Stories - 26 October 2022

Adidas Stop Kerjasama dengan Kanye West, Ada Apa?

Adidas menghentikan kerjasamanya dengan penyanyi rap Kanye West akibat ujaran negatif antisemitisme.


Adidas menghentikan kerjasamanya dengan penyanyi rap Kanye West akibat ujaran negatif antisemitisme. - Istimewa -

Context.id, JAKARTA - Adidas akhirnya menghentikan kerjasamanya dengan penyanyi rap Kanye West akibat ujaran negatif mengenai orang Yahudi (antisemitisme) yang dilontarkannya. 

“Adidas tidak menolerasi antisemitisme dan segala bentuk ujaran kebencian lainnya. Komentar dan tindakan Ye baru-baru ini tidak dapat diterima, penuh kebencian, dan berbahaya, dan itu melanggar nilai-nilai perusahaan tentang keragaman, iklusi, saling menghormati, dan keadilan,” ujar pernyataan resmi dari Adidas dikutip dari Times.

Lebih lanjut, pengerjaan film dokumenter yang merupakan kerjasama antara Kanye dengan studio MRC juga dihentikan akibat skandal ini. “Kami tidak dapat mendukung konten apapun yang memperkuat platformnya,” ujar eksekutif MRC Entertainment. 

Sebelumnya, penyanyi rap yang sering disebut “Ye” mengunggah ujaran negatif di Twitter serta menyatakan dalam wawancara bahwa orang-orang Yahudi memiliki kekuatan yang tidak terukur di media.

Hal inipun sontak mengundang amarah masyarakat. Diketahui, sejumlah masyarakat Amerika berdemonstrasi di jalanan Los Angeles sembari menyindir Ye. Selain itu, mereka juga memegang sebuah spanduk bertuliskan “Kanye benar tentang orang-orang Yahudi” sambil memberikan penghormatan gaya Nazi. 

Lebih lanjut, akibat ujarannya, Ye juga tidak dapat mengakses akun Twitter dan Instagramnya. Namun hal itupun tidak mematahkan nyali Ye, karena ia justru dikabarkan akan membeli aplikasi media sosial sayap kanan. 

Diketahui, West sebenarnya telah menunjukkan perilaku yang tidak menentu dan pernyataan agresif selama beberapa tahun, terutama setelah ia bercerai dengan mantan istrinya, Kim Kardashian. Selain itu, ia juga sempat menyatakan bahwa ia sedang berjuang dengan masalah kesehatan mental.

Namun perlu diketahui pula bahwa ujaran negatif yang dilontarkan Ye dan mengakibatkan kontroversi sudah terjadi berulang kali. Sebelumnya juga sudah ada pidato yang ofensif di Paris Fashion Week, tersebarnya cuplikan wawancara yang kontroversial, pernyataan palsu mengenai penyebab kematian George Floyd, serta masih banyak lainnya.

 

 

Konflik dengan Adidas Sudah Memanas sejak Awal Bulan

Dikutip dari Times, sebenarnya konflik antara Adidas dengan Kanye sudah memanas sejak awal bulan. Pasalnya, pada 10 Oktober 2022, Kanye pernah memposting film dokumenter 30 menit ke Youtube yang berjudul “Last Week”. Di sana, ia menunjukkan para eksekutif sebuah pornografi yang membuat para karyawan merasa tidak nyaman. Pasalnya, ia menganggap bahwa desain Yeezy kolaborasinya telah dicuri oleh Adidas.

Menanggapi hal tersebut, Liga Anti-Pencemaran Nama Baik memberikan surat terbuka kepada Adidas pada 20 Oktober kemarin dan mendesak perusahaan untuk memutuskan hubungan dengan Ye. 

“Kami mendesak Adidas untuk mempertimbangkan kembali dalam mendukung produk Ye dan mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa perusahaan dan komunitas Adidas tidak memiliki toleransi apapun terhadap antisemitisme (hal yang diutarakan Ye),” ujar surat tersebut. 

Dikutip dari Forbes, dengan pemutusan kerjasama ini, Ye tidak lagi seorang miliarder. Pasalnya, nilai kesepakatannya dengan Adidas mencapai US$1,5 miliar atau setara dengan Rp23,3 triliun.


Penulis : Crysania Suhartanto

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Suara Golkar Terbesar di Koalisi Prabowo, Jatah Menterinya Banyak?

Kinerja perolehan suara mentereng dalam Pemilu Legislatif atau Pileg 2024 dinilai menjadi tolok ukur

Noviarizal Fernandez | 24-04-2024

Laga Panas Para Jawara di AFC Cup U-23

Tiga mantan pemenang Piala Asia AFC U23 lainnya juga turut lolos ke babak penentu itu

Noviarizal Fernandez | 24-04-2024

Tren Positif Berlanjut, Industri Mobil Listrik Makin Menjanjikan

Pada 2023 lalu, penjualan mobil listrik memecahkan rekor penjualan mencapai 14 juta unit secara global atau setara dengan 18% dari seluruh penjual ...

Context.id | 24-04-2024

Profi Tiga Hakim Dissenting Opinion Putusan MK Soal Pilpres 2024

Tiga hakim ajukan pendapat berbeda dengan lima hakim lainnya terkait putusan MK yang menolak permohonan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud

Context.id | 23-04-2024