Stories - 25 May 2023

Tina Turner Berpulang, Selamat Jalan Ratu Rock n Roll

Turner menjadi ikon musik rock n roll dan mendefinisikan era musik pada 1980-an dengan puncak kejayaannya pada album Private Dancer.


Tina Turner berpose setelah secara resmi masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame sebagai artis solo/Instagram-@tinaturner

Context.id, JAKARTA - Tina Turner, penyanyi legendaris, meninggal dunia dalam usia 83 tahun, Rabu (24/5/2023).

Wanita yang menjadi mega bintang pop pada 1980-an ini berpulang setelah lama sakit dengan kondisi yang terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Dilansir Guardian, Turner didiagnosis menderita kanker usus pada 2016 dan menjalani transplantasi ginjal pada 2017.

Juru bicara Turner, Bernard Doherty mengatakan Queen of Rock and Roll ini meninggal dunia dengan damai pada usia 83 tahun di rumahnya di Kusnacht dekat Zurich, Swiss. Penyebab kematian Tina Turner diakui akibat penyakit yang telah lama dideritanya tersebut.

“Dunia kehilangan legenda musik dan panutan,” ungkap Doherty.

Turner menjadi ikon musik rock n roll dan mendefinisikan era musik pada 1980-an. Puncak kejayaannya ditandai dengan album bertajuk Private Dancer.

Hal itu pun diakui oleh Mick Jagger. Musisi asal Inggris yang tergabung dalam grup band The Rolling Stones itu mengaku terinspirasi dari penampilan Turner yang bersemangat dan energik saat berada di atas panggung.

Tak mengherankan, jalan hidup Tina Turner diabadikan dalam sejumlah memoar, biopik, pertunjukan musikal, dan melalui film dokumenter berjudul Tina yang dirilis pada 2021.

 

Ratu Rock n Roll dari Tennessee

Dilansir dari britannica, Tina Turner dilahirkan dengan nama asli Anna Mae Bullock pada 26 November 1939 di Brownsville, Tennessee, Amerika Serikat. Turner lahir dari keluarga petani di pedesaan Tennessee. 

Turner mulai bernyanyi saat remaja. Dia kemudian pindah ke St. Louis, Missouri, dan membenamkan dirinya dalam kancah rhythm-and-blues (RnB). Di situ pula, dia bertemu Ike Turner, personel the Kings of Rhythm, tepatnya pada 1956. Tina Turner pun segera menjadi bagian dari band tersebut. 

Tak lama berselang, dia tampil dengan nama panggung Tina Turner. Penampilannya yang eksentrik dengan cepat menjadikannya pusat perhatian. Dia pun melakukan tur bersama Ike Turner sebagai duo musisi dengan nama panggung Ike and Tina Turner Revue sembari berjuang untuk menembus dapur rekaman. 

Pada 1960, "A Fool in Love”, lagu duo musisi ini  mencapai puncak tangga lagu pop dan disusul sejumlah lagu tenar lainnya. Karir menanjak Ike dan Tina berlanjut ke biduk kasih. Keduanya menikah pada 1962.

Pada 1966, River Deep—Mountain High, album Ike dan Tina yang diproduksi Phil Spector,  tenar di Eropa, kendati tak laris di Amerika Serikat. Dua lagu terakhir yang terkenal dari duo musisi ini adalah "Proud Mary" (1971) dan "Nutbush City Limits" (1973).

Pasalnya, Tina menceraikan Ike pada 1978 dengan tuduhan penganiayaan fisik dan perselingkuhan selama bertahun-tahun. Dari proses perpisahan ini pun terungkap bahwa Ike mengklaim tak pernah menikahi Tina secara resmi.

 

Solo Karir Sang Penyanyi Legendaris 

Setelah menjadi musisi tamu dalam sejumlah album dari musisi dunia, Tina Turner merilis album solo debutnya, Private Dancer pada 1984. Album ini meraih apresiasi baik dari para musisi maupun dari penggemar musik. Private Dancer laris manis dan terjual lebih dari 20 juta kopi di seluruh dunia. 

Private Dancer bahkan memenangkan tiga penghargaan dalam Grammy Award, termasuk penampilan vokal wanita terbaik untuk "What's Love Got to Do with It." Single tersebut menjadi lagu andalan Turner. 

Tina kemudian merilis sejumlah album termasuk Break Every Rule (1986), Foreign Affair (1989), dan Wildest Dreams (1996). Kompilasi lagu terbaiknya yang bertajuk All the Best dirilis pada 2004. Turner juga tetap melanjutkan tur pada dekade 2000-an dan juga terlibat di sejumlah album artis lain, termasuk Herbie Hancock's River: The Joni Letters (2007), sebuah karya dari mendiang musisi legendaris, Joni Mitchell.

Tak hanya di dunia musik, Tina Turner menapaki karir akting yang sukses. Salah satunya, dia tampil dalam film “Mad Max Beyond Thunderdome” (1985). 

Pada dekade 90-an, Tina Turner pindah ke Eropa dan akhirnya menetap di Swiss. Setelah tinggal di situ beberapa tahun, Turner berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Swiss pada 2013 dan melepaskan kewarganegaraan AS.

Dengan karir menakjubkan tersebut, Tina meraih begitu banyak pengakuan dan penghargaan dari dunia musik. Dia bersama mantan suaminya, Ike, masuk dalam daftar Rock and Roll Hall of Fame pada 1991. Dia juga menerima Penghargaan Kennedy Center pada 2005.

Selain itu, Tina Turner meraih Grammy Lifetime Achievement Award pada 2018. Pada tahun yang sama, perjalanan karir Tina Turner ditampilkan dalam pertunjukan musikal yang disutradarai oleh Phyllida Lloyd. 

Film dokumenter yang mengulas perjalanan hidup Tina Turner pun dirilis pada 2021. Pada saat yang sama,Tina Turner kembali dikukuhkan sebagai legenda musik dalam Rock and Roll Hall of Fame sebagai artis solo.


Penulis : Oktaviano Donald

Editor   : Oktaviano Donald

MORE  STORIES

Miliarder Beli Klub Eropa, Ada Pengaruh ke Sepak Bola Indonesia?

Deretan pengusaha kakap Tanah Air miliki saham mayoritas di klub-klub sepak bola luar negeri

Noviarizal Fernandez | 17-05-2024

Polemik Pernikahan Massal 100 Anak Perempuan di Nigeria

Pendidikan lebih prioritas bagi anak-anak perempuan dibandingkan memaksanya untuk melakukan pernikahan

Context.id | 17-05-2024

Reimajinasi Baru Museum dan Cagar Budaya Menjadi Ruang Belajar Inklusif.

Kemdikbudristek meluncurkan Indonesian Heritage Agency atau IHA untuk memberikan citra baru bagi museum dan situs budaya nasional.

Context.id | 17-05-2024

Cerita Petani Kopi Binaan Starbucks, Kualitas Makin Baik Untung Kian Tebal

Starbucks FSC berkomitmen membantu para petani lokal dalam mengelola dan meningkatkan kualitas kopi yang mereka tanam

Ririn oktaviani | 17-05-2024