Share

Home Stories

Stories 31 Januari 2024

Elon Musk Berhasil Tanam Cip di Otak Manusia

Neuralink, perusahaan rintisan (startup) neuroteknologi milik Elon Musk, akhirnya berhasil menanamkan cip buatannya di otak manusia.

Context.id, JAKARTA - Neuralink, perusahaan rintisan (startup) neuroteknologi milik Elon Musk, akhirnya resmi menanamkan cip buatannya di otak manusia.

Prosedur implan itu diklaim pertama di dunia dan manusia yang telah menerima cip otak dari Neuralink itu kondisinya dalam masa pemulihan dengan baik.

"Hasil awal menunjukkan deteksi lonjakan neuron yang menjanjikan," kata Musk di akun media sosial X (dulu Twitter) miliknya, Selasa (30/1).

Lonjakan neuron yang dimaksud Musk adalah aktivitas sel yang menggunakan sinyal listrik dan kimia untuk mengirimkan informasi ke seluruh otak dan tubuh.

Melansir Bisnis, Elon Musk mengatakan cip tersebut nantinya akan memungkinkan seseorang mengendalikan ponsel ataupun perangkat lainnya hanya dengan berpikir.



Oleh karena itu, target penggunaannya adalah masyarakat yang kehilangan fungsi tubuhnya untuk berkomunikasi lebih cepat.

“Bayangkan jika Stephen Hawking bisa berkomunikasi lebih cepat daripada juru ketik atau juru lelang. Itulah tujuannya,” ujar Elon.

Mengutip dari Business Today, meskipun penemuan ini adalah sebuah permulaan, keberhasilan implantasi menjadi tonggak baru dalam sejarah. Ini adalah pertama kalinya ada penggabungan kesadaran manusia dengan kecerdasan buatan.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) sudah memberikan izin kepada Neuralink untuk menguji coba pertama tanam cip di otak manusia pada Mei tahun lalu.

Mendapat lampu merah, Neuralink pun membuka perekrutan relawan untuk uji coba manusia pada September 2023.

Peserta penelitian yang dicari adalah pasien quadriplegia, atau kelumpuhan yang menyerang seluruh anggota tubuh dari leher sampai ke bawah, dengan cedera tulang belakang leher (amyotrophic lateral sclerosis/ALS).

Studi yang dilakukan Neuralink adalah uji coba antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) nirkabel untuk mengevaluasi keamanan implan dan robot bedah.

Riset akan menilai fungsionlitas BCI, yang memungkinkan penderita quadriplegia untuk mengontrol perangkat dengan pikiran mereka, menurut situs web perusahaan.

Musk sendiri sudah menemukan nama untuk produk pertama Neuralink, yakni Telepathy.

Meskipun sudah mendapatkan lampu merah dan berhasil melakukan uji coba pertamanya, Neuralink sempat mendapat peringatan terkait pengawasan protokol keamanannya.

Dilansir dari Reuters, awal bulan ini perusahaan tersebut didenda karena melanggar peraturan Departemen Transportasi AS (DOT) mengenai pergerakan bahan berbahaya.

Pada November lalu, empat anggota parlemen AS meminta Komisi Sekuritas dan Bursa AS untuk menyelidiki apakah Musk melakukan penipuan sekuritas dengan diduga menyesatkan investor tentang keamanan implan otak yang dikembangkan oleh Neuralink.



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

Home Stories

Stories 31 Januari 2024

Elon Musk Berhasil Tanam Cip di Otak Manusia

Neuralink, perusahaan rintisan (startup) neuroteknologi milik Elon Musk, akhirnya berhasil menanamkan cip buatannya di otak manusia.

Context.id, JAKARTA - Neuralink, perusahaan rintisan (startup) neuroteknologi milik Elon Musk, akhirnya resmi menanamkan cip buatannya di otak manusia.

Prosedur implan itu diklaim pertama di dunia dan manusia yang telah menerima cip otak dari Neuralink itu kondisinya dalam masa pemulihan dengan baik.

"Hasil awal menunjukkan deteksi lonjakan neuron yang menjanjikan," kata Musk di akun media sosial X (dulu Twitter) miliknya, Selasa (30/1).

Lonjakan neuron yang dimaksud Musk adalah aktivitas sel yang menggunakan sinyal listrik dan kimia untuk mengirimkan informasi ke seluruh otak dan tubuh.

Melansir Bisnis, Elon Musk mengatakan cip tersebut nantinya akan memungkinkan seseorang mengendalikan ponsel ataupun perangkat lainnya hanya dengan berpikir.



Oleh karena itu, target penggunaannya adalah masyarakat yang kehilangan fungsi tubuhnya untuk berkomunikasi lebih cepat.

“Bayangkan jika Stephen Hawking bisa berkomunikasi lebih cepat daripada juru ketik atau juru lelang. Itulah tujuannya,” ujar Elon.

Mengutip dari Business Today, meskipun penemuan ini adalah sebuah permulaan, keberhasilan implantasi menjadi tonggak baru dalam sejarah. Ini adalah pertama kalinya ada penggabungan kesadaran manusia dengan kecerdasan buatan.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) sudah memberikan izin kepada Neuralink untuk menguji coba pertama tanam cip di otak manusia pada Mei tahun lalu.

Mendapat lampu merah, Neuralink pun membuka perekrutan relawan untuk uji coba manusia pada September 2023.

Peserta penelitian yang dicari adalah pasien quadriplegia, atau kelumpuhan yang menyerang seluruh anggota tubuh dari leher sampai ke bawah, dengan cedera tulang belakang leher (amyotrophic lateral sclerosis/ALS).

Studi yang dilakukan Neuralink adalah uji coba antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) nirkabel untuk mengevaluasi keamanan implan dan robot bedah.

Riset akan menilai fungsionlitas BCI, yang memungkinkan penderita quadriplegia untuk mengontrol perangkat dengan pikiran mereka, menurut situs web perusahaan.

Musk sendiri sudah menemukan nama untuk produk pertama Neuralink, yakni Telepathy.

Meskipun sudah mendapatkan lampu merah dan berhasil melakukan uji coba pertamanya, Neuralink sempat mendapat peringatan terkait pengawasan protokol keamanannya.

Dilansir dari Reuters, awal bulan ini perusahaan tersebut didenda karena melanggar peraturan Departemen Transportasi AS (DOT) mengenai pergerakan bahan berbahaya.

Pada November lalu, empat anggota parlemen AS meminta Komisi Sekuritas dan Bursa AS untuk menyelidiki apakah Musk melakukan penipuan sekuritas dengan diduga menyesatkan investor tentang keamanan implan otak yang dikembangkan oleh Neuralink.



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bank Digital Bantu Gen Z Menabung atau Justru Makin Boros?

Bank digital mempermudah transaksi, tapi tanpa disiplin finansial, kemudahan itu bisa jadi jebakan konsumtif.

Renita Sukma . 30 March 2025

Darah Buatan: Berapa Lama Lagi Terwujud?

Di lab canggih dari Inggris hingga Jepang, para ilmuwan berupaya menciptakan yang selama ini hanya ada dalam fiksi ilmiah darah buatan. r n

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia dan Kontroversi di Baliknya

Kurma tumbuh subur di wilayah beriklim panas dengan musim kering yang panjang sehingga banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika Utara

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Push-up Ternyata Bisa Mempengaruhi Hidup Pegiatnya

Push-up lebih dari sekadar memperkuat tubuh, tetapi juga membangun disiplin dan kepercayaan diri

Noviarizal Fernandez . 24 March 2025