Stories - 31 July 2023

Antisipasi El Nino, Pemerintah Beri Insentif Rp300 M

Negara mengantisipasi krisis pangan akibat kekeringan berkepanjangan yang disebabkan El Nino


Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman

Context.id, JAKARTA - Negara mengantisipasi krisis pangan akibat El Nino yang mengakibatkan terjadinya kekeringan berkepanjangan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebutkan pemerintah telah memberikan insentif pangan total senilai lebih dari Rp300 miliar ke daerah guna menjaga inflasi. Salah satunya juga untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman El Nino yang bisa berdampak pada krisis kekeringan.

“Tadi pagi Bu Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberikan insentif lebih dari Rp300 miliar kepada daerah-daerah yang bisa menjaga inflasinya. Itu diberikan ada yang Rp10 miliar, Rp12 miliar, Rp9 miliar untuk intervensi,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Waspadai Dampak EL Nino Senin (31/72023).

Dia menegaskan bahwa persoalan ketahanan pangan nasional memang menjadi perhatian khusus pemerintah di tengah ancaman El Nino. Selain insentif, pemerintah juga sudah menetapkan anggaran untuk pangan hingga sekitar Rp104 triliun tahun ini.

Kendati demikian, dia menegaskan menjaga ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah pusat, melainkan juga perlu dukungan dari pemerintah daerah untuk menjaga stock pangan masing-masing.

Arief juga  meminta masyarakat tidak perlu khawatir perihal cadangan pangan untuk menghadapi ancaman El Nino. Sebab, pemerintah telah memastikan bahwa stok komoditas pangan strategis nasional dalam kondisi aman sampai dengan akhir tahun ini.

Menurutnya dalam aspek keamanan stok beras, Bapanas sudah menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerap sebanyak 2,4 juta ton beras pada tahun ini. Cadangan pangan juga terus ditingkatkan dari sebelumnya hanya 200.000 ton menjadi ke 300.000 ton. Seiring waktu, cadangan pangan ini juga terus meningkat menjadi 750.000 ton, hingga hari ini sudah mencapai 800.000 ton.

“Tahun lalu serapan Bulog hanya 990.000 ton. Tahun ini 2,24 juta ton. Cadangan pangan juga terus ditingkatkan. Perintahnya Pak Presiden, dalam 1 bulan ke depan harus di atas 1 juta ton,” ujarnya.

Dia menerangkan, sumber cadangan pangan ini, yakni mengutamakan produksi dalam negeri. Baru setelah itu cadangan pangan diimpor dari luar negeri.

“Dalam negeri menjadi prioritas, sehingga kita harus jaga harga di tingkat petani supaya baik, kemudian di di tingkat hilir, inflasinya juga terjaga dengan baik karena itu akan berpengaruh pada daya beli masyarakat,” ungkapnya.


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Sederet Menteri Jokowi yang Gemar Olahraga

Di tengah kesibukannya, menteri-menteri kabinet Jokowi nyatanya banyak gemar berolahraga juga

Ririn oktaviani | 23-02-2024

Pendiri WikiLeaks Julian Assange akan Diekstradisi?

Pemerintah AS dan juga warga dunia menunggu langkah selanjutnya Pemerintah Inggris, apakah akan mengekstradisi Julian Assange atau tidak.

Context.id | 23-02-2024

Tuntut Perbaikan Upah, Dokter di Korsel Mogok Kerja

Unjuk rasa ini menjadi salah satu aksi mogok kerja terbesar dalam sejarah Korea Selatan. Negeri Gingseng ini sering diwarnai unjuk rasa gerakan ...

Context.id | 23-02-2024

Pemerintah Adakan Program Doktor Terapan di Perguruan Tinggi Vokasi

Program doktor terapan membuat pendidikan vokasi mempunyai jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari diploma, sarjana, magister hingga doktor.

Context.id | 22-02-2024