Stories - 29 November 2023

Profil Pertamina Enduro VR46 di MotoGP 2024, Timnya Valentino Rossi

Tim MotoGP milik Valentino Rossi bakal mengarungi musim 2024 bersama Pertamina Lubricants dan diperkuat dua pembalap yang sedang naik daun, Bezzecchi dan Diggia.


Ilustrasi motor balap milik Pertamina VR46/ misterhelmet.com

Context.id, JAKARTA - Tim MotoGP milik Valentino Rossi akan secara resmi bernama Pertamina Enduro VR46 Racing Team pada Januari 2024 dan diperkuat oleh dua pembalap muda yang sama-sama telah berstatus juara seri.

Sekadar info, Rossi yang merupakan pemegang 9 kali juara dunia sekaligus legenda hidup MotoGP itu resmi membawa tim besutannya ke MotoGP dengan nama Mooney VR46 Racing Team sejak 2022, tepat setelah dirinya memutuskan pensiun pada akhir musim 2021.

Kendati terbilang baru, VR46 telah mencatatkan prestasi apik dengan menduduki peringkat ke-3 klasemen tim terbaik (World Teams Championship MotoGP) musim 2023, serta mengantarkan salah satu pembalapnya, Marco Bezzecchi bertengger di peringkat ke-3 klasemen pembalap pada saat yang sama. 

Pada musim depan, Bezzecchi masih akan membela VR46 bermesin Ducati. Sementara itu, posisi Luca Marini yang resmi pindah ke Repsol Honda akan digantikan oleh pembalap yang sedang naik daun, Fabio Di Giannantonio (Diggia).

Diggia telah berpengalaman di MotoGP sejak 2022 bersama tim Gresini yang juga dimotori oleh Ducati. Prestasi terbaik Diggia adalah menggenggam status juara seri lewat memenangi GP Qatar 2023.

"Saya tidak sabar untuk bertemu dengan semua staf dan kru baru saya dan mulai bekerja sama pada sesi tes pramusim besok. Terima kasih kepada semua orang yang membuat ini mungkin," ujar Diggia dalam keterangannya, setelah resmi diumumkan menjadi pembalap VR46, Senin (27/11/2023) malam.

Adapun, masuknya PT Pertamina Lubricants sebagai sponsor utama tim telah diteken Rossi pada pertengahan Oktober 2023 lalu. 

Masuknya dukungan jumbo dari perusahaan pelumas pelat merah asal Tanah Air itu akan membuat nama resmi tim menjadi Pertamina Enduro Racing Team mulai awal 2024 sampai berakhirnya musim MotoGP 2026. 

Direktur VR46 Alessio 'Uccio' Salucci menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pertamina Lubricants merupakan kombinasi antara dua perusahaan yang mewakili basis utama penggemar loyal MotoGP di dunia. 

"Kami akan menjadi jembatan penggemar asal Italia, serta semua dari Indonesia yang telah mengikuti kami, dan kepada mereka kami harap mampu memberikan rasa puas ke depannya," ujar Uccio dalam keterangannya di laman resmi MotoGP, dikutip Selasa (28/11/2023).

Presiden Direktur Pertamina Lubricants Werry Prayogi menambahkan bahwa kerja sama ini menggambarkan kepercayaan dari Rossi dan tim terhadap kualitas standar internasional Pertamina Enduro. 

Nantinya, Pertamina Enduro akan hadir di baju balap, helm, technical space, visual, aset brand, material komunikasi, hingga motor Ducati Desmosedici GP yang dipakai oleh dua pembalap tim VR46.

"Kerja sama antara PT Pertamina Lubricants dengan VR46 adalah langkah strategis untuk memperkuat visi kami menjadi juara di industri pelumas," ujarnya dalam unggahan media sosial resmi perusahaan yang akrab disebut Pertaminalub itu. 

Lantas, bagaimana sepak terjang VR46 sejauh ini? Berikut ulasan yang Bisnis kumpulkan:

Berawal dari Marco Simoncelli

Rossi sempat mengakui bahwa dirinya sebenarnya tak sengaja membuka VR46 Riders Academy. Mendiang Marco Simoncelli merupakan orang pertama yang memberanikan diri mengunjungi Rossi untuk meminta saran dan bantuan pada kisaran 2006.

Kala itu, Simoncelli baru bergabung ke ajang Moto2 250cc. Keduanya pun mulai berlatih bersama di tempat yang saat ini bernama Motor Ranch VR46 di Tavullia, Italia. 

Sebelum 'Super Sic' meninggal di Sirkuit Sepang pada 2011, Rossi menganggapnya sebagai junior sekaligus rival yang bisa mengimbanginya, sehingga keduanya berharap bisa sama-sama berkembang dengan cara berlatih bersama.

Setelahnya, Franco Morbidelli yang notabene juga sahabat kecil Rossi menjadi pembalap perdana pendaftar akademi VR46 setelah resmi berdiri. 

Menyusul kemudian, beberapa pembalap muda ikut bergabung, salah satu yang paling populer adalah Francesco 'Pecco' Bagnaia yang saat ini berstatus juara dunia MotoGP musim 2022 dan 2023.

Berisi Para Sahabat

Bagi Rossi, tim balap sudah seperti rumah kedua, sehingga perlu adanya orang-orang kepercayaan di lingkaran dalam tim.

Uccio selaku direktur merupakan sahabat sekaligus tangan kanan Rossi sejak lama. Uccio kerap menemani Rossi di dalam maupun luar sirkuit, bahkan sejak awal karir balap Rossi ketika remaja. 

Sama halnya dengan Alberto 'Albi' Tebaldi yang saat ini dipercaya mengurus keuangan tim sekaligus akademi VR46, juga merupakan sahabat dekat Rossi.  

Para kepala teknisi tim VR46 Racing Team pun merupakan mantan rekan kerja Rossi di masa lalu, terutama sewaktu dirinya membela Yamaha. 

Pertama, ada Matteo Flamigni yang lama menemani Rossi di paddock balap Yamaha sebagai ahli telemetri sepanjang 2004-2021. Kedua, ada David Munoz yang sempat bersama Rossi pada 2020 dan 2021.

Untuk manajer tim, Rossi memilih orang Spanyol yang sempat membawa mantan rekan setimnya di Yamaha, Maverick Vinales, menjadi juara dunia Moto3, yaitu Pablo Nieto.

Sekadar info, Pablo merupakan anak dari legenda balap motor Angel Nieto yang juga akrab dengan Rossi.

Prestasi Mentereng

Sebelum resmi membawa VR46 ke MotoGP, sebenarnya Rossi telah mengawali karier sebagai pemilik tim balap sejak 2014, lewat mengusung Sky Racing Team VR46 berlaga di Moto3 dengan motor KTM RC250GP. 

Selama Sky Racing Team VR46 berlaga di Moto3 pada 2014 sampai 2020, terdapat total 9 kemenangan dan 17 podium yang disumbangkan para pembalapnya, seperti Romano Fenati, Celestino Vietti, Nicolo Bulega, Dennis Foggia, dan Andrea Migno. 

Adapun, prestasi terbaik tim ini tercatat berada pada musim 2020, ketika tim diperkuat Vietti dan Migno mengantarkan mendapatkan posisi tim terbaik ke-3 World Teams Championship Moto3.

Tim VR46 juga sempat berlaga di Moto2 pada 2017-2022 bersama motor Kalex, dengan prestasi 19 kali juara seri dan 27 kali podium. 

Prestasi terbaik VR46 kala itu adalah mengantarkan Pecco menjadi juara dunia Moto2 musim 2018, kemudian membawa Marini menjadi runner-up Moto2 pada 2020, dan membuat Bezzecchi menduduki posisi ke-3 klasemen akhir Moto2 musim 2021.

Selain itu, tim Sky Racing Team VR46 Moto2 juga pernah menjadi jawara World Teams Championship Moto2 pada musim 2020, ketika diperkuat Marini dan Bezzecchi. 

Adapun, selama berlaga di kelas para raja, tim yang berbasis di kampung halaman Rossi ini telah mengantarkan para pembalapnya meraih 3 juara seri dan 5 podium.

Tepatnya untuk Bezzecchi meraih 3 kali juara seri, sekali juara sprint, 4 kali podium, dan 5 kali podium Sprint Race. Sementara untuk Marini, tercatat meraih sekali podium dan 3 kali podium Sprint Race.

Mengalahkan Dominasi Spanyol

Setelah menutup masa kejayaannya sebagai juara dunia MotoGP musim 2009, Rossi mengaku mulai sadar bahwa hanya dirinya lah kandidat perebut titel juara dunia kuat yang berkebangsaan Italia. Sisanya didominasi pembalap Spanyol.

Benar saja, hal ini semakin jelas terlihat pada MotoGP musim 2013, di mana puncak klasemen diraih Marc Marquez, disusul Jorge Lorenzo selaku runner up, dan Dani Pedrosa di peringkat ke-3. Semuanya berkebangsaan Spanyol.

Selain itu, juara dunia MotoGP sejak 2012 sampai 2020 pun berturut-turut diraih pembalap Spanyol, bergantian antara Lorenzo dengan Marquez, dan terakhir Joan Mir. 

Pembalap berdarah Italia berstatus penantang gelar juara kuat di era itu hanya ada Andrea Dovizioso. Di sisi lain, talenta pembalap muda asal Spanyol terus bermunculan, sebut saja Maverick Vinales, Alex Rins, Joan Mir, serta kakak-beradik Aleix dan Pol Espargaro.

Terkini, misi Rossi terbilang sukses, sebab Pecco sebagai salah satu murid didikan VR46 Riders Academy telah berhasil menjadi juara dunia MotoGP musim 2022.

Kena PHP Aramco

Rossi mengawali debutnya sebagai bos tim balap motor pada ajang Moto3 dan Moto2. Kendati telah memiliki pengalaman, membuat tim MotoGP butuh banyak uang.

Rossi pun mulai mendekati sponsor-sponsor raksasa potensial, salah satunya raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, untuk memboyong timnya masuk grid MotoGP musim 2022.

Berbekal jaringan yang dimilikinya, Rossi sebenarnya berhasil mengambil hati pangeran Arab Saudi sekaligus pemilik Tanal Entertainment Sport & Media, Abdulaziz bin Abdullah bin Saud bin Abdulaziz Al Saud. 

Hanya saja, akhirnya Rossi gagal menuntaskan kesepakatan dengan Aramco maupun Tanal. 

Usut punya usut, konglomerasi Arab Saudi itu rupanya kecewa mendengar keputusan Rossi yang sudah bulat akan pensiun di akhir 2021.

Padahal, mereka berencana menjadi sponsor hanya jika tim VR46 diperkuat pembalap kakak-beradik, Rossi-Marini.

Oleh sebab itu, sampai saat ini tim VR46 di MotoGP disponsori perusahaan pembayaran dan bank asal Italia, Mooney. 

Sementara untuk Moto2, tim milik Rossi akan berada di belakang layar Fantic Racing, pabrikan motor asal Italia yang punya nama besar di balap off-road.

Rossi juga menyematkan label VR46 pada tim Moto2 milik akademi Yamaha, Correos Prepago Yamaha VR46 Master Camp.


Penulis : Aziz Rahardyan

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Sederet Menteri Jokowi yang Gemar Olahraga

Di tengah kesibukannya, menteri-menteri kabinet Jokowi nyatanya banyak gemar berolahraga juga

Ririn oktaviani | 23-02-2024

Pendiri WikiLeaks Julian Assange akan Diekstradisi?

Pemerintah AS dan juga warga dunia menunggu langkah selanjutnya Pemerintah Inggris, apakah akan mengekstradisi Julian Assange atau tidak.

Context.id | 23-02-2024

Tuntut Perbaikan Upah, Dokter di Korsel Mogok Kerja

Unjuk rasa ini menjadi salah satu aksi mogok kerja terbesar dalam sejarah Korea Selatan. Negeri Gingseng ini sering diwarnai unjuk rasa gerakan ...

Context.id | 23-02-2024

Pemerintah Adakan Program Doktor Terapan di Perguruan Tinggi Vokasi

Program doktor terapan membuat pendidikan vokasi mempunyai jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari diploma, sarjana, magister hingga doktor.

Context.id | 22-02-2024