Stories - 08 July 2022

Selain Shinzo Abe, Inilah 4 Penembakan Pemimpin Dunia

Peristiwa penembakan pemimpin negara seperti yang menimpa mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bukan lah yang pertama kalinya terjadi.


Shinzo Abe dinyatakan meninggal dunia setelah ditembak saat berpidato. -Bloomberg-

Context, JAKARTA - Peristiwa penembakan pemimpin negara seperti yang menimpa mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bukan lah yang pertama kalinya terjadi. Beberapa kali peristiwa serupa juga pernah terjadi, bahkan menewaskan para pemimpin negara tersebut.

Sebelumnya, dunia dikejutkan dengan kabar ditembaknya Shinzo Abe saat sedang melakukan pidato politik pada Jumat (8/7/2022). Setelah ditembak di bagian dada, Shinzo Abe terlihat langsung tidak sadarkan diri. Dilansir dari Bisnis.com, Abe juga mengalami serangan jantung setelah serangan tersebut.

Sesaat setelah menembakan senjatanya ke Abe, pelaku langsung diamankan oleh polisi dan pihak berwenang yang berjaga. Berdasarkan penyelidikan polisi, pelaku mengaku sebagai Tetsuya Yamagami, warga Kota Nara berusia 40-an.

Setelah kejadian, Abe langsung diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter. namun sayangnya, kondisi Shinzo Abe memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal.

Selain Shinzo Abe, beberapa pemimpin negara di belahan dunia lainnya juga pernah mengalami peristiwa yang sama. Bahkan sebagian besar dari mereka harus meregang nyawa. Berikut 4 pemimpin negara yang pernah ditembak di depan umum.


1.Mahatma Gandhi

Mohandas Karamchand Gandhi atau Mahatma Gandhi adalah seorang pejuang kemerdekaan India dari pemerintahan Inggris dengan mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, serta tanpa kekerasan. Karena itu, Gandhi juga dikenal sebagai tokoh pasifisme.

Setelah India lepas dari Inggris, pemerintah Inggris sepakat untuk membentuk dua negara, yaitu India yang mayoritas beragama Hindu, dan Pakistan yang mayoritas beragama Muslim. Pemisahan India ini ternyata juga menimbulkan konflik agama baru antara Muslim dan Hindu.

Gandhi yang seorang pasifis, bertujuan untuk mendamaikan dua kelompok tersebut. Namun, toleransinya kepada umat muslim ternyata tidak disukai oleh kelompok ekstremis. Sampai akhirnya pada 30 Januari 1948, Gandhi ditembak oleh seorang ekstremis Hindu bernama Nathuram Godse saat akan pergi ke New Delhi.

Akibat penembakan ini, Gandhi pun meninggal dunia. Pelaku dan rekannya dihukum dengan hukuman mati pada 15 November 1949.


2. John F. Kennedy

Pada 22 November 1963, Presiden ke-35 Amerika Serikat ini tewas ditembak oleh sniper saat sedang duduk di kursi penumpang bersama istrinya, Jackie. Saat itu, ia sedang berkeliling kota Dallas, Texas sembari menyara masyarakat Dallas yang mengerumuninya. Saat itu, mobil yang ditumpangi oleh Kennedy adalah mobil dengan atap terbuka. Hal ini membuatnya mudah untuk diserang oleh orang lain dari arah yang lebih tinggi.

Penembakan John F. Kennedy ini membuat munculnya berbagai teori konspirasi di seluruh dunia. Pasalnya, hingga kini tokoh pembunuhnya masih samar-samar. Meskipun ribuan arsip penembakan John F. Kennedy telah dibuka oleh Badan Arsip Amerika Serikat, Beberapa pihak termasuk sejarawan masih belum percaya jika pembunuhnya hanya dilakukan oleh eks-anggota Marinir AS Lee Harvey Oswald.


3. Benazir Bhutto

Benazir Bhutto adalah seorang tokoh perempuan pertama yang menjadi pemimpin pemerintahan demokratis di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Ia juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang kharismatik. Selama menjadi pemimpin Perdana Menteri Pakistan, ia menjabat selama dua periode.

Sayangnya hal ini tidak menghindarkan Benazir Bhutto dari serangan pembunuhan. Pada 27 Desember 2007, di Rawalpindi, Pakistan, tepatnya setelah melakukan kampanye politik, Benazir diserang oleh rentetan tembakan dan bom. Kejadian ini membuat ia tewas, dan Pakistan masuk ke era kekacauan politik dan kekerasan.


4. Anwar Sadat

Penembakan pemimpin negara di depan umum juga pernah terjadi di Mesir. Saat itu, Mesir dipimpin oleh seorang bernama Anwar Sadat. Di masa kepemimpinannya, ia menjadi pemimpin di kawasan Arab pertama yang mengakui Israel sebagai sebuah negara melalui perjanjian Camp David. Keputusannya ini tentu mengundang banyak penolakan, terutama dari kelompok ekstremis Islam di Mesir.

Pada 6 Oktober 1981, di sebuah parade militer di hari perayaan ulang tahun perang Yom Kippur, Anwar Sadat yang sedang menonton tiba-tiba didatangi 4 orang berbaju tentara dari arah depan. Memanfaatkan para penonton yang sedang teralihkan oleh aksi akrobatik angkatan udara Mesir, 4 orang tersebut langsung memberondong Sadat dengan senjata dan granat hingga ia tewas di tempat.

Aksi penembakan tersebut dipimpin oleh Khaled el Islambouli, seorang letnan di tentara Mesir yang memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis Takfir Wal-Hajira. Dalam penembakan itu, 10 orang di sekitar Anwar Sadat Juga dinyatakan tewas.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Pencemaran Udara Perlu Diiringi Penegakkan Hukum

Penyelesaian persoalan pencemaran udara perlu diiringi dengan penegakkan hukum

Noviarizal Fernandez | 21-09-2023

Polemik Utang Pemerintah ke BUMN

Pemerintah diminta untuk segera membayarkan utang atau tanggungannya kepada BUMN agar tidak mengganggu kinerja perusahaan pelat merah tersebut

Noviarizal Fernandez | 21-09-2023

Kejagung Dalami Korupsi Dana Sawit di BPDPKS

Kerugian negara dalam dugaan korupsi di BPDPKS ini karena ada korporasi yang mendapatkan dana pengembangan biodiesel tapi hasilnya tidak sesuai

Noviarizal Fernandez | 21-09-2023

Kementerian BUMN Gandeng Kejagung Awasi Dana Pensiun

Amburadulnya pengelolaan dana pensiun badan usaha milik negara (Dapen BUMN) yang dapat mengakibatkan kerugian besar menjadi perhatian pemerintah

Noviarizal Fernandez | 21-09-2023