Stories - 19 July 2022

Di Balik Batalnya Renovasi Ruang Kerja Mewah Megawati

Megawati menjadi pusat perhatian di media sosial. Kali ini, namanya dikaitkan dengan rencana renovasi ruang kerjanya di BRIN yang senilai Rp6 miliar.


Ilustrasi ruang mewah Megawati Cs. - Puspa Larasati -

Context, JAKARTA - Megawati kembali menjadi pusat perhatian di media sosial. Kali ini, namanya dikaitkan dengan rencana renovasi ruang kerjanya di Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN yang nilainya mencapai Rp6 miliar.

Perbincangan mengenai rencana renovasi ruang kerja Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati menjadi viral setelah seorang pengguna Twitter dengan username @brin_watch mengunggah tangkapan layar berisi pemberitaan tentang ini. 

“Akhirnya Dewan Pengarah BRIN akan memiliki ruang kerja yang setara dengan ruang kerja Elon Musk, semoga bisa membawa riset BRIN setara dengan riset-riset Tesla dan SpaceX. Semangat!” tulis @brin_watch di Twitternya sambil mengunggah foto ruang kerja barunya Megawati dan dibandingkan dengan ruang kerja Elon Musk.

Dilansir dari Tempo, pembukaan tender renovasi ruang kerja Megawati dan anggota Dewan Pengarah BRIN lainnya sudah dimulai sejak 27 Mei 2022 lalu. Ruangan kerja Dewan Pengarah yang akan direnovasi tersebut terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. 

Rencananya, proyek renovasi ruang kerja Dewan Pengarah BRIN tersebut akan dibiayai oleh APBN dengan nilai pagu sebesar Rp6.109.000.000 dan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp6.063.492.327. 


Untuk Tempat Kerja Dewan Pengarah BRIN

Menurut Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, ruangan kerja yang akan direnovasi tersebut bukan hanya diperuntukan Megawati saja, namun juga seluruh anggota Dewan Pengarah BRIN. 

Anggota lainnya selain Megawati yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perancangan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Emil Salim, Bambang Kesowo, I Gede Wenten, Sudhamek Agoeng Waspodo Sunyoto, Marsudi Wahyu Kisworo, Adi Utarini, dan Tri Mumpuni.

Menurut Kepala Biro Komunikasi Publik Umum dan Kesekretariatan BRIN, Driszal Friyantoni mengatakan jika renovasi ruang kerja Dewan Pengarah BRIN dengan anggaran Rp6 miliar tersebut adalah murni dari inisiatif BRIN, tanpa usulan Dewan Pengarah. 

Kemudian, ia juga menyatakan jika renovasi tersebut memang harus dilakukan. Pasalnya, selama ini anggota Dewan Pengarah yang berjumlah 10 orang tidak memiliki ruang kerja.

Karena itu, disediakan lah ruang kerja bekas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di lantai 2 Gedung eks BPPT. Saat ini, gedung tersebut sudah dikelola oleh BRIN, badan baru hasil peleburan BPPT, LIPI, Lapan, dan Batan. Menurut BRIN, pemilihan lokasi di lantai 2 diusulkan karena para anggota Dewan Pengarah kebanyakan sudah berusia tua. 

“Prof Emil Salim, Pak Bambang Kesowo, sudah ada berumur semua, ya kami tidak tegalah ya, kalau tidak ada ruangan kayak gitu," kata Driszal.

Dirszal mengatakan jika ruangan yang akan direnovasi tersebut berukuran 1.120 meter persegi. Namun, selama ini hanya diisi oleh Mantan Kepala BPPT saja. Selain ruang kerja, di ruangan tersebut juga sudah ada ruang makan, ruang pertemuan, dan juga tempat tidur.


Kamar Tidur Megawati

Persoalan tempat tidur ini juga menjadi buah bibir para netizen di media sosial. Pasalnya, kabar yang beredar menyebutkan jika kamar tidur tersebut termasuk ke dalam ruangan yang akan direnovasi dengan uang sebesar Rp6 miliar tersebut. Selain itu, kamar tidur itu juga hanya akan diperuntukkan Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati. 

Menurut Driszal, pertimbangan untuk merenovasi dan menyediakan kamar tidur khusus Megawati itu muncul dari hasil diskusi internal BRIN. Mereka mempertimbangkan usia Megawati yang sudah 75 tahun.

“Ya sudahlah ibu (Megawati) kan sudah tua juga, sudah sepuh kan, misalnya ingin istirahat, daripada kami hilangkan, ya sudah itu tetap ada," katanya.

Lanjutnya, ia juga mengatakan jika kamar tidur ini bukan lah fasilitas baru. Namun karena ingin ditempatkan oleh orang yang baru (Megawati), maka kamar tidur ini dipertimbangkan untuk direnovasi.

"Daripada bekas orang gitu kan, kan mungkin ibu agak risih juga mungkin beristirahat kalau bekas orang, nah sekalian." ujar Driszal.

Penyediaan kamar tidur di lantai 2 Gedung BRIN tersebut memang hanya diperuntukkan untuk Megawati. Alasannya, luas ruangan yang ada tidak memadai jika harus diisi tempat tidur sebanyak 10 buah.


Akhirnya Dibatalkan

Setelah pemberitaan mengenai rencana renovasi ruang kerja Dewan Pengarah BRIN ini viral di media sosial, pada Senin (18/7/2022) Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyatakan jika renovasi tersebut akan dibatalkan.

Secara mendadak ia menyebutkan jika ruang Ketua Dewan Pengarah BRIN memang tidak pernah direncanakan untuk direnovasi. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan BRIN beberapa saat sebelumnya.

“Sejak awal ruangan tersebut tidak ada rencana mengubah ruangan Ketua Dewan Pengarah BRIN,” kata Handoko. “Kebutuhan renovasi hanya untuk wakil, sekretaris, dan anggota dewan pengarah,” tambahnya. 

Meskipun begitu, ia menyebutkan jika tetap harus ada revitalisasi atau penataan ulang pada beberapa ruangan yang ada di lantai 2. Penataan ulang tersebut dilakukan untuk merubah fungsi ruangan agar lebih berguna. Contohnya, ruang pertemuan, ruang makan, dan ruang audio akan digabung menjadi ruang rapat besar.

Menurut Handoko, penataan ulang dan perubahan fungsi ruangan tersebut dilakukan untuk menciptakan efektivitas koordinasi dan komunikasi antara Dewan Pengarah BRIN. Kemudian, sama seperti yang disebutkan oleh Driszal, usia juga menjadi pertimbangan dilakukannya revitalisasi ini.

“Sebut saja Prof. Emil Salim dan Prof. Bambang Kesowo, yang selama ini bekerja di lantai yang sangat tinggi. Untuk itu, ruangan seyogianya dijadikan satu demi efektivitas koordinasi dan komunikasi,” ujar Handoko.

Setelah renovasi resmi dibatalkan, Handoko menyebutkan jika revitalisasi atau penataan ulang tersebut akan dilakukan dengan mengedepankan fungsionalitas dan efisiensi anggaran.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024