Stories - 08 January 2024

Dokumen Kejahatan Seksual Ahli Keuangan di AS Libatkan Pesohor Dunia

Pada 8 Juli 2019, jaksa di AS mendakwa ahli keuangan Jeffrey Epstein dengan satu tuduhan perdagangan seks di bawah umur dan diduga melibatkan banyak pesohor dunia.


Sketsa di ruang pengadilan bergambar Jeffrey Epstein yang tengah mengikuti persidangan di pengadilan federa; di New York, AS, 15 Juli 2019/ Reuters

Context.id, JAKARTA - Pengadilan di New York, Amerika Serikat kembali membuka dokumen terkait kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh ahli keuangan dan pengelola aset kekayaan, Jeffrey Epstein.

Ada sebanyak 130 dokumen terkait kasus kejahatan seksual Epstein yang melibatkan kaum elit dan para pesohor dunia. Berbagai dokumen itu membongkar perilaku kejahatan seksual terhadap anak perempuan dan hubungan di kalangan pesohor dunia dalam jejaring pergaulan Epstein.

Dokumen pengadilan mengidentifikasi adanya sekitar 150 nama yang disebut sebagai rekan Epstein. Dokumen itu diajukan sebagai bagian dari gugatan pencemaran nama baik Virginia Giuffre, korban aniaya Epstein, tahun 2015 silam terhadap Ghislaine Maxwell mantan pacar Epstein. Bulan lalu atau Desember 2023, dokumen lain setebal 50 halaman memuat 180 orang dengan nama samaran.

Terdapat perintah untuk mempublikasikan identitas daftar orang tersebut dalam waktu 14 hari sejak perintah dikeluarkan. Dikutip dari Aljazeera.com, pencantuman nama dalam daftar itu tak menunjukkan adanya tuduhan terhadap individu yang disebut. Namun demikian, beberapa nama kesohor diketahui tercantum dalam daftar dokumen tersebut.

Pada Juli 2019 lalu, Epstein ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks dan konspirasi untuk terlibat dalam perdagangan seks. Namun, saat masih menjalani hukumannya di penjara, Epstein meninggal dan kematiannya secara resmi dinyatakan bunuh diri oleh pemeriksa medis Kota New York.



Epstein, diketahui memiliki lingkaran sosial yang terkenal. Ia dikenal memiliki kedekatan dengan mantan Presiden AS Bill Clinton dan Donald Trump serta Pangeran Andrew dari Inggris.

Pada Juli 2020, mantan pacarnya dan rekan lamanya Ghislaine Maxwell ditangkap dengan tuduhan terkait operasi perdagangan seks yang dilakukan bersama Epstein. Dia dinyatakan bersalah atas 5 dari 6 dakwaan, dan pada Juni 2022, dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Berawal Sebagai Guru
Epstein memulai karirnya di New York City sebagai guru matematika di Sekolah Dalton. Akan tetapi, pada 1970-an, Jeffrey Epstein baru memulai kariernya di sektor perbankan dan keuangan. Selepas di Dalton School, Epstein kemudian bekerja di Bear Stearns.

Di bank investasi itu, Epstein menjalani berbagai peran. Pada 1982, Jeffrey Epstein menjajal tantangan baru di sektor perbankan dan keuangan. Ia mendirikan perusahaannya sendiri di sektor tersebut dengan nama J. Epstein and Co dan mampu mengelola aset klien senilai lebih dari 1 miliar dolar Amerika.

Melansir Vox, ia secara khusus memasarkan jasanya kepada "mereka yang memiliki aset bernilai lebih dari $ 1 miliar," dan mengoperasikan perusahaannya dari Kepulauan Virgin AS karena alasan untuk menghindari pajak.

Ia juga tercatat membeli rumah besar di Florida, peternakan di New Mexico, dan rumah pribadinya dikatakan juga salah satu yang paling besar di New York

Pada 2008, Epstein mengaku bersalah atas tuduhan kejahatan ajakan pelacuran yang melibatkan anak di bawah umur, dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara; dia melayani 13, dan diberikan pembebasan kerja, yang memungkinkannya untuk pergi ke kantor di luar penjara enam hari seminggu. Dia juga terdaftar sebagai pelanggar seks.

Jeffrey Epstein kembali terjerat kasus perdagangan seks sejak 6 Juli 2019. Epstein ditangkap di Bandara Teterboro, New Jersey, Amerika Serikat, setelah tiba dari Prancis.

Dikutip dari Townandcountrydocumentarymag.com, dakwaan atas Epstein menyebut bahwa: "Selama bertahun-tahun, Jeffrey Epstein, terdakwa, melakukan eksploitasi seksual dan pelecehan terhadap puluhan gadis di bawah umur di rumahnya di Manhattan, New York, dan Palm Beach, Florida, di antara lokasi lainnya.

Epstein juga dituduh membayar korban tertentu untuk merekrut gadis-gadis lain yang akan mengalami penganiayaan serupa. Inilah yang membuat jumlah korban Epstein meningkat. Sasaran pelecehan seksual Epstein adalah gadis-gadis berusia 14 tahun. Setelah penangkapan Jeffrey Epstein, penggeledahan segera dilakukan terhadap rumahnya di New York City.

Menurut New York Times, penggeledahaan tersebut menghasilkan temuan foto-foto gadis telanjang yang tergolong di bawah umur. Epstein ditahan di Pusat Permasyarakatan Metropolitan New York. Namun, Epstein selalu mengaku tidak bersalah.

Lingkaran Pesohor
Epstein yang mengelola bisnis investasi pada akhirnya memiliki pergaulan yang baik dengan para elit dan pesohor. Trump, pengusaha properti yang pada akhirnya menjadi Presiden AS juga dikenal dekat dengan Epstein.

"Saya sudah kenal Jeff selama 15 tahun. Pria hebat, ”kata Trump kepada Majalah New Yorker pada tahun 2002. “Dia sangat menyenangkan bersama. Bahkan dikatakan bahwa dia menyukai wanita cantik seperti saya, dan banyak dari mereka berada di sisi yang lebih muda."

Mantan presiden Bill Clinton juga sempat mengeluarkan pernyataan publik, mengakui bahwa ia telah naik pesawat pribadi Epstein, tetapi ia tidak mengetahui aktivitas kriminal Epstein.

"Presiden Clinton tidak tahu apa-apa tentang kejahatan mengerikan yang dikecam Jeffrey Epstein di Florida beberapa tahun yang lalu, atau kejahatan yang baru-baru ini dituduhkan kepadanya di New York," bunyi pernyataan dari juru bicara Clinton.

Pada tahun 2002 dan 2003, Presiden Clinton melakukan total empat perjalanan dengan pesawat Jeffrey Epstein: satu ke Eropa, satu ke Asia, dan dua ke Afrika, yang termasuk berhenti sehubungan dengan pekerjaan Yayasan Clinton.

Epstein juga kenal dengan putra Ratu Elizabeth, Pangeran Andrew. Mereka bertemu pada tahun 1999, namun belum diketahui sejauh mana tingkat kedekatan hubungan mereka agak tidak jelas.  Pada akhir 2010, Epstein terlihat berjalan bersama dengan Pangeran Andrew di Central Park, AS. Pada saat itu, Epstein sudah menjadi pelanggar seks yang dihukum.

Dalam bulan-bulan setelah kematian Epstein, Pangeran Andrew berbicara menentangnya dan kejahatannya dalam pernyataan dari Istana Buckingham.

“Duke of York telah terkejut dengan laporan terbaru tentang dugaan kejahatan Jeffrey Epstein. Yang Mulia menyesalkan eksploitasi manusia mana pun."

Selain itu, dalam salah satu wawancara dengan media, Pangeran Andrew mengakui bahwa "salah" mengunjungi Epstein di New York City pada 2010.

Tetapi selama wawancara itu, Duke of York mengatakan dia tidak menyesali persahabatannya dengan Epstein, dan dia tidak secara eksplisit menyatakan simpati kepada para mantan korban temannya.


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Sederet Menteri Jokowi yang Gemar Olahraga

Di tengah kesibukannya, menteri-menteri kabinet Jokowi nyatanya banyak gemar berolahraga juga

Ririn oktaviani | 23-02-2024

Pendiri WikiLeaks Julian Assange akan Diekstradisi?

Pemerintah AS dan juga warga dunia menunggu langkah selanjutnya Pemerintah Inggris, apakah akan mengekstradisi Julian Assange atau tidak.

Context.id | 23-02-2024

Tuntut Perbaikan Upah, Dokter di Korsel Mogok Kerja

Unjuk rasa ini menjadi salah satu aksi mogok kerja terbesar dalam sejarah Korea Selatan. Negeri Gingseng ini sering diwarnai unjuk rasa gerakan ...

Context.id | 23-02-2024

Pemerintah Adakan Program Doktor Terapan di Perguruan Tinggi Vokasi

Program doktor terapan membuat pendidikan vokasi mempunyai jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari diploma, sarjana, magister hingga doktor.

Context.id | 22-02-2024