Share

Home Stories

Stories 15 Mei 2024

Upaya Ilmuwan China Membangkitkan Orang Meninggal

Menghidupkan orang yang sudah meninggal dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan

Pembekuan manusia/komputerswiat

Context.id, JAKARTA - Peribahasa "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China" rasa-rasannya semakin relevan saat ini. 

Bagaimana tidak, China saat ini dikenal sebagai negara raksasa, bukan hanya soal ekonominya tapi juga ilmu pengetahuan dan teknologinya. 

Hampir semua barang dan teknologi yang beredar di dunia ini pasti ada sentuhan China, tak terkecuali pengaruh politiknya. 

Belum lama ini, China mengejutkan dunia karena ingin menghidupkan lagi orang mati. Ini bukan film China model Vampir yang dulu sangat populer, tapi ini menggunakan teknologi.  

Ya, China memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghidupkan orang yang sudah meninggal.

Beberapa tahun lalu, Seakoo Wu dan Istrinya adalah salah satu warga China yang memanfaatkan teknologi ini untuk seolah-olah menghidupkan kembali putranya yang telah meninggal.

Mereka memanfaatkan teknologi AI untuk mengobati rasa duka sekaligus rasa rindu terhadap mendiang anaknya, Xuanmo.

Melansir beberapa sumber, Wu dan istrinya yang sedang berduka terlihat menghampiri sebuah pemakaman di Tiongkok timur dan meletakkan ponselnya di atas batu nisan, kemudian memutar rekaman suara putranya.

Namun, rekaman suara itu bukanlah kata-kata yang pernah diucapkan oleh putranya, melainkan dibuat dengan teknologi AI.

Setelah berkembangnya teknologi pembelajaran mendalam seperti ChatGPT di China, Wu mulai meneliti cara-cara untuk ‘menghidupkan’ putranya kembali.

Dia mengumpulkan foto, video dan rekaman audio putranya dan menghabiskan ribuan dolar untuk menyewa perusahaan AI yang mengkloning wajah dan suara Xuanmo.

Hasilnya sejauh ini masih belum sempurna, tetapi dia juga telah membentuk tim kerja untuk membuat database yang berisi banyak sekali informasi tentang putranya.

Wu berharap dapat memasukkannya ke dalam algoritma yang kuat untuk membuat avatar yang mampu meniru pola pikir dan pola bicara putranya dengan sangat presisi.

Wu mengatakan bahwa tujuan dari penggunaan teknologi ini adalah dia ingin membuat replika yang sepenuhnya realistis yang berperilaku seperti putranya yang telah meninggal, namun berada dalam realitas virtual.

Selain Wu, ilmuwan China yang lain juga mengklaim mampu menghidupkan kembali manusia tanpa menggunakan teknologi AI.

Saat ini sebuah laboratorium di China tengah menggarap proyek pembekuan tubuh manusia alias krionik yang nantinya akan digunakan untuk membangkitkan kembali orang yang telah meninggal dunia.

The Shandong Yinfeng Life Science Research adalah penelitian yang pertama dalam bidang ini, dan satu-satunya pusat penelitian krionik di China. 

Mereka menawarkan layanan seperti penangguhan krionik yang memungkinkan tubuh manusia untuk diawetkan pada suhu dingin yang membekukan, merevolusi transplantasi organ, dengan bantuan krionik.

Aaron Drake, Direktur pusat respon klinis Yinfeng menjelaskan, bagaimana jantung manusia hanya memiliki waktu enam jam sebelum mulai mati, setelah kematian pemiliknya.

Tetapi dengan krionik waktu ini dapat diperpanjang.

“Pertimbangkan jika Anda dapat memperpanjangnya dari enam jam menjadi enam hari selama organ disimpan dalam lingkungan yang sangat dingin dan terus disiram darah yang mengalir melaluinya, maka Anda akan memiliki seluruh waktu hidup lebih panjang," tulis penelitian itu seperti dikutip dari Indiatimes.

Mereka bekerja sama dengan Universitas Sains dan Teknologi China di provinsi Anhui untuk meneliti tentang pengawetan sel pankreas, serta Rumah Sakit Qilu Universitas Shandong terkait pengawetan sel ovarium.

Menurut Drake, setiap organ memiliki suhu dan kondisi berbeda yang paling cocok untuk mereka dan perbedaan ini juga terdapat pada teknik pengawetannya secara krionik.

Drake menyoroti cara lain teknologi krionik mereka benar-benar dapat membekukan waktu untuk menawarkan pasien perawatan yang diperlukan meskipun ada kendala waktu.



Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

Home Stories

Stories 15 Mei 2024

Upaya Ilmuwan China Membangkitkan Orang Meninggal

Menghidupkan orang yang sudah meninggal dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan

Pembekuan manusia/komputerswiat

Context.id, JAKARTA - Peribahasa "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China" rasa-rasannya semakin relevan saat ini. 

Bagaimana tidak, China saat ini dikenal sebagai negara raksasa, bukan hanya soal ekonominya tapi juga ilmu pengetahuan dan teknologinya. 

Hampir semua barang dan teknologi yang beredar di dunia ini pasti ada sentuhan China, tak terkecuali pengaruh politiknya. 

Belum lama ini, China mengejutkan dunia karena ingin menghidupkan lagi orang mati. Ini bukan film China model Vampir yang dulu sangat populer, tapi ini menggunakan teknologi.  

Ya, China memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghidupkan orang yang sudah meninggal.

Beberapa tahun lalu, Seakoo Wu dan Istrinya adalah salah satu warga China yang memanfaatkan teknologi ini untuk seolah-olah menghidupkan kembali putranya yang telah meninggal.

Mereka memanfaatkan teknologi AI untuk mengobati rasa duka sekaligus rasa rindu terhadap mendiang anaknya, Xuanmo.

Melansir beberapa sumber, Wu dan istrinya yang sedang berduka terlihat menghampiri sebuah pemakaman di Tiongkok timur dan meletakkan ponselnya di atas batu nisan, kemudian memutar rekaman suara putranya.

Namun, rekaman suara itu bukanlah kata-kata yang pernah diucapkan oleh putranya, melainkan dibuat dengan teknologi AI.

Setelah berkembangnya teknologi pembelajaran mendalam seperti ChatGPT di China, Wu mulai meneliti cara-cara untuk ‘menghidupkan’ putranya kembali.

Dia mengumpulkan foto, video dan rekaman audio putranya dan menghabiskan ribuan dolar untuk menyewa perusahaan AI yang mengkloning wajah dan suara Xuanmo.

Hasilnya sejauh ini masih belum sempurna, tetapi dia juga telah membentuk tim kerja untuk membuat database yang berisi banyak sekali informasi tentang putranya.

Wu berharap dapat memasukkannya ke dalam algoritma yang kuat untuk membuat avatar yang mampu meniru pola pikir dan pola bicara putranya dengan sangat presisi.

Wu mengatakan bahwa tujuan dari penggunaan teknologi ini adalah dia ingin membuat replika yang sepenuhnya realistis yang berperilaku seperti putranya yang telah meninggal, namun berada dalam realitas virtual.

Selain Wu, ilmuwan China yang lain juga mengklaim mampu menghidupkan kembali manusia tanpa menggunakan teknologi AI.

Saat ini sebuah laboratorium di China tengah menggarap proyek pembekuan tubuh manusia alias krionik yang nantinya akan digunakan untuk membangkitkan kembali orang yang telah meninggal dunia.

The Shandong Yinfeng Life Science Research adalah penelitian yang pertama dalam bidang ini, dan satu-satunya pusat penelitian krionik di China. 

Mereka menawarkan layanan seperti penangguhan krionik yang memungkinkan tubuh manusia untuk diawetkan pada suhu dingin yang membekukan, merevolusi transplantasi organ, dengan bantuan krionik.

Aaron Drake, Direktur pusat respon klinis Yinfeng menjelaskan, bagaimana jantung manusia hanya memiliki waktu enam jam sebelum mulai mati, setelah kematian pemiliknya.

Tetapi dengan krionik waktu ini dapat diperpanjang.

“Pertimbangkan jika Anda dapat memperpanjangnya dari enam jam menjadi enam hari selama organ disimpan dalam lingkungan yang sangat dingin dan terus disiram darah yang mengalir melaluinya, maka Anda akan memiliki seluruh waktu hidup lebih panjang," tulis penelitian itu seperti dikutip dari Indiatimes.

Mereka bekerja sama dengan Universitas Sains dan Teknologi China di provinsi Anhui untuk meneliti tentang pengawetan sel pankreas, serta Rumah Sakit Qilu Universitas Shandong terkait pengawetan sel ovarium.

Menurut Drake, setiap organ memiliki suhu dan kondisi berbeda yang paling cocok untuk mereka dan perbedaan ini juga terdapat pada teknik pengawetannya secara krionik.

Drake menyoroti cara lain teknologi krionik mereka benar-benar dapat membekukan waktu untuk menawarkan pasien perawatan yang diperlukan meskipun ada kendala waktu.



Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bank Digital Bantu Gen Z Menabung atau Justru Makin Boros?

Bank digital mempermudah transaksi, tapi tanpa disiplin finansial, kemudahan itu bisa jadi jebakan konsumtif.

Renita Sukma . 30 March 2025

Darah Buatan: Berapa Lama Lagi Terwujud?

Di lab canggih dari Inggris hingga Jepang, para ilmuwan berupaya menciptakan yang selama ini hanya ada dalam fiksi ilmiah darah buatan. r n

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia dan Kontroversi di Baliknya

Kurma tumbuh subur di wilayah beriklim panas dengan musim kering yang panjang sehingga banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika Utara

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Push-up Ternyata Bisa Mempengaruhi Hidup Pegiatnya

Push-up lebih dari sekadar memperkuat tubuh, tetapi juga membangun disiplin dan kepercayaan diri

Noviarizal Fernandez . 24 March 2025