Stories - 06 March 2023

Azura Luna, Tinder Swindler Versi Indonesia

Azura Luna Mangunhardjono, seorang sosialita kelahiran Jakarta yang tinggal di Hong Kong, pernah menipu sejumlah orang kaya di dunia.


Azura Luna Mangunhardjono, seorang sosialita kelahiran Jakarta yang tinggal di Hong Kong, pernah menipu sejumlah orang kaya di dunia. - Istimewa -

Context.id, JAKARTA - Azura Luna Mangunhardjono, seorang sosialita kelahiran Jakarta yang tinggal di Hong Kong, pernah menipu sejumlah orang kaya di dunia, termasuk anak dari Presiden Amerika, Joe Biden.

Kisah penipuan dari perempuan kelahiran 1974 ini dimulai pada tahun 2003, saat ia masih berstatus istri dari seorang pengusaha di Intercontinental Hotels Group, Brad Kirk. Saat itu, Kirk dan Azura baru saja pindah dari Bali, ke kota yang menjadi ladangnya bermain api, Hong Kong. Lalu, sekitar tujuh tahun setelahnya, mereka pun memutuskan untuk berpisah.

Azura atau yang juga disapa Luna atau Alexandra pun sudah terlanjur terpikat oleh kehidupan kelas atas di Hong Kong. Oleh karena itu, ia pun sering bergaul dengan orang kaya dan terkenal, serta sering menceritakan kisah-kisahnya tentang pendidikan yang ia tempuh, latar belakang keluarganya, serta kekayaannya.

Ia pernah menyatakan bahwa ia masuk ke dalam satu dari 10 orang terkaya di Indonesia. Lalu, ia juga sempat memberitahukan mantan pacarnya bahwa ibunya adalah seorang pengacara jet-setting yang pernah dibayar untuk membantu Bill Clinton agar dapat terpilih. Azura juga menyatakan bahwa ia akan mewarisi US$30 juta dari ayahnya yang sudah meninggal, serta sebuah kapal pesiar atau perkebunan. 

Pada 2010, ia berkolaborasi dengan seorang gemologist, Mathias Hug meluncurkan bisnis perhiasan bernama Pavitra di Hong Kong. Hal itu kemudian yang membuat dirinya semakin terkenal di kalangan papan atas Hong Kong. 

Tak heran jika banyak triliuner Hong Kong ataupun negara lain yang jatuh terpikat dengannya. Banyak dari mereka yang rela membelanjakan barang-barang mahal untuk Azura atau bahkan memberikan uang untuk pengobatan ayahnya (pada kala itu). 

Namun, yang mereka tidak tahu, ternyata semuanya palsu. Termasuk ceritanya, kisah pendidikannya, latar belakangnya, hingga kekayaannya.

Hal ini pertama kali terendus pada 2018, ketika ia salah seorang teman Azura yang bernama Sophie mengklaim telah membeli tas Hermes dengan harga US$86.000 (Rp1,3 miliar) dari koleksi pribadi Azura. Masalahnya, ketika ingin dijual, kedua toko menyatakan bahwa tas itu palsu. 

Oleh karena itu, Sophie pun menelepon polisi dan melaporkan bahwa Azura menjual barang palsu. Azura pun sempat ditangkap, tetapi langsung dibebaskan di hari yang sama, setelah dibantu oleh dua orang pengacara dari firma hukum asal Washington DC.

Namun, ternyata hal yang dirasakan Sophie hanya puncak dari gunung es. Pada akhir 2018, mantan pacar Azura, Robert dan mantan sahabat Azura, Diane yang juga sempat dirugikan karena penipuan oleh Azura mencari tahu tentang Azura di internet. 

Namun, alangkah terkejutnya mereka ketika mereka baru mengetahui bahwa Azura ternyata sudah menipu orang yang jauh lebih banyak daripada yang mereka kira, termasuk anak dari Joe Biden, yang kini menjadi presiden Amerika. 

Kemudian, satu per satu tindak jahat Azura pun terkuak. Ternyata Azura bukanlah nama aslinya dan ia juga tidak dilahirkan di Jakarta, melainkan bernama Enjang Widhi Palupi yang lahir di Kediri, Jawa Timur pada 27 Oktober 1978. Selain itu, ketika ditelusuri lebih lanjut, ternyata pengakuannya mengenai pendidikannya juga merupakan hal bohong. 

“Kami tidak memiliki seseorang bernama Azura Mangunhardjono yang terdaftar di database kami,” ujar penulis senior fisika di Brown University, Kevin Stacey, dikutip dari SCMP.

Sejak itulah, pengikut Azura di Instagram perlahan menurun. Sejumlah media internasional pun menyebutnya sebagai “fake princess” karena pengakuan akan kekayaan, pendidikan, serta latar belakangnya selama ini. 

Kemudian, ternyata apartemen miliknya di Hong Kong yang sering dipamerkan kepada teman-temannya juga merupakan hasil sewa dan belum dibayar. Teman-teman Azura juga sering meminjamkannya uang untuk membeli minuman anggur, yang ternyata belum kunjung dibayarkan. 

“Fungsi pesona yang megah dan perilaku yang berlebihan tapi meyakinkan seringkali didorong di atas segalanya, oleh keinginan yang kuat untuk dikagumi dan dihargai oleh orang lain,” ujar hipnoterapis klinis, psikoterapis, dan konselor, Georgina Delamain.

Alhasil, Azura pun ditangkap pada November 2018 di rumah pacarnya, Jason di Hong Kong. 

MORE  STORIES

Apartheid Gender Versi Taliban, Masuk Kategori Kejahatan Kemanusiaan?

Taliban melarang para gadis remaja bersekolah, para pegawai perempuan dilarang untuk bekerja dan para wanita dipaksa menikah dengan pria tua

Context.id | 21-06-2024

Mobil Listrik Ferrari Dilego Rp8,8 Miliar

Model EV kedua besutan Ferrari akan segera menyusul untuk diluncurkan

Noviarizal Fernandez | 21-06-2024

Dijadikan Guyonan Imbas Izin Tambang, Ini Sejarah Terbentuknya Lambang NU

Logo NU merupakan hasil buah tangan dari K.H. Ridwan Abdullah ulama yang juga memiliki kemampuan dalam bidang seni, terutama menggambar dan melukis

Context.id | 21-06-2024

Pengaruh Keju Bagi Kesehatan Mental

Responden yang memiliki kesehatan mental dan ketahanan terhadap stres kuat diduga banyak mengonsumsi keju

Context.id | 20-06-2024