Originals

Pink Tax: Ada Pajak Menjadi Seorang Perempuan

Context.id, JAKARTA - Hampir seumur hidup, biaya hidup wanita lebih mahal dibandingkan laki-laki.

Dimulai dari pakaian. Harga baju milik anak perempuan rata-rata lebih mahal 4% dibandingkan baju anak laki-laki. Selain itu, harga mainan juga sama. Kocek yang dikeluarkan untuk mainan perempuan akan lebih banyak hingga 7% dibandingkan harga robot ataupun mainan laki-laki yang lain.

Lalu, di beberapa negara, banyak layanan seperti dry clean, potong rambut, dan perawatan mobil juga dapat dikenakan biaya yang lebih banyak, jika kamu seorang wanita.

Menurut UK Yahoo, hal ini dikarenakan barang-barang perempuan memiliki bahan dasar yang lebih mahal, kemasan yang lebih mewah, dan wangi yang lebih kompleks dibandingkan produk pria.

Selain itu, ada pula sebuah gagasan kuno yang menyatakan bahwa wanita suka berbelanja dan menghabiskan uang lebih banyak dari pria. Dengan demikian, kampanye retail sering menargetkan konsumen wanita dan membuat barang yang spesifik untuk wanita. Fenomena ini dinamakan Pink Tax atau pajak perempuan.

Sebenarnya, sejumlah negara bagian di Amerika sudah mengesahkan undang-undang yang menentang penetapan harga produk dan layanan berbasis gender yang diskriminatif. Seperti California, New York, dan Miami. Tapi ternyata tak segampang itu. Karena, walaupun harga ditetapkan, tapi tarif impor yang sebenarnya lebih krusial, masih belum bisa diatur.

Oleh karena itu, cara satu-satunya untuk mencegah Pink Tax berbelanja produk yang netral gender. Memang tidak semua produk bisa diterapkan dengan cara demikian, tetapi mungkin tindakan ini dapat mengurangi pengeluaran berlebihan akibat pink tax.



Tonton Lainnya