Stories - 21 September 2022

Beasiswa LPDP: Simak Tips Lolos dan Jenis-Jenisnya

Program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan dibuka untuk 3.256 mahasiswa pada 2023. Jika ingin lolos, simak tips-tips berikut.


Logo LPDP.

Context, JAKARTA - Pada 2023 nanti, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta menyebutkan bahwa program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan dibuka untuk 3.256 mahasiswa.  Dengan begitu, para mahasiswa harus memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan matang jika ingin lolos LPDP.

Dikutip dari laman LPDP Kementerian Keuangan lpdp.kemenkeu.go.id, beasiswa LPDP adalah program yang dibuat untuk menciptakan pemimpin dan professional Indonesia di masa depan. Dengan begitu, jika ingin lolos LPDP, para mahasiswa perlu memerhatikan tips-tips seperti berikut.


Tips Lolos LPDP

1. Kuatkan Niat

Langkah pertama yang harus dilakukan para mahasiswa adalah dengan menguatkan niat. Jika niatnya tidak kuat, maka kemungkinan besar perjuangan untuk lolos LPDP ini hanya setengah-setengah

Maka dari itu, selain niat, para mahasiswa juga tidak boleh malas. Karena, meskipun niat sudah kuat namun tidak ada pergerakan untuk mendaftar LPDP, maka capaian lolos LPDP akan semakin sulit.

2. Recheck Persyaratan Administrasi

Dilansir dari bamai.uma.ac.id, screening dokumen persyaratan menjadi tahap pertama dalam proses seleksi beasiswa LPDP. karena itu, harus dipastikan lagi agar dokumen yang diberikan susah sesuai yang diminta.

Selain itu, jangan mempersiapkan dokumen terlalu dekat dengan deadline. Sebab, persyaratan administrasi beasiswa LPDP ini bisa dibilang membutuhkan dokumen yang cukup banyak.

3. Persiapkan Essay Secara Matang

Membuat essay menjadi salah satu tahap seleksi LPDP. Karena itu, perlu mempersiapkan essay yang akan dibuat secara matang. Pasalnya, essay yang dibuat nantinya akan bersaing dengan ratusan calon penerima beasiswa LPDP lainnya. 

4. Tingkatkan TOEFL dan IELTS

Sertifikat bahasa Inggris menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam seleksi LPDP. Jika hasil TOEFL dan IELTS bagus, maka hal tersebut jadi peluang yang besar untuk lolos proses seleksi, terutama yang bertujuan untuk kuliah di luar negeri.

5. Cari Informasi yang Tepat

Informasi mengenai LPDP bisa didapatkan langsung melalui website resminya, lpdp.kemenkeu.go.id. Jika ingin mendaftar program ini, pastikan untuk membuat akun di web tersebut, dan melakukan follow up agar informasi penting mengenai LPDP tidak terlewat.


Jenis-Jenis Beasiswa LPDP

Di laman resminya, terdapat empat jenis beasiswa dalam Program Beasiswa LPDP, yakni Targeted Scholarship, Affirmative Scholarship, General Scholarship, dan Collaborative Scholarship.

Dalam Targeted Scholarship, beasiswanya mencangkup Beasiswa PNS, TNI, dan POLRI, kemudian Beasiswa Kewirausahaan, Beasiswa Pendidikan Kader Ulama, dan Beasiswa Kerja Sama Bidang Metalurgi dan Sains Material.

Lalu dalam Affirmative Scholarship, mencangkup Beasiswa Penyandang Disabilitas, Beasiswa Daerah Afirmasi, Beasiswa Prasejahtera, dan Beasiswa Putra-Putri Papua. Sementara itu pada General Scholarship, mencangkup Beasiswa Reguler, Beasiswa PTUD, dan Beasiswa Co-funding.

Terakhir, dalam Collaborative Scholarship, programnya adalah hasil kolaborasi dengan kementerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024