Stories - 08 July 2022

Pencipta Yu-Gi-Oh! Kazuki Takahashi Ditemukan Tewas

Pencipta serial manga Yu-Gi-Oh! Kazuki Takahashi ditemukan tewas mengambang di laut dekat Nago, Okinawa, pada Rabu (6/7/2022).


Pembuat manga Yu-Gi-Oh! Kazuki Takahashi - comic/con-

Context, JAKARTA - Pencipta serial manga Yu-Gi-Oh! Kazuki Takahashi ditemukan tewas mengambang di laut dekat Nago, Okinawa, pada Rabu (6/7/2022). Saat ditemukan, Kazuko masih menggunakan peralatan Snorkeling.

Sebelumnya, Kazuki diberitakan melancong ke Okinawa seorang diri. Kemudian, perusahaan rental mobil yang mobilnya disewa oleh Kazuki menghubungi polisi karena mereka tidak bisa menghubungi Takahashii.

Pada waktu yang tidak berselang lama, tepatnya pada Rabu (6/7/2022), seorang yang sedang melakukan rekreasi laut melapor ke penjaga pantai jika ia melihat sebuah mayat mengambang di laut yang jaraknya kurang lebih 300 meter dari lepas pantai Kota Nago, Okinawa.

Setelah laporan tersebut, seorang petugas pemadam kebakaran langsung mendekati dan membawa pria tak bernyawa tersebut ke pinggir pantai.

Kemudian setelah diselidiki, penjaga pantai mengkonfirmasi jika mayat yang ditemukan mengambang di laut tersebut adalah komikus Kazuki Takahashi. Menurut penjaga pantai, Takahashi memang mengunjungi Okinawa seorang diri. 

Kemudian, dari laporan penjaga pantai, mobil sewaan yang digunakan oleh Takahashi selama berada di Okinawa ditemukan berada di jalan pertanian yang berada di dekat pantai desa Onna, 12 kilometer dari lokasi ditemukannya tubuh Takahashi.

Saat ini, pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan mengenai penyebab kematian Takahashi. Sejauh ini, pihak berwenang telah menemukan adanya luka di bawah tubuh yang kemungkinan besar disebabkan oleh gigitan hiu atau hewan laut lainnya.


Menghebohkan Para Penggemarnya

Kematian pencipta Yu-Gi-Oh! ini tentu mengagetkan para penikmat manga, terutama para penggemar Yu-Gi-Oh!. Setelah kabar kematiannya ini tersebar di dunia maya, sontak para penggemarnya langsung mengekspresikan kesedihan mereka di media sosial.

Contohnya di media sosial Twitter, seorang pengguna dengan username @TakahashiArtYGO menyatakan kesedihannya. Ia juga bilang kalau Takahashi telah memberikan banyak pelajaran bagi penggemarnya.

“Terlepas dari apakah kamu tumbuh bersama Yu-Gi-Oh! atau tidak, jika kamu hanya memainkan kartunya atau hanya membaca manganya, jika kamu menonton animenya dengan bahasa Inggris atau Jepang, kami semua telah disatukan oleh hasrat satu orang. Dia akan selalu hidup di hati kita. Itulah pelajaran yang dia ajarkan kepada kami,” tulisnya pada unggahan Twitternya.

Kemudian, kesedihan lannya juga diungkapkan oleh pengguna berusername @OnTheDownLoTho. Ia mengungkapkan nostalgianya dengan Yu-Gi-Oh!.

“R.I.P Kazuki Takahashi. Yu-Gi-Oh! adalah telah menjadi bagian besar dari masa kecil saya. Dari manga yang saya baca di SD, Anime yang saya tonton di pagi hari dan sampai hari ini saya masih memiliki kartu lama saya di laci. Terima kasih telah menghidupkan serial ini, dan saya harap anda tahu apa yang anda tinggalkan.


Sekilas Tentang Kazuki Takahashi

Kazuki Takahashi adalah komikus ternama asal Tokyo, Jepang. Ia memulai debutnya sebagai seniman manga pada tahun 1986. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Yu-Gi-Oh!. 

Tidak hanya populer di Jepang saja, Yu-Gi-Oh! juga populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dari sebuah manga, Yu-Gi-Oh! akhirnya diadaptasi dan dikembangkan menjadi sebuah serial anime, film, dan permainan kartu.

Yu-Gi-Oh! yang memiliki arti King of Games ini pertama kali diterbitkan menjadi serial manga pada 1994, kemudian tamat pada tahun 2004. Dalam jalan ceritanya, Yu-Gi-Oh! berkisah tentang seorang anak yang sedang berjuang untuk menyelesaikan berbagai konflik menggunakan permainan.

Meskipun manganya sudah tamat pada tahun 2004, permainan kartunya masih terus dimainkan hingga sekarang. Bahkan pada tahun 2011, Guinness World Records pernah mengakui jika Yu-Gi-Oh! adalah permainan kartu yang paling laris di dunia. Tercatat, saat itu Yu-Gi-Oh! sudah menjual lebih dari 25,17 miliar set di seluruh dunia.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Tingkatkan Layanan Kesehatan Tak Cukup Dengan Penambahan SDM

Sub sistem tersebut berupa upaya, fasilitas, logistik dan obat-obatan, pembiayaan, serta SDM

Noviarizal Fernandez | 17-05-2024

Miliarder Beli Klub Eropa, Ada Pengaruh ke Sepak Bola Indonesia?

Deretan pengusaha kakap Tanah Air miliki saham mayoritas di klub-klub sepak bola luar negeri

Noviarizal Fernandez | 17-05-2024

Polemik Pernikahan Massal 100 Anak Perempuan di Nigeria

Pendidikan lebih prioritas bagi anak-anak perempuan dibandingkan memaksanya untuk melakukan pernikahan

Context.id | 17-05-2024

Reimajinasi Baru Museum dan Cagar Budaya Menjadi Ruang Belajar Inklusif.

Kemdikbudristek meluncurkan Indonesian Heritage Agency atau IHA untuk memberikan citra baru bagi museum dan situs budaya nasional.

Context.id | 17-05-2024