Share

Home Stories

Stories 18 November 2024

Film Horor Bertema Agama Berhasil Menghadirkan Ketakutan

Film horor bertema agama tak hanya menakut-nakuti penonton tetap juga menggugah persoalan tentang keyakinan dan kematian

Ilustrasi film horor/Religion Unplugged

Context.id, JAKARTA - Belakangan ini, film horor bertema agama tengah naik daun. Film-film dengan judul Siksa Kubur, Kiblat, Pemandi Jenazah, The Nun, Conjuring dan lainnya menyedot banyak penonton. Mungkin saja film seram bertema agama ini punya kesan mendalam soal keyakinan sekaligus ketakutan. 

Laporan AP mengulas tentang film-film horor bertema agama yang sangat kuat pesannya dan tidak hanya menjadikan agama sebagai latar belakang cerita, tapi juga sebagai kunci penting pemantik ketegangan mental. 

Stacey Abbott, profesor film di Universitas Northumbria melihat banyak film horor relijius menarik karena mengangkat pertanyaan-pertanyaan kritis tentang institusi agama, patriarki, serta hakikat keimanan. 

Film semacam ini menggali pilihan, kehendak bebas, dan perdebatan keyakinan sehingga memantik kecemasan penonton. 

Kematian dan setan
Horor, yang pada dasarnya adalah eksplorasi terhadap ketakutan manusia, selalu terkait erat dengan pertanyaan-pertanyaan eksistensial besar, seperti kehidupan, kematian, dan makna di baliknya. 



Brandon Grafius, profesor studi Alkitab di Seminari Teologi Ekumenis, menjelaskan banyak agama membahas bagaimana kita bergulat dengan realitas kematian, berusaha menemukan makna di tengah ketidakpastian hidup. 

Dalam hal ini, horor berfungsi sebagai cara untuk merenungkan kematian, ketakutan, dan ketidakpastian itu.

Agama-agama Abrahamik seperti Kristiani dan Islam, memiliki kualitas dualistik yang kuat soal kekuatan baik versus jahat yang menjadikannya bahan baku yang sangat subur untuk genre horor. 

Menariknya, kendati Amerika Serikat itu sekuler, nilai-nilai seperti itu justru banyak dimasukkan dalam film horor bertema agama.

Salah satu waralaba horor terkenal yang memanfaatkan tema agama adalah The Conjuring, yang menceritakan detektif paranormal bertempur melawan kekuatan jahat berupa setan dan roh. 

Film seperti The Nun juga mengangkat tema agama yang lebih spesifik, yakni perjuangan melawan kekuatan iblis yang menyerang berbagai karakter yang terkait dengan gereja. 

Sementara The First Omen dan Immaculate mengkritik kontrol patriarki yang digunakan dalam konteks agama, terutama terhadap perempuan.

Dalam agama, terutama agama Kristen, ajaran Yesus dan Injil berfungsi untuk mempertanyakan norma-norma sosial dan mengajukan pertanyaan tentang hidup yang benar. 

The Exorcist, yang sering disebut-sebut sebagai ikon horor bertema agama, adalah contoh film yang berhasil memadukan elemen agama dengan kengerian, berkat kedalaman cerita dan penggambaran yang serius terhadap ritual dan simbol keagamaan. 

Di sisi lain, beberapa film pengusiran setan yang mencoba memasukkan elemen-elemen agama bisa terasa berlebihan dan kehilangan kekuatan simbolik yang mendalam.

Beberapa film mencoba memanfaatkan simbol-simbol agama untuk menciptakan sensasi, tetapi gagal menghormati nilai-nilai yang mendalam dalam agama itu sendiri. 

Ritual dan simbol agama memiliki bobot dan makna yang mendalam karena sudah berjalan selama berabad-abad. Nilai itu bisa bisa hilang jika film dibuat dengan ceroboh atau hanya mengandalkan sensasi. 



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

Home Stories

Stories 18 November 2024

Film Horor Bertema Agama Berhasil Menghadirkan Ketakutan

Film horor bertema agama tak hanya menakut-nakuti penonton tetap juga menggugah persoalan tentang keyakinan dan kematian

Ilustrasi film horor/Religion Unplugged

Context.id, JAKARTA - Belakangan ini, film horor bertema agama tengah naik daun. Film-film dengan judul Siksa Kubur, Kiblat, Pemandi Jenazah, The Nun, Conjuring dan lainnya menyedot banyak penonton. Mungkin saja film seram bertema agama ini punya kesan mendalam soal keyakinan sekaligus ketakutan. 

Laporan AP mengulas tentang film-film horor bertema agama yang sangat kuat pesannya dan tidak hanya menjadikan agama sebagai latar belakang cerita, tapi juga sebagai kunci penting pemantik ketegangan mental. 

Stacey Abbott, profesor film di Universitas Northumbria melihat banyak film horor relijius menarik karena mengangkat pertanyaan-pertanyaan kritis tentang institusi agama, patriarki, serta hakikat keimanan. 

Film semacam ini menggali pilihan, kehendak bebas, dan perdebatan keyakinan sehingga memantik kecemasan penonton. 

Kematian dan setan
Horor, yang pada dasarnya adalah eksplorasi terhadap ketakutan manusia, selalu terkait erat dengan pertanyaan-pertanyaan eksistensial besar, seperti kehidupan, kematian, dan makna di baliknya. 



Brandon Grafius, profesor studi Alkitab di Seminari Teologi Ekumenis, menjelaskan banyak agama membahas bagaimana kita bergulat dengan realitas kematian, berusaha menemukan makna di tengah ketidakpastian hidup. 

Dalam hal ini, horor berfungsi sebagai cara untuk merenungkan kematian, ketakutan, dan ketidakpastian itu.

Agama-agama Abrahamik seperti Kristiani dan Islam, memiliki kualitas dualistik yang kuat soal kekuatan baik versus jahat yang menjadikannya bahan baku yang sangat subur untuk genre horor. 

Menariknya, kendati Amerika Serikat itu sekuler, nilai-nilai seperti itu justru banyak dimasukkan dalam film horor bertema agama.

Salah satu waralaba horor terkenal yang memanfaatkan tema agama adalah The Conjuring, yang menceritakan detektif paranormal bertempur melawan kekuatan jahat berupa setan dan roh. 

Film seperti The Nun juga mengangkat tema agama yang lebih spesifik, yakni perjuangan melawan kekuatan iblis yang menyerang berbagai karakter yang terkait dengan gereja. 

Sementara The First Omen dan Immaculate mengkritik kontrol patriarki yang digunakan dalam konteks agama, terutama terhadap perempuan.

Dalam agama, terutama agama Kristen, ajaran Yesus dan Injil berfungsi untuk mempertanyakan norma-norma sosial dan mengajukan pertanyaan tentang hidup yang benar. 

The Exorcist, yang sering disebut-sebut sebagai ikon horor bertema agama, adalah contoh film yang berhasil memadukan elemen agama dengan kengerian, berkat kedalaman cerita dan penggambaran yang serius terhadap ritual dan simbol keagamaan. 

Di sisi lain, beberapa film pengusiran setan yang mencoba memasukkan elemen-elemen agama bisa terasa berlebihan dan kehilangan kekuatan simbolik yang mendalam.

Beberapa film mencoba memanfaatkan simbol-simbol agama untuk menciptakan sensasi, tetapi gagal menghormati nilai-nilai yang mendalam dalam agama itu sendiri. 

Ritual dan simbol agama memiliki bobot dan makna yang mendalam karena sudah berjalan selama berabad-abad. Nilai itu bisa bisa hilang jika film dibuat dengan ceroboh atau hanya mengandalkan sensasi. 



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bank Digital Bantu Gen Z Menabung atau Justru Makin Boros?

Bank digital mempermudah transaksi, tapi tanpa disiplin finansial, kemudahan itu bisa jadi jebakan konsumtif.

Renita Sukma . 30 March 2025

Darah Buatan: Berapa Lama Lagi Terwujud?

Di lab canggih dari Inggris hingga Jepang, para ilmuwan berupaya menciptakan yang selama ini hanya ada dalam fiksi ilmiah darah buatan. r n

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia dan Kontroversi di Baliknya

Kurma tumbuh subur di wilayah beriklim panas dengan musim kering yang panjang sehingga banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika Utara

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Push-up Ternyata Bisa Mempengaruhi Hidup Pegiatnya

Push-up lebih dari sekadar memperkuat tubuh, tetapi juga membangun disiplin dan kepercayaan diri

Noviarizal Fernandez . 24 March 2025