Stories - 01 September 2023

RUU BUMN Ditargetkan Selesai September

Revisi Undang-Undang (UU) BUMN diharapkan bisa memberikan kewenangan bagi Kementerian BUMN untuk mendorong perbaikan dan penguatan kinerja pelat merah


Gedung Kementerian BUMN

Context.id, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengharapkan agar Revisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (RUU BUMN) dapat segera diwujudkan. 

Menurutnya, RUU BUMN akan menjadi langkah besar dalam menghadapi berbagai kompleksitas yang ada dalam tubuh BUMN dengan lebih terkoordinasi.

“BUMN ini melayani banyak kementerian dan inilah kenapa salah satu programnya, mudah-mudahan. Saya tidak tahu apakah September ini bisa goal yaitu mengenai RUU," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Kamis (31/8).

BACA JUGABUMN Karya Doyan Utang, Subkontraktor Daerah Menjerit

Erick berpendapat bahwa BUMN memiliki keterkaitan dengan banyak kementerian dan diharapkan penugasan harus disinkronisasikan sejak awal antara menteri yang menugaskan, baik itu Menkeu (Menteri Keuangan), Menteri BUMN dan diawasi Komisi VI.

Dalam RUU tersebut, Erick juga menyatakan aturan penyertaan modal negara (PMN) yang acap kali menjadi polemik sebagai sebuah hal yang buruk. Padahal realitanya, ada dividen atau setoran BUMN kepada negara yang jumlahnya jauh lebih besar.

Erick mengatakan jumlah utang BUMN yang mencapai Rp1.600 triliun masih lebih rendah daripada modal BUMN yang mencapai Rp3.100 triliun.  

"Seakan-akan hanya disuntik terus tapi dividennya tidak dicatat. Bicara dunia usaha itu biasanya 70 persen utang, modalnya 30 persen. Kalau ini sudah jelas. Modalnya 65 persen, utang hanya 35 persen," ujar Erick. 

Erick juga meminta agar RUU tersebut bisa memberikan kewenangan bagi Kementerian BUMN untuk memutuskan penutupan perusahaan atau merger ke Kementerian BUMN. 

Kedua, meminta 2 persen dividen untuk Kementerian BUMN. Ketiga, meminta dividen BUMN dikumpulkan di Kementerian BUMN sehingga mempercepat proses pemberian PMN kepada BUMN-BUMN yang membutuhkan


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024