Stories - 20 November 2023

Capres Menjadi Bahan Taruhan Konten Judi Online

Belakangan ini beredar unggahan di media sosial dan juga aplikasi pesan instan yang menjadikan tiga capres peserta Pilpres 2024 sebagai bahan taruhan

Context.id, JAKARTA - Momentum menuju Pilpres 2024 yang ramai dan menyedot perhatian publik ternyata tidak disia-siakan oleh para bandar judi online.

Belakangan ini beredar unggahan di media sosial dan juga aplikasi pesan instan WhatsApp yang menjadikan tiga calon presiden (capres) peserta Pilpres 2024 sebagai bahan konten taruhan judi online .

Salah satu akun situs judi yang mempromosikan taruhan tersebut melalui media sosial Instagram adalah @indonesia1xbet.

"Tiga (3) Bulan Menuju Puncak Pesta Demokrasi, PEMILU 2024. Sudahkah Anda menentukan pilihan Presiden 2024-2029?" demikian kutipan dari unggahan di akun Instagram tersebut 

Unggahan tersebut mengajak masyarakat untuk menempatkan taruhannya pada calon presiden yang diprediksi menang dalam Pemilu 2024. 

"Yuk ajak temen-temen kalian agar jangan lupa vote pilihan calon Presiden anda di 1XBET," tulis unggahan tersebut lebih lanjut.

Berdasarkan informasi dari netizen, akun @indonesia1xbet memang sering mengunggah konten taruhan atau judi online, terutama yang terkait pertandingan olahraga.

Saat ini, akun tersebut sudah tidak bisa diakses lantaran sudah di-takedown dan diblokir oleh pihak Instagram mengikuti permintaan pihak Kementerian Kominfo. 

"Account not available in Indonesia. This is because we complied with a legal request from KOMINFO to restrict this content," demikian bunyi penjelasan tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong mengatakan, pihaknya masih menyelidiki akun judi online yang tercantum dalam gambar ilustrasi yang diunggah.

Namun, Usman mengatakan Kementerian Kominfo sudah meminta platform Instagram untuk menurunkan unggahan itu dan mendesak platform media sosial untuk lebih selektif dalam menampilkan unggahan-unggahannya.

"Kita ingatkan mereka untuk berhati-hati. Di tahun politik ada saja pihak-pihak yang coba mencari keuntungan dengan menungganginya seperti dalam kasus ini. Kami mengimbau masyarakat tidak terkecoh dengan konten-konten negatif berbau judi online tersebut," ujarnya

Sebagai informasi, Kementerian Kominfo gencar membasmi judi online. Selama periode 18 Juli-18 Oktober, kementerian ini telah memblokir 425.506 konten, antara lain 237.096 konten judi online dari situs dan alamat Internet Protokol (IP Address), 17.235 konten dari file sharing dan 171.175 konten dari media sosial 

Menteri Kominfo Budi Arie juga meminta Internet Service Provider atau ISP dan operator seluler untuk terus meningkatkan upaya pemberantasan judi online dengan memastikan ketepatan sinkronisasi sistem pada basis data situs yang mengandung konten judi online, serta menindaklanjuti permintaan pemutusan akses yang disampaikan oleh Kominfo. 

Data dari Kominfo menyebutkan nilai transaksi judi online mencapai sekitar Rp 160 triliun hingga Rp 350 triliun. Oleh karena itu, Kominfo melibatkan banyak lembaga untuk mengatasi judi online di Indonesia. 

Kementerian juga meminta induk Facebook, yakni Meta dan induk YouTube, Google untuk turut mengatasi konten terkait judi online. Selain itu, Kominfo juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum. 

Kominfo juga menggaet Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memblokir 2.760 rekening bank terkait judi online selama 17 Juli – 16 Oktober dan meminta Bank Indonesia meningkatkan upaya pencegahan aktivitas judi online di layanan teknologi finansial atau fintech pembayaran.

Instansi yang membidangi teknologi dan digital itu juga menggunakan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) untuk memantau situs dan mengidentifikasi konten terkait judi online.

Berdasarkan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan alias PPATK, sebanyak 2,8 juta masyarakat Indonesia bermain judi online atau judi slot. Sebanyak 2,2 juta di antaranya merupakan mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga petani.


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Apartheid Gender Versi Taliban, Masuk Kategori Kejahatan Kemanusiaan?

Taliban melarang para gadis remaja bersekolah, para pegawai perempuan dilarang untuk bekerja dan para wanita dipaksa menikah dengan pria tua

Context.id | 21-06-2024

Mobil Listrik Ferrari Dilego Rp8,8 Miliar

Model EV kedua besutan Ferrari akan segera menyusul untuk diluncurkan

Noviarizal Fernandez | 21-06-2024

Dijadikan Guyonan Imbas Izin Tambang, Ini Sejarah Terbentuknya Lambang NU

Logo NU merupakan hasil buah tangan dari K.H. Ridwan Abdullah ulama yang juga memiliki kemampuan dalam bidang seni, terutama menggambar dan melukis

Context.id | 21-06-2024

Pengaruh Keju Bagi Kesehatan Mental

Responden yang memiliki kesehatan mental dan ketahanan terhadap stres kuat diduga banyak mengonsumsi keju

Context.id | 20-06-2024