Stories - 15 September 2022

Saham yang Cuan Besar Berkah Perang, Siapa?

PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) memecahkan rekor pendapatan tertingginya pada semester pertama, sepanjang sejarah perusahaan.


Penyematan pita kepada anggota kepada anggota Adaro Rescue Team, Senin (1/10/2018). - Bisnis Indonesia -

Context.id, JAKARTA - Siapa sangka, larangan ekspor bahan baku energi oleh Rusia ke Eropa, justru menjadi berkah bagi perusahaan batubara di Indonesia. Keuntungan besar justru didapatkan dari 'bencana' yang dialami Eropa ini. Bahkan, sampai bagi-bagi cuan. Siapa sih memangnya?

Perusahaan itu adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) yang bergerak di bidang batubara, pemasok utama energi dunia. Pasalnya, emiten ini memecahkan rekor pendapatan tertingginya pada semester pertama, sepanjang sejarah perusahaan.

“Pendapatan, EBITDA (pendapatan sebelum bunga), dan laba bersih kami mencapai rekor tertinggi kinerja semester pertama sejak perusahaan pertama kali melantai di bursa 14 tahun lalu,” ujar Boy Thohir, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Diketahui, pendapatannya mencapai US$3,54 miliar atau sekitar Rp52,76 triliun. Angka itupun naik 127 persen dari periode yang sama di tahun lalu.

Selain itu, laba inti yang diperoleh perusahaan juga mencapai US$1.447 juta atau setara dengan Rp21,54 triliun pada pertengahan 2022, yang naik 338 persen dari tahun sebelumnya. 

Lebih lanjut, EBITDA (pendapatan sebelum bunga) operasional perusahaan juga meningkat 269 persen, dari semula US$635 juta menjadi US$2.339 juta. 

“Cuaca buruk, kelangkaan pasokan dan peristiwa-peristiwa geopolitis mendorong harga ke level yang tinggi dalam sejarahnya, sehingga menunjang kenaikan ASP (harga jual rata-rata)perusahaan,” ujar Boy Thohir lagi. 

Selain itu, perusahaan juga berhasil meningkatkan produksi sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari 26,5 juta ton dari 28,0 juta ton. Alhasil, peningkatan tersebut juga membuat kenaikan penjualan batubara sebanyak 7 persen, dari mulanya 25,8 juta ton menjadi 27,5 juta ton. 

Maka dari itu ADRO melalui anak usahanya, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) sudah memberi tanda bahwa perusahaannya akan membagikan laba bersih perusahaan (dividen) pada investor, sesuai jumlah saham yang dimiliki. 


Emiten Batubara Digempur Tarif Royalti 

Sayangnya, industri batubara merupakan salah satu industri yang tidak ramah lingkungan, maka Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan adanya tarif royalti pada ADRO

ADRO kemungkinan akan dikenakan royalti sebesar 10,5 persen. Adapun persentase tersebut ditentukan dari harga rata-rata batubara global. 


ADRO Akan Masuk ke Pasar Mineral Hijau

Chief Financial Official Adaro Energy, Lie Luckman menyatakan bahwa perusahaan masih menunggu hasil kinerja emiten 2022 untuk menghitung dana belanja modal (capex) yang diperlukan.

“Untuk bertransformasi ke energi terbarukan, kami tahu, kami juga masuk ke mineral, tentu kita membutuhkan capex yang cukup besar,” ujar Lie Luckman.

Namun, ADRO tetap berkomitmen untuk tidak meninggalkan kepentingan investornya. Perusahaan akan memperhatikan dan menjaga profit perusahaan dalam jangka panjang.


Yang Cuan, Bukan Hanya ADRO

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sumber daya alam batubara, mulai dari Sabang hingga Merauke. Oleh karena itu, perusahaan yang bergerak di sektor batubara dan meraih untung karena perang bukan hanya ADRO. 

Namun, ada juga PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP), PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR), dan PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).


Penulis : Crysania Suhartanto

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024