Stories - 21 June 2024

Dijadikan Guyonan Imbas Izin Tambang, Ini Sejarah Terbentuknya Lambang NU

Logo NU merupakan hasil buah tangan dari K.H. Ridwan Abdullah ulama yang juga memiliki kemampuan dalam bidang seni, terutama menggambar dan melukis


Warganet mengubah logo NU/ Istimewa

Context.id, JAKARTA - Keputusan organisasi masyarakat keagamaan Nahdlatul Ulama alias NU menerima tawaran pemerintah untuk mengelola izin tambang menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Warganet yang geram dengan pemberian izin tambang tersebut pun sebagian melakukan aksi protes dengan cara mengedit logo resmi NU.

Salah satu warganet mengolok NU dengan mengubah logo nya menjadi tulisan ‘UN’ yang merupakan singkatan dari Ulama Nambang. Warna hijau yang sangat erat kaitannya dengan ormas Islam terbesar di Indonesia dan dunia tersebut pun turut diganti dengan latar berwarna merah.

Tak hanya itu, logo lima bintang yang berada di bagian atas logo tersebut juga dihiasi dengan tulisan ‘Rp’ yang mengisyaratkan NU sebagai organisasi yang berorientasi terhadap uang dan keuntungan ekonomis.

Pamungkasnya, lambang utama NU yang berupa bola dunia dan peta Indonesia di bagian tengah diganti dengan gambar mobil excavator.

Lantas, bagaimana sejarah panjang terbentuknya logo Nahdlatul Ulama sekaligus makna sebenarnya?

Sejarah Terbentuknya Lambang Nahdlatul Ulama
Melansir laman resmi NU Online, logo NU merupakan hasil buah tangan dari K.H. Ridwan Abdullah yang terkenal sebagai seorang ulama yang juga memiliki kemampuan dalam bidang seni, terutama menggambar dan melukis.

Kala itu, K.H. Ridwan Abdullah mendapat tugas dari K.H. Wahab Chasbullah selaku Ketua Panitia Muktamar ke-2 NU di Surabaya untuk membuat logo resmi NU.

Logo tersebut dipersiapkan sebagai ‘hadiah’ ulang tahun bagi NU dan akan dirilis saat acara utama Muktamar ke-2 Nahdlatul Ulama.

Namun, setelah melewati satu setengah bulan sejak penugasan, K.H. Ridwan Abdullah tak kunjung berhasil membuat logo, hingga akhirnya mendapat teguran dari K.H. Wahab Chasbullah.

Akhirnya, menjelang pelaksanaan Muktamar tersebut, K.H. Ridwan Abdullah memutuskan untuk melakukan shalat istikharah dan meminta pertolongan agar diberikan inspirasi untuk membuat logo tersebut.

Dalam tidurnya usai melakukan shalat, dia pun bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Dia mengaku melihat sebuah benda seperti bola dunia yang dikelilingi oleh bintang bersinar dan tali penyambung dan pengait.

Setelah mendapat mimpi tersebut, K.H. Ridwan Abdullah pun terbangun dan segera menggambar apa yang dia lihat di dalam mimpinya, lengkap dengan tambahan identitas ‘Nahdlatul Ulama’ yang dituliskan menggunakan bahasa Arab.

Adapun, arti dari elemen-elemen yang terdapat di dalam lambang tersebut adalah:
1. Bola dunia 
Sebagai elemen utama di bagian tengah lambang NU, bola dunia merupakan representasi dari tempat manusia tinggal di dunia dan disimbolkan sebagai pengingat bahwa manusia sejatinya hanyalah hidup di tempat titipan dan akan kembali kepada-Nya.

2. Peta Indonesia
Di dalam gambar bola dunia, K.H. Ridwan Abdullah menggambarkan peta Indonesia sebagai simbol cinta NU terhadap tanah air sekaligus sebagai organisasi masyarakat keagamaan yang terus berjuang untuk membela kemerdekaan Indonesia dari jajahan negara-negara kolonial.

Kecintaan NU terhadap Indonesia ini juga ditandai dengan slogan mereka yaitu Hubbul Wathon Minal Iman yang berarti ‘Cinta tanah air sebagian dari iman’.

3. Dua Simpul Ikatan
Tepat di bagian bawah tulisan Nahdlatul Ulama, digambar dua simpul ikatan yang melambangkan hubungan manusia yang bersifat dua arah, baik secara vertikal kepada Allah alias hablum minallah dan juga hubungan horizontal dengan sesama manusia alias hablum minannas.

4. Ikatan Tali atau Tambang
Masih di bagian tengah lambang, terdapat sebuah tali atau tambang yang mengelilingi bola dunia di lambang NU. 

Tambang tersebut digambar sebagai simbol ukhuwah atau persaudaraan terhadap sesama umat muslim yaitu ukhuwah Islammiyah, persaudaraan sesama bangsa Indonesia alias ukhuwah wathaniyyah, dan persaudaraan sesama manusia yaitu ukhuwah basyariah.

5. Untaian tambang yang Berjumlah 99
Untaian tambang yang terdapat di lambang Nahdlatul Ulama disebut seluruhnya berjumlah 99 yang menyimbolkan jumlah dari semua asma Allah alias Asmaul Husna.

6. Sembilan Bintang
Jika dijumlahkan, seluruh bintang yang berada di lambang NU di bagian atas dan bawah berjumlah sembilan bintang. Kesembilan bintang tersebut melambangkan Wali Songo atau sembilan ulama yang memiliki peran besar menyebarkan ajaran agama Islam di indonesia.

7. Tulisan Arab ‘Nahdlatul Ulama’
Identitas Nahdlatul Ulama yang dituliskan dalam lambang NU menggunakan huruf Arab dan melintang di tengah lambang bumi. Tulisan ini juga menegaskan arti nama Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan para ulama.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Miftahul Akhyar mengatakan huruf dladl yang melintasi gambar dunia tersebut menggambarkan bahwa NU akan men-dlal-kan dunia. Dladl sendiri merujuk kepada sebuah hadits yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad merupakan orang yang paling fasih dalam melafalkan huruf-huruf dladl..

8. Warna Hijau dan Putih
Terakhir, salah satu elemen utama dalam lambang NU yaitu warna hijau dan putih yang sangat erat dengan identitas NU.
Warna hijau sebagai elemen dasar dan utama melambangkan kesuburan, sementara warna putih pada elemen dan tulisannya melambangkan kesucian.

Penulis: Ridho Danu


Penulis : Context.id

Editor   : Context.id

MORE  STORIES

Nikmatnya Berlibur Saat Shoulder Season

Bepergian saat shoulder season bikin vakansi jadi makin menyenangkan

Noviarizal Fernandez | 15-07-2024

Jangan Asal Konsumsi Kecubung

Makin berbahaya jika dikonsumsi dengan minuman keras dan obat terlarang

Noviarizal Fernandez | 15-07-2024

Bayar Utang Miliaran Rupiah Lewat Terumbu Karang, Emang Bisa?

Utang Indonesia kepada Amerika Serikat akan dikonversi dengan perawatan atau konservasi terumbu karang

Context.id | 15-07-2024

Sejarah Kenaikan Harga BBM di Era Orde Lama dan Baru

Kenaikan harga BBM memicu kenaikan harga bahan pokok yang memantik protes kalangan mahasiswa

Noviarizal Fernandez | 15-07-2024