Stories - 14 September 2023

Kadin Diminta Nonaktifkan Arsjad Rasjid

Keterlibatan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid sebagai ketua timses salah satu capres mendapat sorotan dari sesama asosiasi bisnis


Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid memberikan keterangan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (5/9/2023). Dok Asean-BAC

Context.id, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dinilai perlu menonaktifkan Arsjad Rasjid selaku ketua umum untuk sementara, sesudah menjadi Ketua Tim Pemenangan Capres Ganjar Pranowo.

Anggawira, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara dan Energi Indonesia (Aspebindo) mengatakan penting bagi asosiasi dunia usaha seperti Kadin untuk menjaga sikap netral demi kestabilan ekonomi nasional.

"Kami sangat memahami dan menghargai komitmen individu dalam berkontribusi pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, asosiasi pebisnis punya fokus dalam mendorong pertumbuhan dan kestabilan ekonomi yang sangat tergantung pada kestabilan politik. Oleh karena itu, sangat penting bagi Kadin untuk tidak terlalu terlibat dalam dinamika politik praktis," ujar Anggawira  (14/9/2023).

Dia menambahkan, ika Arsjad Rasjid tetap ingin memegang posisi sebagai ketua tim pemenangan, ada baiknya beliau menonaktifkan diri sementara dari kepengurusan Kadin.

"Ini untuk memastikan bahwa tidak ada benturan kepentingan dan agar Kadin Indonesia tetap menjaga integritasnya sebagai wadah bisnis yang netral," jelas Sekretaris Jendral Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) itu.

Dia juga menekankan pentingnya dukungan konstruktif dari kalangan usaha. Dukungan dari kalangan usaha terhadap pemerintah atau figur politik, tuturnya, tidak selalu harus berwujud keterlibatan langsung dalam dinamika politik.

Dukungan, katanya, bisa diwujudkan melalui usulan program konkrit, inovasi, maupun kerjasama sektoral yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan tokoh bisnis dalam dinamika politik nasional selalu menarik perhatian publik.

Namun kejelasan posisi dan batasan antara dunia bisnis dengan dunia politik tentu menjadi harapan banyak pihak.

Sementara, Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara mengatakan tidak ada masalah saat ketua umum organisasi pengusaha itu ikut terlibat dalam politik.

Menurut Cucu, Kadin sangat menghargai dan menghormati keputusan Arsjad Rasjid menjadi  Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo. 

"Itu merupakan hak politik setiap warga negara. Silahkan berpolitik, tidak ada larangan. Itu sudah diatur dalam AD/ART Kadin. Bahkan tidak dilarang untuk rangkap jabatan," ujarnya. 

Cucu menambahkan, Kadin Indonesia merupakan wadah atau organisasi pengusaha dengan warna politik yang beragam dan setiap anggota Kadin diperbolehkan untuk berpolitik.

Meski demikian, Cucu berharap Arsjad tetap memegang amanah menjadi Ketum Kadin hingga masa jabatan selesai pada 2026.


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Suara Golkar Terbesar di Koalisi Prabowo, Jatah Menterinya Banyak?

Kinerja perolehan suara mentereng dalam Pemilu Legislatif atau Pileg 2024 dinilai menjadi tolok ukur

Noviarizal Fernandez | 24-04-2024

Laga Panas Para Jawara di AFC Cup U-23

Tiga mantan pemenang Piala Asia AFC U23 lainnya juga turut lolos ke babak penentu itu

Noviarizal Fernandez | 24-04-2024

Tren Positif Berlanjut, Industri Mobil Listrik Makin Menjanjikan

Pada 2023 lalu, penjualan mobil listrik memecahkan rekor penjualan mencapai 14 juta unit secara global atau setara dengan 18% dari seluruh penjual ...

Context.id | 24-04-2024

Profi Tiga Hakim Dissenting Opinion Putusan MK Soal Pilpres 2024

Tiga hakim ajukan pendapat berbeda dengan lima hakim lainnya terkait putusan MK yang menolak permohonan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud

Context.id | 23-04-2024