Stories - 26 May 2023

Kisah Rocker Ucok Harahap Kehilangan Keluarganya

Dunia musik rock Indonesia pernah diwarnai oleh kiprah Ucok Harahap. Siapa sangka, pria yang kini sudah almarhum itu pernah kehilangan istri dan anak.


Album Volume I Duo Kribo, Achmad Albar dan Ucok Harahap yang sukses besar

Context.id, JAKARTA - Dunia musik rock Indonesia pernah diwarnai oleh kiprah Ucok 'AKA' Harahap. Siapa sangka, pria yang kini sudah almarhum itu pernah kehilangan istri dan dua anaknya.

Sebelum kita bahas lebih jauh, mungkin kita perlu melihat kiprah Ucok Harahap. Pria asal Surabaya , Jawa Timur ini, namanya pernah berkibar lewat band AKA yang diambil dari Apotek Kaliasin, tempat usaha ayah dari Ucok. Band itu digawangi oleh Ucok, Arthur Kaungan, Syech Abidin, Soenatha Tanjung.

Setelah tidak berkiprah bersama AKA, Ucok kemudian sempat duet dengan musisi Achmad Albar dan keduanya disebut Duo Kribo. Selain bermusik, Ucok Harahap pun sempat berkecimpung sebagai pemeran film dan pada umumnya dia berperan sebagai tokoh antagonis. Salah satu lawan mainnya adalah pedangdut, Rhoma Irama alias Bang Haji.

Nah cerita Ucok kehilangan istri dan anaknya dimulai ketika ia merawat ayahnya yang jatuh sakit di daerah Lawang, Malang, Jawa Timur. Ucok pun meninggalkan rumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan, beserta usaha empang atau kolam ikan, serta produksi batako demi merawat ayahnya. Tidak lupa dia memboyong pula Farida, sang istri, putri seorang jenderal TNI, serta kedua anaknya yang masih balita.

“Aku tidak ingin kejadian Mami terulang lagi. Perasaan sesal akibat ditinggal Mami secara tragis tidak bisa kuhilangkan begitu saja. Makanya, aku ingin, kalaupun Papi dipanggil Yang Kuasa aku harus berada di sampingnya,” ujar Ucok dalam biografinya Antara Rock, Wanita & Keruntuhan yang ditulis oleh Siti Nasyiah.

Suatu ketika, datang dua mobil yang ditumpangi oleh keluarga besar Farida dan meminta izin untuk mengajak istrinya tersebut ke Jakarta sekadar untuk berlibur. Setelah izin diberikan, istri dan kedua anaknya, laki-laki dan perempuan yakni Ritchie dan Lia, segera meninggalkan Lawang.

Setelah berpisah selama sebulan, Ucok mulai merasakan suatu kejanggalan karena tidak ada kontak sama sekali seperti surat atau telepon. Namun, pikiran buruk ditepis jauh-jauh. “Mungkin masih sibuk dan kangen-kangenan,” pikirnya.

Ucok mulai resah karena tidak ada kabar sama sekali. Dia kemudian menyusul ke Jakarta menuju rumah mertuanya tersebut. Rumah itu belum pernah dikunjungi oleh Ucok, karena petinggi TNI tersebut sebelumnya menetap di Surabaya. Lagipula, hubungan antara dia dan mertua kurang baik akibat kesalahannya kabur bersama Farida ketika mereka masih sama-sama tinggal di Surabaya.

Sesampai di sana, Ucok kaget bukan kepalang karena karyawan rumah tersebut mengaku tidak ada yang bernama Farida, tinggal di rumah itu. Tidak puas, Ucok berupaya mencari informasi melalui RT dan RW setempat namun lagi-lagi dia tidak menemukan informasi yang berharga.

Ucok sangat terpukul. Berbulan-bulan sesudahnya barulah dia mengetahui rupanya Farida bukan menghilang, tetapi sengaja menghilangkan jejak, menjauhi Ucok. Informasi itu diperoleh dari beberapa rekan jurnalis yang dulu sering mewawancarai Ucok. Menurut mereka, semasa tinggal di Lawang, Farida sering berkorespondensi dengan keluarganya dan menceritakan kelakuan Ucok yang dikira sudah gila.

Pasalnya, Ucok sering mengurung diri berjam-jam, bahkan berhari-hari di kamar. Apa yang dia lakukan? Bertapa. Ya, Ucok Harahap kala itu menganut kepercayaan kejawen sehigga dia sering melakukan laku tertentu karena memiliki ujud yakni meminta kesembuhan ayahnya. Hal itulah yang tidak disukai oleh istrinya sehingga kemudian menyusun rencana bersama keluarganya untuk pergi.

Singkat cerita, bertahun-tahun Ucok Harahap tidak pernah bersua dengan istri serta kedua anaknya. Dia kemudian sempat mendapat informasi bahwa mereka tinggal di Jepang. Kabar itu diperoleh dari Rinny S. Bonno (kelak menjadi ibu pembalap Sean Gelael) yang kala itu menjadi istri Achmad Albar.

Kehilangan keluarga membuat hidup Ucok hancur. Dari hidup bergelimang materi dan terkenal, dia kemudian jatuh sengsara. Bertahun-tahun kemudian, barulah dia bisa berkomunikasi dengan anak-anaknya, ketika mengetahui bahwa Lia, putrinya, telah menjadi presenter berita di salah satu stasiun televisi yang kini sudah diakuisisi oleh Trans Corp.


Penulis : Noviarizal Fernandez

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Apartheid Gender Versi Taliban, Masuk Kategori Kejahatan Kemanusiaan?

Taliban melarang para gadis remaja bersekolah, para pegawai perempuan dilarang untuk bekerja dan para wanita dipaksa menikah dengan pria tua

Context.id | 21-06-2024

Mobil Listrik Ferrari Dilego Rp8,8 Miliar

Model EV kedua besutan Ferrari akan segera menyusul untuk diluncurkan

Noviarizal Fernandez | 21-06-2024

Dijadikan Guyonan Imbas Izin Tambang, Ini Sejarah Terbentuknya Lambang NU

Logo NU merupakan hasil buah tangan dari K.H. Ridwan Abdullah ulama yang juga memiliki kemampuan dalam bidang seni, terutama menggambar dan melukis

Context.id | 21-06-2024

Pengaruh Keju Bagi Kesehatan Mental

Responden yang memiliki kesehatan mental dan ketahanan terhadap stres kuat diduga banyak mengonsumsi keju

Context.id | 20-06-2024