Stories - 23 September 2022

Baru Jadi Unicorn, Valuasi Dana Duduki Lima Besar

Salah satu perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi financial (fintech), Dana, telah masuk ke dalam deretan unicorn asal Indonesia.


Ilustrasi aplikasi Dana. - Puspa Larasati -

Context, JAKARTA - Salah satu perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi financial (fintech), Dana, telah masuk ke dalam deretan unicorn asal Indonesia. 

Berdasarkan data yang dirilis oleh CB Insights, Dana memiliki valuasi sebesar US$1,13 miliar, atau setara dengan Rp16,9 triliun. Nilai tersebut bisa tercapai dikarenakan Dana baru sana mendapatkan suntikan US$250 juta atau sekitar Rp3,8 triliun dari Sinar Mas dan Lazada.

Dengan valuasi tersebut, Dana langsung menduduki peringkat lima dari dari deretan unicorn asal Indonesia dengan valuasi tertinggi. Di atas Dana, ada startup e-commerce Akulaku dengan valuasi sebesar US$2 miliar, kemudian ada Ovo dengan valuasi US$2,9 miliar.

Di peringkat dua ada startup travel, yaitu Traveloka dengan valuasi US$3 miliar, dan di peringkat pertama ada startup J&T Express yang bergerak di bidang supply chain, logistics, & delivery dengan valuasi sebesar US$20 miliar.

Kemudian, di bawah Dana ada enam startup unicorn yang memiliki valuasi sebesar US$1 miliar. Secara berurutan, mereka adalah Blibli.com, Kredivo, Tiket.com, Kopi Kenangan, Ajaib, dan Xendit.

Dilansir dataindonesia.id, untuk dua perusahaan startup besar asal Indonesia lainnya, yaitu GoTo dan Bukalapak telah dikeluarkan dari daftar unicorn asal Indonesia. Bukan berarti valuasinya menurun, namun dikarenakan dua perusahaan tersebut sudah melantai di bursa saham. Mereka pun juga sudah berubah menjadi perusahaan terbuka.


CEO Dana Sambut Investor Baru

Dilansir Bisnis, CEO dan Co-Founder Dana Indonesia Vince Iswara mengatakan bahwa perusahaannya akan terus berkomitmen untuk menjadi platform dengan ekosistem yang terbuka, serta menjadi solusi untuk setiap pembayaran dan layanan keuangan, yang diperlukan untuk inklusi keuangan yang lebih besar.

"Didukung oleh strategi tersebut, Dana berada di jalur yang tepat untuk mencapai lebih dari dua kali lipat total volume pembayaran atau nilai transaksi bruto pada 2022 dibandingkan dengan 2021," kata Vince.

Lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dengan bergabungnya Sinar Mas dan Lazada Group sebagai pemegang saham Dana Indonesia. Hal ini menandakan bergabungnya dua perusahaan tersebut dengan EMTEK Group dan Ant Group sebagai pemegang saham.

Kemudian, Vince juga mengatakan bahwa para investor yang baru bergabung ini bisa memanfaatkan teknologi pembayaran dan keuangan yang dimiliki Dana.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024