Share

Home Stories

Stories 03 Januari 2024

Tabrakan Pesawat di Jepang: Cerita Horor Penumpang dan Profil Airbus A350

Kecelakaan yang terjadi antara pesawat Japan Airlines dengan pesawat coast guard yang mengangkut bantuan untuk korban gempa di Bandara Haneda, Tokyo menyisakan kengerian

Penampakan pesawat Japan Airlines A350 terbakar usai tabrakan di Bandara Haneda, Tokyo/Twitter @TheBaseLeg

Context.id, JAKARTA - Publik terperanjat melihat terbakarnya Japan Airlines A350-900 di Bandara Haneda, Tokyo, Selasa (2/1), 17.47 waktu setempat.

Pesawat yang membawa 379 orang bertabrakan dengan pesawat coast guard. Dalam pesawat yang membawa bantuan gempa bumi Jepang, berisikan 6 orang. Lima orang dinyatakan meninggal, sementara sang pilot terluka parah.

Beruntung ratusan orang selamat dari insiden transportasi pertama di Jepang ini. Bisa terbayang bagaimana paniknya para penumpang menghadapi kondisi ini? Ya, kepulan asap beserta udara panas semakin mendorong penumpang ingin keluar dari pesawat. Akhirnya, semua penumpang selamat.

Melansir BBC, Para ahli mengatakan evakuasi JAL 516  sempurna dan teknologi berperan besar dalam kelangsungan hidup para penumpang dan awak kabin.

Berdasarkan video yang diambil oleh penumpang, tergambar suasana horor dalam beberapa menit, kemudian mereka sempat tidak percaya dengan apa yang telah dialami. Kesaksian datang dari salah satu penumpang asal Swedia, Anton Deibe (17).

Menurutnya, seluruh kabin penuh dengan asap, dan baunya sangat menyengat. Bahkan, Anton menggambarkannya situasi itu seperti neraka.

“Kami menjatuhkan diri ke lantai. Kemudian pintu darurat dibuka dan kami melemparkan diri ke arah mereka.”

Dia, orang tuanya dan saudara perempuan berhasil melarikan diri dari reruntuhan tanpa terluka.

Sementara itu, penumpang lainnya menceritakan suasana awal tabrakan. Satoshi Yamake (59), mengatakan dia merasa pesawat miring setelah benturan besar.  Selain dua kesaksian penumpang ini, banyak video yang direkam oleh penumpang.

Yamake, mengatakan bahwa meskipun terjadi kekacauan, dibutuhkan waktu sekitar lima menit bagi semua orang untuk keluar. “Saya lihat apinya sudah membesar sekitar 10, 15 menit,” imbuhnya.

Beberapa video juga menunjukkan saat orang-orang mulai melompat dari perosotan tiup pesawat, ada pula yang terjatuh dan berlari ke tempat yang lebih aman.

Analis penerbangan, Alex Macheras mengatakan bahwa kemampuan para kru mampu menjalankan evakuasi sesuai buku teks dalam beberapa menit pertama, merupakan momen berharga.

Dia mengatakan para kru dengan jelas dapat memahami pintu mana yang jauh dari api, itulah sebabnya gambar menunjukkan tidak semua pintu keluar dibuka agar orang dapat melarikan diri.

Yang jelas, dari tragedi ini, kita dapat bersepakat bahwa awak kabin dan para penumpang telah berupaya dengan baik sehingga tidak ada korban jiwa. Di sisi lain, teknologi juga berperan penting.

Di sisi lain, pihak Airbus menjelaskan Pesawat yang terlibat kecelakaan, terdaftar dengan nomor JA13XJ, adalah MSN 538, dikirim ke Japan Airlines dari jalur produksi pada 10 November 2021. Pesawat ini ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent XWB.

Untuk memastikan kelancaran penyelidikan, pihak Airbus akan memberikan bantuan teknis kepada Bureau d’Enquêtes et d’Analyses (BEA) Perancis dan kepada Japan Transport Safety Board (JTSB) yang bertanggung jawab atas penyelidikan. Untuk tujuan ini, Airbus saat ini mengirimkan tim spesialis untuk membantu pihak berwenang.



Penulis : David Eka

Editor   : Wahyu Arifin

Home Stories

Stories 03 Januari 2024

Tabrakan Pesawat di Jepang: Cerita Horor Penumpang dan Profil Airbus A350

Kecelakaan yang terjadi antara pesawat Japan Airlines dengan pesawat coast guard yang mengangkut bantuan untuk korban gempa di Bandara Haneda, Tokyo menyisakan kengerian

Penampakan pesawat Japan Airlines A350 terbakar usai tabrakan di Bandara Haneda, Tokyo/Twitter @TheBaseLeg

Context.id, JAKARTA - Publik terperanjat melihat terbakarnya Japan Airlines A350-900 di Bandara Haneda, Tokyo, Selasa (2/1), 17.47 waktu setempat.

Pesawat yang membawa 379 orang bertabrakan dengan pesawat coast guard. Dalam pesawat yang membawa bantuan gempa bumi Jepang, berisikan 6 orang. Lima orang dinyatakan meninggal, sementara sang pilot terluka parah.

Beruntung ratusan orang selamat dari insiden transportasi pertama di Jepang ini. Bisa terbayang bagaimana paniknya para penumpang menghadapi kondisi ini? Ya, kepulan asap beserta udara panas semakin mendorong penumpang ingin keluar dari pesawat. Akhirnya, semua penumpang selamat.

Melansir BBC, Para ahli mengatakan evakuasi JAL 516  sempurna dan teknologi berperan besar dalam kelangsungan hidup para penumpang dan awak kabin.

Berdasarkan video yang diambil oleh penumpang, tergambar suasana horor dalam beberapa menit, kemudian mereka sempat tidak percaya dengan apa yang telah dialami. Kesaksian datang dari salah satu penumpang asal Swedia, Anton Deibe (17).

Menurutnya, seluruh kabin penuh dengan asap, dan baunya sangat menyengat. Bahkan, Anton menggambarkannya situasi itu seperti neraka.

“Kami menjatuhkan diri ke lantai. Kemudian pintu darurat dibuka dan kami melemparkan diri ke arah mereka.”

Dia, orang tuanya dan saudara perempuan berhasil melarikan diri dari reruntuhan tanpa terluka.

Sementara itu, penumpang lainnya menceritakan suasana awal tabrakan. Satoshi Yamake (59), mengatakan dia merasa pesawat miring setelah benturan besar.  Selain dua kesaksian penumpang ini, banyak video yang direkam oleh penumpang.

Yamake, mengatakan bahwa meskipun terjadi kekacauan, dibutuhkan waktu sekitar lima menit bagi semua orang untuk keluar. “Saya lihat apinya sudah membesar sekitar 10, 15 menit,” imbuhnya.

Beberapa video juga menunjukkan saat orang-orang mulai melompat dari perosotan tiup pesawat, ada pula yang terjatuh dan berlari ke tempat yang lebih aman.

Analis penerbangan, Alex Macheras mengatakan bahwa kemampuan para kru mampu menjalankan evakuasi sesuai buku teks dalam beberapa menit pertama, merupakan momen berharga.

Dia mengatakan para kru dengan jelas dapat memahami pintu mana yang jauh dari api, itulah sebabnya gambar menunjukkan tidak semua pintu keluar dibuka agar orang dapat melarikan diri.

Yang jelas, dari tragedi ini, kita dapat bersepakat bahwa awak kabin dan para penumpang telah berupaya dengan baik sehingga tidak ada korban jiwa. Di sisi lain, teknologi juga berperan penting.

Di sisi lain, pihak Airbus menjelaskan Pesawat yang terlibat kecelakaan, terdaftar dengan nomor JA13XJ, adalah MSN 538, dikirim ke Japan Airlines dari jalur produksi pada 10 November 2021. Pesawat ini ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent XWB.

Untuk memastikan kelancaran penyelidikan, pihak Airbus akan memberikan bantuan teknis kepada Bureau d’Enquêtes et d’Analyses (BEA) Perancis dan kepada Japan Transport Safety Board (JTSB) yang bertanggung jawab atas penyelidikan. Untuk tujuan ini, Airbus saat ini mengirimkan tim spesialis untuk membantu pihak berwenang.



Penulis : David Eka

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bank Digital Bantu Gen Z Menabung atau Justru Makin Boros?

Bank digital mempermudah transaksi, tapi tanpa disiplin finansial, kemudahan itu bisa jadi jebakan konsumtif.

Renita Sukma . 30 March 2025

Darah Buatan: Berapa Lama Lagi Terwujud?

Di lab canggih dari Inggris hingga Jepang, para ilmuwan berupaya menciptakan yang selama ini hanya ada dalam fiksi ilmiah darah buatan. r n

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia dan Kontroversi di Baliknya

Kurma tumbuh subur di wilayah beriklim panas dengan musim kering yang panjang sehingga banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika Utara

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Push-up Ternyata Bisa Mempengaruhi Hidup Pegiatnya

Push-up lebih dari sekadar memperkuat tubuh, tetapi juga membangun disiplin dan kepercayaan diri

Noviarizal Fernandez . 24 March 2025