Stories - 24 May 2023

Apa yang Terjadi Jika Amerika Gagal Bayar Utang?

Kini, warga dunia sedang dihebohkan dengan kabar bahwa batas utang Amerika sudah hampir menyentuh batas atas (lagi).


Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen berbicara di Komunitas Banker Independen Amerika (ICBA) Capital Summit di Washington, DC. - Bloomberg -

Context.id, JAKARTA - Kini, warga dunia sedang dihebohkan dengan kabar bahwa batas utang Amerika Serikat (AS) sudah hampir menyentuh batas atas (lagi). Masalahnya, jika hal ini tidak diperhatikan, utang ini akan mengacaukan perekonomian dunia. 

Memangnya bagaimana bisa?

Seperti yang kita ketahui bahwa Amerika Serikat sudah beberapa dekade menjadi pusat perekonomian dunia. Mengutip dari The Atlantic, saat Perang Dunia I memasuki tahun ketiga, poros perekonomian dunia perlahan mulai beralih dari Eropa ke Amerika. 

Pasalnya, pada saat itu, wilayah Eropa sedang dilanda peperangan sehingga banyak mengalami kerusakan, dan tentunya butuh biaya besar untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Sementara,  Amerika Serikat yang juga ikut perang, tapi wilayahnya tidak ikut hancur, karena pusat perang bukan di Amerika. 

Maka dari itu, banyak negara yang mulai meminjam ke negeri Paman Sam, dalam dolar termasuk sentra bisnis dunia saat itu, Inggris dan Prancis. 

Nah, kita balik lagi ke masa kini. 

Jadi, ketika pemerintah AS menyatakan utang mereka hampir menyentuh batas atas, padahal batas ini sudah dinaikkan berkali-kali. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri dan menimbulkan pertanyaan, apa yang terjadi dengan dunia jika negara adidaya itu bangkrut?

Nantinya, ketika utang pemerintah AS telah lebih tinggi dari batas utang, ekonomi negara ini akan melemah. Pasalnya, Departemen Keuangan AS akan sulit untuk menerbitkan surat utang (obligasi), gaji pegawai, hingga tunjangan jaminan sosial. 

Masalahnya, batas utang itu diprediksi akan tersentuh paling cepat pada 1 Juni 2023. Pasalnya, dikutip dari New York Times, ada lebih dari US$1 triliun utang bendahara negara yang jatuh tempo antara 31 Mei dan akhir Juni. 

Alhasil jika isu ini dibiarkan tanpa tindakan dari pemerintah AS, hal ini akan menghancurkan kepercayaan pada pasar, yang akan berdampak sangat luas.

Diprediksi, suku bunga bisa naik besar-besaran, pasar saham yang akan hancur, hingga nilai dolar yang ditakutkan akan menurun. Diketahui, dolar Amerika masih memegang peringkat pertama sebagai mata uang cadangan devisa yang paling banyak dipegang oleh bank sentral dunia, baru disusul euro dan negara-negara lainnya.

“Kegagalan utang akan menjadi bencana besar dengan kejatuhan yang tak terduga tapi mungkin dramatis pada pasar keuangan AS dan global,” ujar Profesor Kebijakan Perdagangan di Universitas Cornell, Eswar Prasad, dikutip dari PBS.

Belajar dari tahun 2011, ketika anggota parlemen mencapai kesepakatan pada menit terakhir untuk menghindari pelanggaran batas utang, indeks saham S&P 500 sudah turun 17 persen dalam waktu dua minggu.


Penulis : Crysania Suhartanto

Editor   : Wahyu Arifin

MORE  STORIES

Tingkatkan Layanan Kesehatan Tak Cukup Dengan Penambahan SDM

Sub sistem tersebut berupa upaya, fasilitas, logistik dan obat-obatan, pembiayaan, serta SDM

Noviarizal Fernandez | 17-05-2024

Miliarder Beli Klub Eropa, Ada Pengaruh ke Sepak Bola Indonesia?

Deretan pengusaha kakap Tanah Air miliki saham mayoritas di klub-klub sepak bola luar negeri

Noviarizal Fernandez | 17-05-2024

Polemik Pernikahan Massal 100 Anak Perempuan di Nigeria

Pendidikan lebih prioritas bagi anak-anak perempuan dibandingkan memaksanya untuk melakukan pernikahan

Context.id | 17-05-2024

Reimajinasi Baru Museum dan Cagar Budaya Menjadi Ruang Belajar Inklusif.

Kemdikbudristek meluncurkan Indonesian Heritage Agency atau IHA untuk memberikan citra baru bagi museum dan situs budaya nasional.

Context.id | 17-05-2024