Share

Stories 24 Mei 2023

Kemajuan Industri Film dari Perspektif Dinasti Punjabi

Sadar tak sadar, industri film tumbuh subur dengan gencarnya tradisi dinasti atau sistem reproduksi kekuasaan yang mengandalkan keturunan.

Raam Punjabi dan Amrit Punjabi saat ditemui di Multivision Tower/ context.id

Context.id, JAKARTA - Wajah perfilman Indonesia semakin berwarna dengan kemunculan rumah produksi film, perusahaan penyokong karya-karya di bidang kreatif. Salah satu production house (PH) ternama Indonesia adalah Multivision Plus (MVP). 

Mulanya, perusahaan ini didirikan oleh Raam Punjabi, seorang keturunan India yang berkarir di Indonesia. Awal perjalanannya di industri film bermula kala ia bersama kedua saudara kandungnya, Dhamoo Punjabi dan Gobind Punjabi membangun PT. Parkit Film. Ketiganya sukses pesat menjadi produsen dan distributor film-film Indonesia dalam satu naungan.

Namun, saat sampai pada masa regenerasi terhadap anak-anak mereka, mereka memutuskan untuk memisahkan diri sebagai jalan terbaik guna menjawab perbedaan pemikiran antara para orang tua dengan kaum muda. Tapi, hal itu tidak disesalinya.

Seperti yang diungkap Raam Punjabi dalam wawancara eksklusif bersama Context ID, Raam menyatakan cara pikir generasi penerus yang menentukan. Sebab, mereka berkeinginan untuk memberikan kebaruan dalam industri film. Oleh karena itu, Raam tidak menganggap pecah kongsi ini sebagai sebuah masalah.

“Kalau rezeki itu sudah ditentukan Tuhan. Kita cuma harus kerja keras untuk meraih atau merebut rezeki agar jatuh ke kantong kita. Jadi, kami tetap menjaga persaudaraan dan saling mendukung. Jika saling menjatuhkan itu menjadi kebodohan yang jauh dari prinsip kami,” ujarnya saat ditemui Selasa (23/5/202

Film dan Dinasti Reproduksi

Kembali ke wajah perfilman Indonesia, sadar tak sadar fakta bahwa industri ini tumbuh subur dengan gencarnya tradisi dinasti atau sistem reproduksi kekuasaan yang mengandalkan keturunan mempengaruhi perkembangannya di bumi pertiwi. 

Karena pada akhirnya, rumah produksi kian menjamur meramaikan industri film yang diharapkan bertujuan untuk memajukan perfilman Indonesia. Selain itu, dukungan teknologi dan pengetahuan juga memainkan andil dalam meningkatnya kualitas konten kreatif dalam bentuk audio visual yang saat ini memiliki banyak ruang di hati masyarakat. 

Hal inilah yang perlu dimanfaatkan PH agar terus memperbaiki kualitas dan meningkatkan kuantitas produksi agar perfilman Indonesia bisa setara di level internasional. 



Penulis : Nisrina Khairunnisa

Editor   : Wahyu Arifin

Stories 24 Mei 2023

Kemajuan Industri Film dari Perspektif Dinasti Punjabi

Sadar tak sadar, industri film tumbuh subur dengan gencarnya tradisi dinasti atau sistem reproduksi kekuasaan yang mengandalkan keturunan.

Raam Punjabi dan Amrit Punjabi saat ditemui di Multivision Tower/ context.id

Context.id, JAKARTA - Wajah perfilman Indonesia semakin berwarna dengan kemunculan rumah produksi film, perusahaan penyokong karya-karya di bidang kreatif. Salah satu production house (PH) ternama Indonesia adalah Multivision Plus (MVP). 

Mulanya, perusahaan ini didirikan oleh Raam Punjabi, seorang keturunan India yang berkarir di Indonesia. Awal perjalanannya di industri film bermula kala ia bersama kedua saudara kandungnya, Dhamoo Punjabi dan Gobind Punjabi membangun PT. Parkit Film. Ketiganya sukses pesat menjadi produsen dan distributor film-film Indonesia dalam satu naungan.

Namun, saat sampai pada masa regenerasi terhadap anak-anak mereka, mereka memutuskan untuk memisahkan diri sebagai jalan terbaik guna menjawab perbedaan pemikiran antara para orang tua dengan kaum muda. Tapi, hal itu tidak disesalinya.

Seperti yang diungkap Raam Punjabi dalam wawancara eksklusif bersama Context ID, Raam menyatakan cara pikir generasi penerus yang menentukan. Sebab, mereka berkeinginan untuk memberikan kebaruan dalam industri film. Oleh karena itu, Raam tidak menganggap pecah kongsi ini sebagai sebuah masalah.

“Kalau rezeki itu sudah ditentukan Tuhan. Kita cuma harus kerja keras untuk meraih atau merebut rezeki agar jatuh ke kantong kita. Jadi, kami tetap menjaga persaudaraan dan saling mendukung. Jika saling menjatuhkan itu menjadi kebodohan yang jauh dari prinsip kami,” ujarnya saat ditemui Selasa (23/5/202

Film dan Dinasti Reproduksi

Kembali ke wajah perfilman Indonesia, sadar tak sadar fakta bahwa industri ini tumbuh subur dengan gencarnya tradisi dinasti atau sistem reproduksi kekuasaan yang mengandalkan keturunan mempengaruhi perkembangannya di bumi pertiwi. 

Karena pada akhirnya, rumah produksi kian menjamur meramaikan industri film yang diharapkan bertujuan untuk memajukan perfilman Indonesia. Selain itu, dukungan teknologi dan pengetahuan juga memainkan andil dalam meningkatnya kualitas konten kreatif dalam bentuk audio visual yang saat ini memiliki banyak ruang di hati masyarakat. 

Hal inilah yang perlu dimanfaatkan PH agar terus memperbaiki kualitas dan meningkatkan kuantitas produksi agar perfilman Indonesia bisa setara di level internasional. 



Penulis : Nisrina Khairunnisa

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Benarkah Penggunaan AI Menandakan Penurunan Berpikir Kritis Manusia?

Sebuah studi menunjukkan adanya korealasi antara tren peningkatan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dengan penurunan kemampuan kognitif manusia

Context.id . 17 January 2025

Altcoin Bakal Melejit dan Lewati Bitcoin di 2025?

Tahun 2025 diprediksi menjadi era baru bagi altcoin, kripto selain bitcoin

Context.id . 15 January 2025

Meta Bakal Ganti Insinyur Tingkat Menengah dengan Teknologi AI

Teknologi kecerdasan buatan (AI) akan menggantikan peran insinyur untuk menulis atau menyusun kode sistem operasi di Meta

Context.id . 15 January 2025

Sama Seperti Indonesia, Thailand Mulai Melarang Impor Sampah Plastik

Negara-negara berkembang menjadi penampung sampah plastik dari negara maju karena bisa dijadikan bahan baku murah untuk industri daur ulang

Context.id . 15 January 2025