Stories - 25 July 2022

HAKI Citayam Fashion Week Diperebutkan, Publik Kecewa

Citayam Fashion Week, sebuah julukan untuk sebuah fenomena masyarakat bergaya di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, sebentar lagi akan menjadi komersil.


Ilustrasi Citayam Fashion Week. - Puspa Larasati -

 

Context.id, JAKARTA - Nama Citayam Fashion Week sedang diperebutkan oleh satu perusahaan dan dua perorangan sedang berebut untuk mengklaim hak cipta dari nama fenomena yang sedang beken ini. 

 

Padahal, fenomena Citayam Fashion Week dinamakan karena aksi anak-anak muda yang berasal dari CItayam, Depok, Bojong Gede, Tangerang, dan daerah sekitarnya untuk nongkrong menggunakan baju fashionable di daerah tersebut. 

 

Adapun ketiga pihak yang mengklaim nama tersebut adalah PT. Tiger Wong Entertainment (milik Baim Wong), Indigo Aditya Nugroho, dan Daniel Handoko Santoso. Mereka mendaftarkan nama Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). 

 

Pihak PT Tiger Wong mendaftarkan diri sebagai hiburan dalam sifat peragaan busana serta layanan hiburan berupa podcast, video, dan berita. Serupa, Indigo mendaftarkannya sebagai  ajang pemilihan kontes, expo mengenai kesenian, kebudayaan, pendidikan, dan lain sebagainya. 

 

Sementara Daniel mendaftarkannya sebagai toko pakaian serba ada, mulai dari pakaian wanita, laki-laki-olahraga, pakaian tidur, jas hujan, sarung, hingga percetakan baju. 

 


Respons Baim Wong

 

Dilansir dari Tempo, Youtuber Baim Wong menegaskan bahwa merek Citayam Fashion Week bukanlah miliknya, melainkan milik komunitas Citayam, Bojong Gede, dan Depok. Baim Wong mengaku bahwa dirinya hanyalah orang yang mempunyai visi untuk menjadikan Citayam Fashion Week menjadi ajang untuk membuat tren itu menjadi wadah legal dan tidak musiman.

 

Selain itu, dengan dibentuknya Citayam Fashion Week, ia juga ingin memajukan industri fesyen Indonesia, sehingga dapat bersaing di pasar global. “Dan yang paling penting bisa memajukan fesyen Indonesia di mata dunia,” ujar Baim. 


 

Tidak Disetujui Ridwan Kamil dan Masyarakat

 

Dalam Instagramnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa fenomena Citayam Fashion Week ini harus dibiarkan natural dan tidak dicampuri oleh kepentingan komersial. 

 

“Dear Baim Wong dkk. Nasehat saya, tidak semua urusan di dunia ini harus selalu dilihat dari sisi komersial. Fenomena #CitayamFashionWeek ini adalah gerakan organik akar rumput yang tumbuh kembangnya harus natural dan organik pula,” ujar Ridwan Kamil.

 

Selain itu pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga menyarankan Baim Wong untuk mencabut permohonan HAKI ke Kemenkumham. 

 

Permintaan Ridwan Kamil inipun sontak didukung oleh warganet. “Setujuu Pak, gak semuanya soal uang dan ga semuanya harus diuangkan,” ujar seorang netizen @mestyariotedjo.


Penulis : Crysania Suhartanto

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Sederet Menteri Jokowi yang Gemar Olahraga

Di tengah kesibukannya, menteri-menteri kabinet Jokowi nyatanya banyak gemar berolahraga juga

Ririn oktaviani | 23-02-2024

Pendiri WikiLeaks Julian Assange akan Diekstradisi?

Pemerintah AS dan juga warga dunia menunggu langkah selanjutnya Pemerintah Inggris, apakah akan mengekstradisi Julian Assange atau tidak.

Context.id | 23-02-2024

Tuntut Perbaikan Upah, Dokter di Korsel Mogok Kerja

Unjuk rasa ini menjadi salah satu aksi mogok kerja terbesar dalam sejarah Korea Selatan. Negeri Gingseng ini sering diwarnai unjuk rasa gerakan ...

Context.id | 23-02-2024

Pemerintah Adakan Program Doktor Terapan di Perguruan Tinggi Vokasi

Program doktor terapan membuat pendidikan vokasi mempunyai jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari diploma, sarjana, magister hingga doktor.

Context.id | 22-02-2024