Stories - 15 January 2024

Banyak Situs Pengawal Pemilu 2024

Keterlibatan masyarakat dalam Pemilu 2024 jangan hanya sebatas ikut memilih atau mencoblos saja. Tapi juga ikut mengawasi seandainya ada penyalahgunaan kekuasaan.

Context.id, JAKARTA - Keterlibatan masyarakat dalam Pemilu atau Pilpres 2024 jangan hanya sebatas ikut memilih atau mencoblos saja. Tapi juga ikut mengawasi seandainya ada penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan politik, agar pemilu berjalan jujur dan adil.

Dalam konteks itu, di era kemajuan teknologi informasi ini, tak sedikit masyarakat yang secara aktif memantau pemilu dengan membuat aplikasi atau situs. Seperti misalnya situs https://jagapemilu.com/ yang diluncurkan aktivis masyarakat sipil.  

Situs ini dibangun untuk tempat pelaporan warga terkait pelanggaran yang mungkin terjadi selama pemilu, atau pun tangkapan visual form C-Hasil, yaitu hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pakar hukum tata negara sekaligus pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Bivitri Susanti mengapresiasi situs ini.

Menurutnya Pemilu 2024 perlu diwaspadai. Dia menyebut ada indikasi upaya terselubung pemimpin negara petahana mempertahankan jabatan.



Selain itu, kata Bivitri, pemerintahan yang berjalan sekarang telah memupuk kekuasaan yang sangat besar sehingga memunculkan potensi kecurangan dalam pemilu.

Hal itu terlihat sejak sebelum kampanye digelar sudah terdapat upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Konstitusi, dan DPR. Oleh karena itu, menurut Bivitri, masyarakat perlu turun tangan mengawasi jalannya Pemilu 2024.

Selain Jagapemilu, berikut ini beberapa situs yang bisa dipantau untuk membantu mengenal lebih jauh seputar Pemilu 2024 atau digunakan jika melihat ada kecurangan:

Gardu.net dan Gardu Pemilu
Jaringan Gusdurian melalui Gardu Pemilu secara resmi meluncurkan platform Gardu.net untuk memonitor pelanggaran pemilu di seluruh Indonesia. Gardu.net bertujuan mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi pemilu 2024 agar berlangsung jujur, adil, damai dan bermartabat.

Koordinator Umum Gardu Nasional 2024, Jay Akhmad, menjelaskan bahwa platform ini berfokus pada integritas penyelenggara pemilu dan netralitas ASN, TNI, dan Polri, penanggulangan hoaks dan disinformasi, melawan merendahkan martabat, serta mencegah kekerasan/konflik identitas.

Gardu.net menjadi wahana bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran pemilu, dengan data yang akan disinkronkan dengan lembaga-lembaga terkait seperti Bawaslu dan KPU.

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan ini melalui website Gardu.net sementara pelaporan dugaan pelanggaran dapat dilakukan kepada kontributor Gardu Pemilu yang tersebar di berbagai daerah.

Pendiri Gusdurian, Alissa Wwahid menyatakan bahwa Gardu Pemilu dan Gardu.net berfokus pada memberikan pendidikan masyarakat, terutama kepada anak muda, mengenai demokrasi, bahaya KKN, dan supremasi hukum dan sipil dalam demokrasi, serta potensi pelanggaran pemilu.

"Penting juga untuk menyajikan informasi ini dengan cara yang mudah dicerna, seperti melalui meme yang bisa disebar melalui berbagai platform, termasuk WhatsApp grup, dan konten di media sosial atau TikTok," kata Alissa seperti dilansir dari NU Online.

Kecuranganpemilu.com
Segala potensi kecurangan dalam pemilu perlu menjadi perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, melihat hal tersebut gabungan Koalisi Masyarakat Sipil, membuat situs yang dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk melakukan pelaporan bilamana terjadi kecurangan dalam Pemilu 2024 ini.

Kecurangan bisa dilaporkan lewat www.kecuranganpemilu.com.

"Kecuranganpemilu.com menjadi sebuah wadah bersama bagi masyarakat untuk mengawal penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2024 agar dapat berjalan secara demokratis. Kesadaran bahwa penyelenggaraan pesta demokrasi tidak terlepas dari kecurangan yang dilakukan oleh banyak pihak, maka menjadi kewajiban bersama untuk mengumpulkan dan menunjukkan kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif kepada seluruh rakyat Indonesia," seperti tertulis dalam situsnnya.

Situs ini diketahui dikelola secara kolektif oleh Yayasan Dewi Keadilan Indonesia, Firma Hukum Themis Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Indonesia Corruption Watch (ICW), Drone Emprit, dan Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Voting Advice Application (VAA)
Yayasan non-partisan PP 17, organisasi yang menaungi Kawula17 mengenalkan aplikasi Voting Advice Application (VAA). Aplikasi ini bertujuan menjadi sarana untuk mendorong pengambilan keputusan dalam menentukan pilihan politik di Pemilu 2024.

Co-founder Kawula 17, Dian Irawati mengatakan VAA dibuat untuk memudahkan pemilih dalam memahami program politik setiap calon legislatif dan partai politik yang maju di laga Pemilu 2024.

"Aplikasi ini bertujuan untuk memberdayakan publik dalam membuat keputusan yang terinformasi dalam proses demokratis. VAA bukan barang baru di banyak negara demokratis. Indonesia memulai tahapan ini dengan pendekatan inovatif yang diprakarsai oleh Kawula17.id," kata Dian Irawati dalam keterangan tertulisnya.

Dian mengungkapkan bahwa gagasan mengenai VAA dibentuk karena kebingungan masyarakat dalam menentukan pilihan kepada politisi yang ingin dipilih. Menurutnya, aplikasi ini memiliki fasilitas yang komprehensif karena mencakup informasi politik, sosial hingga ekonomi.

Dia berharap teknologi VAA yang memberikan informasi politik dapat tersebar lebih luas, dan dapat bekerjasama dengan lembaga edukasi politik lainnya seperti Bijak Memilih.

Bijak Memilih
Sekelompok anak muda menginisiasi platform Bijak Memilih untuk membantu pemilih muda yang jumlahnya lebih dari 50 persen dari jumlah pemilih Pemilu 2024 untuk mempersiapkan diri.

Bijak Memilih hadir untuk menyediakan ruang informasi independen yang mempertemukan calon pemilih untuk mempelajari dan saling bertukar pikiran tentang isu-isu kunci serta sikap partai terhadap isu-isu tersebut.

Isu strategis yang diangkat seperti krisis iklim dan kerusakan lingkungan, korupsi dan hak sipil, ekonomi dan lapangan pekerjaan, kesetaraan dan inklusi sosial, hingga pendidikan dan kesehatan.

Bijak Memilih menyasar kalangan muda urban atau kalangan menengah yang memiliki akses internet sehingga data dan fakta pemilu itu harus dikemas dengan cara seakurat dan semenarik mungkin.

Ini jadi tantangan dalam mengampanyekan gerakan Bijak Memilih. Apalagi, kalangan anak muda juga kerap dicap dan punya pola pikir yang masa bodoh pada proses politik.

Terdapat tiga fase peluncuran Bijak Memilih. Fase pertama berisi informasi isu-isu strategis yang dapat dipelajari pemilih muda. Mereka bisa mengetahui partai mana yang mendukung atau menentang isu tertentu.

Fase kedua, pemilih dapat mengenal lebih jauh profil partai politik peserta pemilu, termasuk ideologi, rekam jejak, dan keberpihakan mereka. Fase ketiga, akan berfokus pada profil para calon presiden dan calon wakil presiden. Informasi ini bisa diakses pada laman https://www.bijakmemilih.id/.

Dalam membangun fitur seperti rekam jejak partai politik, Bijak Memilih berupaya memastikan kredibilitas informasi serta melakukan beberapa pendekatan dan metodologi khusus yang melibatkan lembaga terpercaya seperti KPK, ICW dll.


Pilihantanpabeban.id
Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) membuat pemetaan politik yang kemudian direproduksi menjadi situs edukasi politik untuk memberikan informasi peta politik industri rokok dan politisi saat ini.

Website atau situs daring tersebut dinamakan www.pilihantanpabeban.id yang dibuat dengan banyak riset mendalam serta konfirmasi politisi bertahap.

Adapun situs ini memasukkan beberapa informasi penting seperti, siapa saja yang terlibat dalam pembahasan RUU Pertembakauan, siapa yang menolak kenaikan cukai rokok, siapa yang tidak memiliki keberpihakan pada kesehatan, dan siapa yang justru peduli pada isu pengendalian konsumsi rokok.

Situs ini menyediakan beberapa menu untuk mengetahui fakta pengendalian konsumsi rokok berupa jurnal dan bahan bacaan lain.

Selain itu juga masyarakat dapat melihat secara jelas siapa tokoh publik yang merupakan anggota legislatif incumbent atau pejabat pemerintah yang punya potensi konflik kepentingan dengan industri rokok.

 


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Suara Golkar Terbesar di Koalisi Prabowo, Jatah Menterinya Banyak?

Kinerja perolehan suara mentereng dalam Pemilu Legislatif atau Pileg 2024 dinilai menjadi tolok ukur

Noviarizal Fernandez | 24-04-2024

Laga Panas Para Jawara di AFC Cup U-23

Tiga mantan pemenang Piala Asia AFC U23 lainnya juga turut lolos ke babak penentu itu

Noviarizal Fernandez | 24-04-2024

Tren Positif Berlanjut, Industri Mobil Listrik Makin Menjanjikan

Pada 2023 lalu, penjualan mobil listrik memecahkan rekor penjualan mencapai 14 juta unit secara global atau setara dengan 18% dari seluruh penjual ...

Context.id | 24-04-2024

Profi Tiga Hakim Dissenting Opinion Putusan MK Soal Pilpres 2024

Tiga hakim ajukan pendapat berbeda dengan lima hakim lainnya terkait putusan MK yang menolak permohonan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud

Context.id | 23-04-2024