Share

Home Stories

Stories 26 Februari 2025

Antioksidan dalam Buah Bisa Redam Dampak Mikroplastik pada Kesuburan

Antosianin, zat antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga mampu melindungi tubuh dari efek buruk mikroplastik pada tubuh

Ilustrasi mikroplastik/getimg.ai

Context.id, JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan antosianin, antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga dapat mengurangi dampak negatif mikroplastik terhadap sistem reproduksi manusia.

Mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil, telah ditemukan dalam testis, sperma, jaringan ovarium, plasenta, hingga ASI. 

Zat ini dikaitkan dengan gangguan hormon, penurunan jumlah dan kualitas sperma, serta kerusakan ovarium.

Studi yang dilakukan oleh Jaringan Pangan dan Kesehatan Finlandia-Tiongkok menunjukkan antosianin mampu melindungi tubuh dari efek buruk ini. 

Pada uji coba terhadap tikus seperti dilaporkan The Guardian, hewan yang diberi antosianin setelah terpapar mikroplastik mengalami peningkatan kualitas sperma, pemulihan kadar hormon testosteron, serta perlindungan jaringan testis dan ovarium.

Mikroplastik diketahui dapat melewati sawar darah-testis, menyebabkan peradangan pada jaringan reproduksi pria. Antosianin tampaknya membantu menjaga integritas sawar ini, mencegah kerusakan lebih lanjut. 

Penelitian juga menunjukkan zat ini berperan dalam menjaga sel Leydig, yang bertanggung jawab atas produksi testosteron, tetap berfungsi dengan baik.

Pada perempuan, mikroplastik dalam jaringan ovarium memicu peradangan yang menurunkan kadar estrogen dan hormon lainnya. 

Uji coba pada tikus menunjukkan bahwa antosianin membantu menormalkan kadar hormon dan melindungi jaringan ovarium dari kerusakan lebih lanjut.

Para peneliti menilai temuan ini menjanjikan, tetapi menekankan perlunya studi lebih lanjut untuk memahami efektivitas antosianin dalam melindungi sistem reproduksi manusia dari dampak mikroplastik



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

Home Stories

Stories 26 Februari 2025

Antioksidan dalam Buah Bisa Redam Dampak Mikroplastik pada Kesuburan

Antosianin, zat antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga mampu melindungi tubuh dari efek buruk mikroplastik pada tubuh

Ilustrasi mikroplastik/getimg.ai

Context.id, JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan antosianin, antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga dapat mengurangi dampak negatif mikroplastik terhadap sistem reproduksi manusia.

Mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil, telah ditemukan dalam testis, sperma, jaringan ovarium, plasenta, hingga ASI. 

Zat ini dikaitkan dengan gangguan hormon, penurunan jumlah dan kualitas sperma, serta kerusakan ovarium.

Studi yang dilakukan oleh Jaringan Pangan dan Kesehatan Finlandia-Tiongkok menunjukkan antosianin mampu melindungi tubuh dari efek buruk ini. 

Pada uji coba terhadap tikus seperti dilaporkan The Guardian, hewan yang diberi antosianin setelah terpapar mikroplastik mengalami peningkatan kualitas sperma, pemulihan kadar hormon testosteron, serta perlindungan jaringan testis dan ovarium.

Mikroplastik diketahui dapat melewati sawar darah-testis, menyebabkan peradangan pada jaringan reproduksi pria. Antosianin tampaknya membantu menjaga integritas sawar ini, mencegah kerusakan lebih lanjut. 

Penelitian juga menunjukkan zat ini berperan dalam menjaga sel Leydig, yang bertanggung jawab atas produksi testosteron, tetap berfungsi dengan baik.

Pada perempuan, mikroplastik dalam jaringan ovarium memicu peradangan yang menurunkan kadar estrogen dan hormon lainnya. 

Uji coba pada tikus menunjukkan bahwa antosianin membantu menormalkan kadar hormon dan melindungi jaringan ovarium dari kerusakan lebih lanjut.

Para peneliti menilai temuan ini menjanjikan, tetapi menekankan perlunya studi lebih lanjut untuk memahami efektivitas antosianin dalam melindungi sistem reproduksi manusia dari dampak mikroplastik



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bank Digital Bantu Gen Z Menabung atau Justru Makin Boros?

Bank digital mempermudah transaksi, tapi tanpa disiplin finansial, kemudahan itu bisa jadi jebakan konsumtif.

Renita Sukma . 30 March 2025

Darah Buatan: Berapa Lama Lagi Terwujud?

Di lab canggih dari Inggris hingga Jepang, para ilmuwan berupaya menciptakan yang selama ini hanya ada dalam fiksi ilmiah darah buatan. r n

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Negara Penghasil Kurma Terbesar di Dunia dan Kontroversi di Baliknya

Kurma tumbuh subur di wilayah beriklim panas dengan musim kering yang panjang sehingga banyak ditemui di Timur Tengah dan Afrika Utara

Noviarizal Fernandez . 25 March 2025

Push-up Ternyata Bisa Mempengaruhi Hidup Pegiatnya

Push-up lebih dari sekadar memperkuat tubuh, tetapi juga membangun disiplin dan kepercayaan diri

Noviarizal Fernandez . 24 March 2025