Antioksidan dalam Buah Bisa Redam Dampak Mikroplastik pada Kesuburan
Antosianin, zat antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga mampu melindungi tubuh dari efek buruk mikroplastik pada tubuh

Context.id, JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan antosianin, antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga dapat mengurangi dampak negatif mikroplastik terhadap sistem reproduksi manusia.
Mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil, telah ditemukan dalam testis, sperma, jaringan ovarium, plasenta, hingga ASI.
Zat ini dikaitkan dengan gangguan hormon, penurunan jumlah dan kualitas sperma, serta kerusakan ovarium.
Studi yang dilakukan oleh Jaringan Pangan dan Kesehatan Finlandia-Tiongkok menunjukkan antosianin mampu melindungi tubuh dari efek buruk ini.
Pada uji coba terhadap tikus seperti dilaporkan The Guardian, hewan yang diberi antosianin setelah terpapar mikroplastik mengalami peningkatan kualitas sperma, pemulihan kadar hormon testosteron, serta perlindungan jaringan testis dan ovarium.
Mikroplastik diketahui dapat melewati sawar darah-testis, menyebabkan peradangan pada jaringan reproduksi pria. Antosianin tampaknya membantu menjaga integritas sawar ini, mencegah kerusakan lebih lanjut.
Penelitian juga menunjukkan zat ini berperan dalam menjaga sel Leydig, yang bertanggung jawab atas produksi testosteron, tetap berfungsi dengan baik.
Pada perempuan, mikroplastik dalam jaringan ovarium memicu peradangan yang menurunkan kadar estrogen dan hormon lainnya.
Uji coba pada tikus menunjukkan bahwa antosianin membantu menormalkan kadar hormon dan melindungi jaringan ovarium dari kerusakan lebih lanjut.
Para peneliti menilai temuan ini menjanjikan, tetapi menekankan perlunya studi lebih lanjut untuk memahami efektivitas antosianin dalam melindungi sistem reproduksi manusia dari dampak mikroplastik
RELATED ARTICLES
Antioksidan dalam Buah Bisa Redam Dampak Mikroplastik pada Kesuburan
Antosianin, zat antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga mampu melindungi tubuh dari efek buruk mikroplastik pada tubuh

Context.id, JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan antosianin, antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga dapat mengurangi dampak negatif mikroplastik terhadap sistem reproduksi manusia.
Mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil, telah ditemukan dalam testis, sperma, jaringan ovarium, plasenta, hingga ASI.
Zat ini dikaitkan dengan gangguan hormon, penurunan jumlah dan kualitas sperma, serta kerusakan ovarium.
Studi yang dilakukan oleh Jaringan Pangan dan Kesehatan Finlandia-Tiongkok menunjukkan antosianin mampu melindungi tubuh dari efek buruk ini.
Pada uji coba terhadap tikus seperti dilaporkan The Guardian, hewan yang diberi antosianin setelah terpapar mikroplastik mengalami peningkatan kualitas sperma, pemulihan kadar hormon testosteron, serta perlindungan jaringan testis dan ovarium.
Mikroplastik diketahui dapat melewati sawar darah-testis, menyebabkan peradangan pada jaringan reproduksi pria. Antosianin tampaknya membantu menjaga integritas sawar ini, mencegah kerusakan lebih lanjut.
Penelitian juga menunjukkan zat ini berperan dalam menjaga sel Leydig, yang bertanggung jawab atas produksi testosteron, tetap berfungsi dengan baik.
Pada perempuan, mikroplastik dalam jaringan ovarium memicu peradangan yang menurunkan kadar estrogen dan hormon lainnya.
Uji coba pada tikus menunjukkan bahwa antosianin membantu menormalkan kadar hormon dan melindungi jaringan ovarium dari kerusakan lebih lanjut.
Para peneliti menilai temuan ini menjanjikan, tetapi menekankan perlunya studi lebih lanjut untuk memahami efektivitas antosianin dalam melindungi sistem reproduksi manusia dari dampak mikroplastik
POPULAR
RELATED ARTICLES