Stories - 10 May 2023

Berapa Biaya yang Sudah Digelontorkan untuk Vaksinasi?

Masalahnya, sasaran yang diharapkan ternyata masih jauh dari target. Realisasi vaksinasi dosis keempat baru mencapai 1,74 persen.


Ilustrasi vaksinasi ke empat. -Bloomberg-

Context.id, JAKARTA - Masih ingat 2 Maret 2020? Dimana kita dikagetkan dengan kasus Covid-19 pertama di wilayah Depok, Indonesia. 

Saat itu seluruh lapisan masyarakat heboh dan panik. Pemerintah gencar melakukan sosialisasi serta pembaharuan kebijakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Namun kini, Indonesia sudah bebas menghirup udara segar. Tentunya dengan sisa-sisa ingatan untuk tetap memperhatikan kesehatan guna mengurangi dampak buruk SARS-CoV-2. Selain itu, masyarakat juga dapat lebih tenang dengan diadakannya vaksinasi secara berkala mulai dari tahap pertama hingga dosis keempat (booster kedua). 

Dikutip dari website DPR-RI, Ketua DPR RI, Puan Maharani turut mendukung program pemberian dosis keempat vaksin Covid-19. 

“Pemberian booster kedua bagi tenaga kesehatan perlu dilakukan mengingat tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling berisiko tertular karena berada di garda terdepan penanggulangan Covid-19,” tutur Puan dalam keterangan persnya kepada Parlementaria, Jumat (29/7/2022).

Pemerintah juga tengah menjalankan pemberian dosis keempat bagi masyarakat umum untuk kembali menguatkan kekebalan tubuh, sekaligus upaya mengurangi penyebaran varian baru. 

Pasalnya, kemunculan Omicron varian BA.5 baru-baru ini, memungkinkan reinfeksi terhadap warga khususnya kelompok rentan seperti lansia. 

 

Total Anggaran Vaksinasi Covid-19 Sejak 2020-2023

Sejak diluncurkannya program vaksinasi massal, Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran kesehatan yang terfokus untuk penanganan pandemi Covid-19.

Mulai dari dana sebesar Rp52,4 triliun pada 2020, Rp188 triliun pada 2021, dan Rp82,4 triliun pada 2022. Belum lagi biaya kesehatan pendukung untuk penanganan Covid-19 sehingga mencapai Rp1.895,5 triliun selama tiga masa krisis tersebut. 

Namun, saat ini anggaran belanja untuk penanganan Covid-19 menurun tajam. Dikutip dari Bisnis, pemerintah tidak lagi mengalokasikan anggaran belanja untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pasalnya, mempertimbangkan data dan situasi epidemiologi kasus Covid-19 serta  munculnya varian baru, pemerintah justru menggencarkan percepatan vaksinasi Covid-19 pada 2023. 

Dalam surat edaran Kementerian Kesehatan RI, disampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 dapat diberikan bagi masyarakat umum. Pembiayaan yang akan disisihkan untuk mendanai program yang sedang berjalan tersebut masih terus dikalkulasikan.

Masalahnya, sasaran yang diharapkan ternyata masih jauh dari target. Realisasi vaksinasi dosis keempat baru mencapai 1,74 persen.

Padahal, booster kedua terhadap masyarakat umum telah diputuskan akan diberikan secara gratis. Diutamakan bagi mereka yang sudah lebih dari enam bulan setelah melakukan vaksinasi booster pertama.

Adapun isu terkait vaksinasi berbayar, masih terus dalam pengkajian dan pemantauan Kemenkes. Kalaupun kebijakan ini diterapkan, vaksin berbayar akan menjadi opsi masyarakat saja atau bersifat tidak wajib. 


Penulis : Nisrina Khairunnisa

Editor   : Crysania Suhartanto

MORE  STORIES

Banyak Konsumsi Garam Bikin Umur Pendek?

Universitas Tulane menemukan mereka yang sering menambahkan garam ke makanan mereka memiliki tingkat 28% lebih tinggi mengenai risiko kematian dini

Context.id | 14-06-2024

Rasio Dokter Lokal Minim, Kemenkes Buka Keran Dokter Asing

Kementerian Kesehatan RI telah berencana menggunakan tenaga medis asing untuk mengisi minimnya tenaga kesehatan lokal

Context.id | 14-06-2024

Militer Israel Masuk Daftar Hitam PBB, Apa Konsekuensinya?

Daftar hitam hanya suatu bentuk hukuman mempermalukan pihak-pihak yang berkonflik dengan catatan memiliki pelanggaran berat terhadap anak-anak.

Context.id | 13-06-2024

Haji Furoda, Bagaimana Awal Kemunculannya dan Berapa Biayanya?

Keuntungan memilih kategori haji furoda ini, calon jemaah tidak perlu mengantri lama dan bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji

Context.id | 13-06-2024