Stories - 12 June 2023

Wanda Omar, Dari Akuntan Jadi Bassist Inspiratif

Wanda mulai menginspirasi musisi perempuan lainnya dan mengajak mereka untuk melawan stigma buruk tentang musisi.


Basis Wanda Omar membawakan lagu saat jamming akustik Kamis Santuy di Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (11/5/2023). - JIBI/Bisnis - Himawan L Nughraha

Context.id, JAKARTA - Pemain gitar bass atau gitaris bass perempuan Tanah Air yang juga sekaligus seorang penyanyi, Wanda Omar mengaku bahwa proses dirinya untuk dapat terjun ke industri  musik cukup berat. Pasalnya, orangtua yang membawanya ke dunia ini justru melarangnya. 

“Bahkan orangtua yang ngajarin sendiri itu nggak support. Lagi-lagi ya gitu ya. Dia yang ngajarin tapi dia sendiri yang kayak, janganlah jadi musisi,” ujar Wanda kepada Context.id.

Lahir dari keluarga musisi, penyanyi yang banyak berkarya di dunia musik pop ini sebenarnya sudah menyukai musik sejak ia berusia 11 tahun.

Namun, ia mengaku pada awal karirnya, ia sempat ditolak untuk menjadi seorang musisi oleh orangtua sendiri, karena ada stigma bahwa seorang musisi adalah profesi yang tidak memiliki masa depan.

Seiring berjalannya waktu, ia pun mengambil kuliah dengan jurusan akuntansi dan bisnis. Iapun sempat menempuh karir sebagai seorang akuntan. Namun, nyatanya hatinya tetap tidak di sana. 

Wanda pun mulai memutuskan untuk membuat rekaman ulang dari lagu-lagu ternama. Ia mengaku, pada mulanya tujuan melakukan cover lagu hanya untuk mengapresiasi karya orang lain. 

Namun, lama-kelamaan, iapun memutuskan untuk tetap membanting setir menjadi seorang musisi, impiannya sedari dulu. “Karena somehow, kayak entah bagaimanapun kayak musik itu selalu punya tempat. Aku kuliah accounting sekalipun, aku kuliah bisnis sekalipun, ujung-ujungnya tetep punya quality musik gitu. Sampai memilih minggat dari jurusan,” ujarnya.

Adapun Wanda juga sedikit banyak terinspirasi dari seorang gitaris asal Amerika, Nathan East, sosok yang menjadi gitaris dari Michael Jackson dan Eric Clapton. Pasalnya, pria ini yang membuktikan bahwa profesi musisi pun memiliki masa depan. 

“Sementara dia ini membuktikan kalau main music as a musician, bukan kayak singer, gue bisa hidup layak, gue bisa hidup proper asalkan dibantu dengan sistem yang jelas. Yang jelas indonesia masih berjuang tentang hal itu,” ujar Wanda.

Alhasil, setelah tujuh tahun bergelut di bidang musik dan tarik suara, Wanda mengaku bahwa ia tidak pernah menyesal mengambil jalan hidup ini. “Turns out akhirnya seru sih dan gue nggak pernah meneyesal jadi musisi. Kalau ngikutin gue jadi akuntan, kayaknya gue udah stres jadinya,” ujar Wanda. 

Menariknya, setelah Wanda membanting setir, ia mengaku bahwa dirinya juga mulai menginspirasi musisi perempuan lainnya dan mengajak mereka untuk melawan stigma buruk tentang musisi. Dan memang, perlahan-lahan, mulai banyak gitaris bass perempuan yang mengikuti jejaknya dan melawan stigma tersebut. 

“Mereka lihat gue pun mereka tahu lah, kalau jadi musisi itu enggak harus mengikuti lifestyle yang kayak gitu kok. Tapi juga banyak musisi yang hidupnya sehat-sehat saja dan memang pengen berkarya lewat lagu-lagunya,” tegasnya.

Saat ini, Wanda sedang mempromosikan lagu barunya yang bertajuk “Serius tapi Santai”, lagu yang ternyata juga terinspirasi dari hidupnya. Dengan lagu itu, Wanda juga mengajak para pendengar untuk fokus pada tujuannya dan menghargai setiap langkah dalam proses untuk mencapainya.

Dibuat dengan dibantu oleh produser berbakat sekaligus sang suami, Andre Dinuth, single “Serius tapi Santai”  juga sudah dapat dinikmati seluruh digital platform Indonesia. 


Penulis : Crysania Suhartanto

Editor   : Puput Ady

MORE  STORIES

Honda Perkenalkan Mobil Listrik Pertamanya untuk Indonesia

Mobil listrik pertamanya akan diluncurkan di Indonesia pada 2025

Noviarizal Fernandez | 19-07-2024

Mengenang Tragedi Malaysian Airlines MH17

Rusia dituding berada di balik peristiwa jatuhnya pesawat Malaysian Airlines MH17

Noviarizal Fernandez | 19-07-2024

Sri Mulyani, Si Menteri Paling Ngode

Sri Mulyani seringkali mengeluarkan kode-kode politik yang cukup ikonik

Noviarizal Fernandez | 18-07-2024

Revisi UU TNI Ancaman bagi Demokrasi?

Apakah revisi UU TNI menjadi sinyal kembalinya Indonesia ke era Orde Baru?

Noviarizal Fernandez | 18-07-2024