Share

Home Stories

Stories 30 April 2024

Gelombang Panas Menyerang Asia, Anak Sekolah Diliburkan

Akibat gelombang panas, banyak terjadi penularan penyakit di kalangan guru dan siswa dalam beberapa hari terakhir.

Gelombang panas/BMKG

Context.id, JAKARTA - Gelombang panas yang terjadi di wilayah Asia beberapa hari terakhir ini membuat pemerintah sejumlah negara meliburkan sekolah untuk menghindari dampak cuaca ekstrem.

Melansir Reuters, sejak Senin (29/4) cuaca panas ekstrem dikabarkan menghantam wilayah Bangladesh setelah suhu permukaan naik hingga 43 derajat celcius atau 109 fahrenheit.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Bangladesh Mohibul Hasan Chowdhury Nowfel segera meliburkan semua sekolah negeri dan lembaga pendidikan yang terdapat di 27 distrik termasuk di Dhaka sampai Kamis mendatang.

“Jika suhu di distrik mana pun melebihi 42 derajat, lembaga pendidikan di distrik tersebut akan ditutup.” jelas Nowfel, seperti dikutip, Selasa, (30/4).

Senada dengan Nowfel, Pengadilan Tinggi Dhaka juga memerintahkan untuk segera menutup sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri hingga Kamis karena cuaca panas ekstrim.



Tindakan ini dilakukan setelah pengadilan mendapatkan laporan bahwa terdapat banyak korban  meninggal dan juga adanya penularan penyakit di kalangan guru dan siswa dalam beberapa hari terakhir.

Tak hanya Bangladesh, Filipina juga dikabarkan menutup sekolahnya setelah Asean mengeluarkan peringatan ancaman kesehatan akibat gelombang panas yang sedang terjadi saat ini.

Pasalnya suhu di Filipina diperkirakan telah mencapai 37 derajat Celcius dan akan terus berlanjut hingga tiga hari ke depan.

Kementerian Pendidikan Filipina juga menyatakan menutup sekolah untuk sementara waktu karena banyaknya ruang kelas yang ramai tetapi tidak menggunakan pendingin ruangan.

Tak hanya itu, penutupan sekolah di Filipina juga didukung Koalisi Guru dan sekelompok tenaga pendidik Filipina yang menyatakan telah menerima banyak laporan sakit dari para siswa seperti pusing, pingsan dan darah tinggi.

Bahkan Badan Cuaca Filipina mengatakan jika indeks panas suhu aktual yang dirasakan oleh tubuh diperkirakan akan tetap pada rekor 45 derajat Celcius atau 113 fahrenheit.

Indeks panas ditetapkan sebagai “berbahaya” karena kondisi tersebut dapat memicu serangan penyakit seperti dehidrasi, heatstroke dan iritasi dari paparan panas yang berkepanjangan



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

Home Stories

Stories 30 April 2024

Gelombang Panas Menyerang Asia, Anak Sekolah Diliburkan

Akibat gelombang panas, banyak terjadi penularan penyakit di kalangan guru dan siswa dalam beberapa hari terakhir.

Gelombang panas/BMKG

Context.id, JAKARTA - Gelombang panas yang terjadi di wilayah Asia beberapa hari terakhir ini membuat pemerintah sejumlah negara meliburkan sekolah untuk menghindari dampak cuaca ekstrem.

Melansir Reuters, sejak Senin (29/4) cuaca panas ekstrem dikabarkan menghantam wilayah Bangladesh setelah suhu permukaan naik hingga 43 derajat celcius atau 109 fahrenheit.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Bangladesh Mohibul Hasan Chowdhury Nowfel segera meliburkan semua sekolah negeri dan lembaga pendidikan yang terdapat di 27 distrik termasuk di Dhaka sampai Kamis mendatang.

“Jika suhu di distrik mana pun melebihi 42 derajat, lembaga pendidikan di distrik tersebut akan ditutup.” jelas Nowfel, seperti dikutip, Selasa, (30/4).

Senada dengan Nowfel, Pengadilan Tinggi Dhaka juga memerintahkan untuk segera menutup sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri hingga Kamis karena cuaca panas ekstrim.



Tindakan ini dilakukan setelah pengadilan mendapatkan laporan bahwa terdapat banyak korban  meninggal dan juga adanya penularan penyakit di kalangan guru dan siswa dalam beberapa hari terakhir.

Tak hanya Bangladesh, Filipina juga dikabarkan menutup sekolahnya setelah Asean mengeluarkan peringatan ancaman kesehatan akibat gelombang panas yang sedang terjadi saat ini.

Pasalnya suhu di Filipina diperkirakan telah mencapai 37 derajat Celcius dan akan terus berlanjut hingga tiga hari ke depan.

Kementerian Pendidikan Filipina juga menyatakan menutup sekolah untuk sementara waktu karena banyaknya ruang kelas yang ramai tetapi tidak menggunakan pendingin ruangan.

Tak hanya itu, penutupan sekolah di Filipina juga didukung Koalisi Guru dan sekelompok tenaga pendidik Filipina yang menyatakan telah menerima banyak laporan sakit dari para siswa seperti pusing, pingsan dan darah tinggi.

Bahkan Badan Cuaca Filipina mengatakan jika indeks panas suhu aktual yang dirasakan oleh tubuh diperkirakan akan tetap pada rekor 45 derajat Celcius atau 113 fahrenheit.

Indeks panas ditetapkan sebagai “berbahaya” karena kondisi tersebut dapat memicu serangan penyakit seperti dehidrasi, heatstroke dan iritasi dari paparan panas yang berkepanjangan



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bank Digital Bantu Gen Z Menabung atau Justru Makin Boros?

Bank digital mempermudah transaksi, tapi tanpa disiplin finansial, kemudahan itu bisa jadi jebakan konsumtif.

Renita Sukma . 30 March 2025

Darah Buatan: Berapa Lama Lagi Terwujud?

Di lab canggih dari Inggris hingga Jepang, para ilmuwan berupaya menciptakan yang selama ini hanya ada dalam fiksi ilmiah darah buatan. r n

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia dan Kontroversi di Baliknya

Kurma tumbuh subur di wilayah beriklim panas dengan musim kering yang panjang sehingga banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika Utara

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Push-up Ternyata Bisa Mempengaruhi Hidup Pegiatnya

Push-up lebih dari sekadar memperkuat tubuh, tetapi juga membangun disiplin dan kepercayaan diri

Noviarizal Fernandez . 24 March 2025