.id, JAKARTA - Warganet akan kembali bernostalgia dengan jejaring sosial Friendster yang kembali berkiprah di jagat maya.

Sebagaimana diketahui, Friendster, situs jejaring sosial dan gim sosial, kembali hadir setelah sekian tahun vakum.

Situs yang sempat populer pada tahun 2000-an atau sebelum kedatangan Facebook, memberikan tampilan baru di laman resminya https://friendster.com/. 

Jonathan Abram, programmer kelahiran Kanada, memperkenalkan Friendster pada Maret 2002. Jonathan dan beberapa temannya menjalankan situs ini secara sembunyi-sembunyi awalnya.

Hingga dalam beberapa minggu, ratusan pengguna terhubung dengan Friendster.



Website jejaring media sosial ini diambil dari dari 2 kata yaitu Friend yang berarti teman dan Napster atau saat itu dikenal dengan istilah fenomena.

Sebagai situs jejaring sosial di era itu, Friendster sudah mendukung fitur berbagai foto hingga video kepada sesama pengguna. 

Selain untuk berkomunikasi dengan teman lama dan mendapatkan teman baru, Friendster juga biasa dimanfaatkan untuk mencari tahu tentang hal-hal baru seputar acara terbaru, profil band musik, hingga hal-hal informatif sesuai dengan hobi. 

Salah satu nikmatnya bermain Friendster kala itu adalah seluruh penggunanya yang mayoritas akun asli. Tidak dikenal istilah bot atau robot, ataupun akun anonim yang memiliki tujuan dan motif tertentu.  Friendster juga menjadi salah satu media sosial paling terkenal di Asia Tenggara. 

Namun, Friendster mengalami penurunan kualitas setelah memiliki lebih dari 10 juta pengguna. Friendster sering mengalami bug atau gangguan. 

Di sisi lain, para penantang Friendster bermunculan dan makin agresif seperti Facebook. Media sosial milik Mark Zuckerberg itu terus menghadirkan fitur-fitur baru.

Hal ini sempat disadari oleh Jonathan dan mengusulkan agar Friendster melakukan hal yang sama.  Namun, Friendster tidak melakukan perbaikan-perbaikan karena banyaknya masalah yang terjadi di situs tersebut. 

Friendster kalah bersaing dan akihirnya diakuisisi oleh Facebook. Namun pada 2009, Mol Global, perusahaan asal Malaysia, mengakuisisi Friendster dengan nominal sebesar US$40 juta.

Mol Global mengubahnya menjadi social gaming. Pada 2015 Friendster tutup total.

Warganet di jejaring X pun bernostalgia mengenang Friendster. Tengok saja seorang pengguna dengan nama akun @vitawuw. Dia mengatakan: aku termasuk yg main macem2 sosmed termasuk friendster, myspace, path, LC, mirc, ym. menurutku friendster seru krn bisa otak atik profil..semoga nanti ga jauh beda sih fiturnya dan mungkin ada penyesuaian juga sesuai sama jamannya.

Sementara akun @ambreuliu juga punya kisah menarik seputar Friendster: Gue ketemu mantan aja lewat FS dulu wakakakak. Mana tuh profike fs norak banget. Ada backsound2 lagu, glitter, dll. Pasti yg ngerasain jaman ini udah pada tuwir sekarang.

Tentu saja kata Friendster terasa asing bagi para Gen-Z yang tidak sempat menyicipi jejaring sosial tersebut. Salah satunya pemilik akun @ciixyzlaa: friendster tuh apa ya? maaf ak baru denger 



Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Hitungan Prabowo Soal Uang Kasus CPO Rp13,2 Triliun, Bisa Buat Apa Saja?

Presiden Prabowo Subianto melakukan perhitungan terkait uang kasus korupsi CPO Rp13,2 triliun yang ia sebut bisa digunakan untuk membangun desa ne ...

Renita Sukma . 20 October 2025

Polemik IKN Sebagai Ibu Kota Politik, Ini Kata Kemendagri dan Pengamat

Terminologi ibu kota politik yang melekat kepada IKN dianggap rancu karena bertentangan dengan UU IKN. r n r n

Renita Sukma . 18 October 2025

Dilema Kebijakan Rokok: Penerimaan Negara Vs Kesehatan Indonesia

Menkeu Purbaya ingin menggairahkan kembali industri rokok dengan mengerem cukai, sementara menteri sebelumnya Sri Mulyani gencar menaikkan cukai d ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 15 October 2025

Di Tengah Ketidakpastian Global, Emas Justru Terus Mengkilap

Meskipun secara historis dianggap sebagai aset lindung nilai paling aman, emas kerap ikut tertekan ketika terjadi aksi jual besar-besaran di pasar ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 13 October 2025