Stories - 10 November 2022

Inilah Maskapai Penerbangan Terbaik 2022, Siapa Saja?

Skytrax telah memberikan penghargaan kepada 10 maskapai terbaik yang sanggup bertahan di tengah permasalahan global pada 2022. Siapa saja?


Ilustrasi pesawat dari maskapai Emirates. -Emirates-

Context, JAKARTA - Tahun 2022 telah menjadi tahun yang tidak menentu bagi maskapai penerbangan di seluruh dunia. Baru saja ingin bangkit dari pandemi, maskapai penerbangan kembali harus dihadapi oleh ketidakstabilan geopolitik di Eropa Timur. Meskipun begitu, Skytrax telah memberikan penghargaan kepada 10 maskapai terbaik yang sanggup bertahan di tengah permasalahan global pada 2022.

Dilansir timeout.com, Skytrax adalah sebuah situs ulasan yang selalu memberikan penghargaan tahunan kepada Maskapai dari seluruh dunia. Pada tahun ini, situs tersebut melakukan survei yang melibatkan lebih dari 14 juta pengguna maskapai penerbangan, dan berikut adalah hasil survei tentang maskapai terbaik dunia pada 2022.


1. Qatar Airways

Qatar Airways adalah maskapai penerbangan yang berbasis di Doha, Qatar. Maskapai ini bisa dibilang telah menjadi langganan dalam memenangi penghargaan. Rata-rata pesawat yang dimiliki maskapai ini berusia sekitar 5 tahun, sehingga dapat dibilang modern.

Kemudian, yang menjadi keunggulan lainnya dari maskapai ini adalah produk-produk onboard-nya yang memberikan kenyamanan, hiburan dalam bentuk audio dan video, serta makanan-makanannya yang lezat.

Dilansir Skytrax, Qatar Airways memiliki lebih dari 200 armada pesawat, dan melayani lebih dari 150 rute di seluruh dunia, termasuk di Australia, Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Afrika.


2. Singapore Airlines

Di peringkat kedua ada Singapore Airlines, sebuah maskapai penerbangan berbasis di Singapura. Sama seperti Qatar Airways, salah satu keunggulan dari maskapai ini adalah makanannya. Di Singapore Airlines, semua kelas akan disajikan menu gourmet yang dibuat oleh panel koki internasional yang terkenal. 

Selain itu, para penumpang maskapai ini juga akan diberikan hiburan berupa film, musik, hingga permainan. Kini, Singapore Airlines telah mengoperasikan lebih dari 180 armada pesawat, serta memiliki jalur penerbangan ke lebih dari 110 rute tujuan.


3. Emirates

Kemudian, posisi ketiga diisi oleh maskapai penrbangan asal Uni Emirat Arab, Emirates. Maskapai ini adalah maskapai yang modern, serta memiliki tenaga kerja yang berasal dari berbagai macam etnis dan budaya. 

Saat ini Emirates telah memiliki sekitar 262 pesawat, dan melayani 152 rute. Pada 2020, maskapai ini sempat menjadi maskapai penerbangan internasional terbesar dengan membawa 15,8 juta penumpang di saat pandemi sedang menyerang industri penerbangan. 


4. All Nippon Airways (ANA)

Maskapai penerbangan asal Jepang yang didirikan pada 1952 ini adalah salah satu maskapai yang paling signifikan di Asia. Dalam sistem rute penerbangannya, ANA memiliki model hub ganda yang memungkinkan penumpang untuk melakukan perjalanan yang terhubung dari dua bandara di Tokyo (Narita dan Haneda), ke berbagai tujuan di Jepang. Bahkan, di hari yang sama, penumpang juga bisa melakukan koneksi perjalanan ke berbagai tujuan di Amerika Utara dan Asia.

Saat ini, ANA telah memiliki 82 rute penerbangan internasional dan 118 rute penerbangan domestik. Sejak 1999, ANA juga telah menjadi anggota dari Star Alliance.


5. Qantas Airways

Di peringkat ke lima, ada maskapai penerbangan asal Australia, Qantas Airways. Maskapai ini juga menjadi salah satu merek terbesar di negeri kangguru tersebut. Qantas telah memiliki reputasi yang baik dalam unsur keselamatan penumpang, operasional, layanan penumpang, serta teknik dan pemeliharaan pesawat.

Dilansir routesonline.com, saat ini Qantas Airways telah melayani 85 rute penerbangan di 36 negara yang terdapat pada wilayah Amerika, Eropa, Afrika Selatan, dan Asia-Pasifik. Untuk rute domestik, maskapai ini juga memiliki rute sebanyak 55 tujuan.

Setelah lima maskapai penerbangan tersebut, secara berurutan di peringkat 6 hingga 10 adalah Japan Airlines, Turkish Airlines, Air France, korean Air, dan Swiss International Air Lines (SWISS).


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024