Stories - 09 January 2024

Jam Kiamat Kembali Disetel Ulang Para Ilmuan

Jam ini dibuat pada 1947 oleh para ilmuan yang bernaung di bawah Bulletin of the Atomic Scientists, University of Chicago

Context.id, JAKARTA- Para ilmuan kembali menyetel ulang jam kiamat pada tahun ini. Ya, jam kiamat nuklir 2024 telah diatur ulang, namun masih ada waktu untuk revisi akhir.

Menurut science.org, jam ini dibuat pada 1947 oleh para ilmuan yang bernaung di bawah Bulletin of the Atomic Scientists, University of Chicago, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 1945 oleh Albert Einstein dan ilmuwan di kampus tersebut.

Para ilmuan Universitas Chicago bersama Einstein mengembangkan bom atom pertama di Proyek Manhattan.

Karena meningkatnya kekhawatiran akan perlombaan senjata nuklir yang berpotensi menimbulkan bencana antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Mereka akhirnya membuat Jam Kiamat.

Penciptaan Jam Kiamat untuk menarik perhatian publik, baik pada urgensi ancaman yang dihadapi dunia dan juga keyakinan bahwa warga negara yang bertanggung jawab dapat mencegah bencana dengan mobilisasi dan menjadi lebih terlibat.

Pesan dari Jam Kiamat adalah bahwa jarum jam dapat bergerak maju atau mundur.

Pada 1949, Uni Soviet menguji senjata nuklir pertamanya, dan sebagai reaksi terhadap hal ini, editor Buletin memindahkan jarum Jam Kiamat dari tujuh menjadi tiga menit ke tengah malam.

Tengah malam menandai titik teoritis pemusnahan. Pemusnahan yang terjadi karena ancaman apokaliptik seperti dari ketegangan politik, senjata, teknologi, perubahan iklim, dan bahkan penyakit pandemi.

Dengan melakukan itu, dia mengaktifkan Jam Kiamat, mengubahnya dari metafora statis menjadi dinamis.

Jam Kiamat kelak akan berkembang menjadi simbol peringatan kepada "publik tentang seberapa dekat kita dengan kehancuran dunia kita dengan teknologi berbahaya buatan kita sendiri. Ini adalah metafora, pengingat akan bahaya yang harus kita atasi jika kita ingin bertahan hidup di planet ini".

Seperti dilansir dari newsweek.com, Selasa (9/1/2024), jam ini dilihat sebagai representasi visual untuk memperingatkan masyarakat global tentang berbagai faktor yang dapat berdampak negatif terhadap planet ini. 

Jam Kiamat terakhir diubah pada 24 Januari 2023 dan dimajukan ke 90 detik menuju tengah malam, yang paling dekat dengan bencana global yang pernah terjadi. Alasannya mengacu pada perang Rusia-Ukraina yang hingga Februari ini akan berlangsung selama dua tahun dan menimbulkan ancaman nuklir dari Rusia.

Jam tersebut disetel ke 17 menit menjelang tengah malam, yang merupakan waktu terjauh yang pernah ditetapkan—pada tahun 1991 setelah puncak Perang Dingin dan penandatanganan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis oleh AS dan Uni Soviet.

Waktu tersebut ditentukan oleh Bulletin's Science and Security Board (SASB), sebuah kelompok pemimpin terpilih yang diakui secara global dan fokus secara khusus pada ancaman nuklir, perubahan iklim, dan teknologi disruptif.

SASB secara tradisional menetapkan Jam Kiamat pada bulan November. Hal ini termasuk menyelesaikan pernyataan yang disertakan dengan pengungkapan tahunan yang akan berlangsung pada 23 Januari 2024.

Namun, jam tersebut masih dapat direvisi antara bulan November dan pembukaan awal tahun, Rachel Bronson, presiden dan CEO Bulletin, mengatakan kepada Newsweek .

“Pada bulan November, setiap tahun dewan berkumpul dan menyampaikan pemikiran terbaik mereka untuk menghadapi tantangan yang kita hadapi,” kata Bronson.

“Mereka bertanya apakah umat manusia lebih aman atau menghadapi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan waktu yang terakhir kali ditetapkan apakah ini lebih aman atau tidak dibandingkan 75 tahun terakhir, pertanyaan tersebut telah diajukan”.

Perkembangan global saat ini yang ada dalam pikiran kolektif dewan pengambil keputusan, katanya, termasuk perang yang terus berlanjut di Ukraina, selain kekerasan di Gaza terkait perang Israel-Hamas, krisis iklim, kecerdasan buatan, proliferasi senjata nuklir dan lainnya.


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Sederet Menteri Jokowi yang Gemar Olahraga

Di tengah kesibukannya, menteri-menteri kabinet Jokowi nyatanya banyak gemar berolahraga juga

Ririn oktaviani | 23-02-2024

Pendiri WikiLeaks Julian Assange akan Diekstradisi?

Pemerintah AS dan juga warga dunia menunggu langkah selanjutnya Pemerintah Inggris, apakah akan mengekstradisi Julian Assange atau tidak.

Context.id | 23-02-2024

Tuntut Perbaikan Upah, Dokter di Korsel Mogok Kerja

Unjuk rasa ini menjadi salah satu aksi mogok kerja terbesar dalam sejarah Korea Selatan. Negeri Gingseng ini sering diwarnai unjuk rasa gerakan ...

Context.id | 23-02-2024

Pemerintah Adakan Program Doktor Terapan di Perguruan Tinggi Vokasi

Program doktor terapan membuat pendidikan vokasi mempunyai jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari diploma, sarjana, magister hingga doktor.

Context.id | 22-02-2024