Share

Home Stories

Stories 14 November 2024

Mau Panjang Umur hingga Usia 72, Ini Tips Sehat dari Pemenang Nobel Biologi

Di tengah ramainya industri antipenuaan, prinsip sederhana tapi kuat tetap relevan pola makan sehat, tidur cukup dan berolahraga

Pasangan lansia yang tetap sehat bugar karena olahraga/NIDDK

Context.id, JAKARTA - Pada usia 72 tahun, Venki Ramakrishnan tidak hanya dikenal sebagai pemenang Hadiah Nobel di bidang biologi, tetapi juga sebagai contoh nyata bagaimana menjaga tubuh tetap bugar dan sehat seiring bertambahnya usia. 

Sebagai ahli mikrobiologi yang mempelajari ribosom, bagian penting dalam sel yang bertugas membuat protein dari informasi genetik, Ramakrishnan juga mengamati dengan cermat fenomena penuaan yang semakin mendapat perhatian besar dalam beberapa dekade terakhir.

Selama lebih dari satu dekade, dunia ilmiah telah digemparkan oleh revolusi penelitian terkait penuaan. 

Lebih dari 300.000 artikel ilmiah telah diterbitkan, dan sekitar 700 perusahaan rintisan dengan investasi miliaran dolar bersaing untuk menemukan terapi anti-penuaan yang dapat memperpanjang usia manusia. 

Di tengah gemuruhnya industri ini, Ramakrishnan memiliki pandangan yang lebih sederhana dan realistis tentang bagaimana kita bisa menjalani hidup yang panjang dan sehat.



Dalam bukunya yang terbaru, Why We Die, Ramakrishnan menjelaskan meskipun telah ada beberapa terobosan penting dalam penelitian penuaan, kita masih jauh dari terobosan medis yang bisa langsung diterjemahkan menjadi terapi yang efektif untuk masyarakat luas.

Bahkan, meskipun banyak perusahaan berfokus pada solusi berbasis biohacking atau suplemen seperti Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD), pendekatan yang lebih sederhana dan lebih terbukti justru sering kali diabaikan.

Olahraga kuncinya
Untuk Ramakrishnan, penuaan yang sehat bukanlah hasil dari teknologi canggih atau terapi terbaru, melainkan dari kebiasaan hidup yang sehat. 

Baginya, rahasia utama untuk menua dengan baik terletak pada olahraga yang rutin. "Olahraga memberikan banyak manfaat untuk penuaan yang sehat," ujarnya. 

Ramakrishnan sendiri menjadi contoh hidup dari prinsip ini. Setiap hari, dia bersepeda setidaknya enam mil dan dalam seminggu beberapa kali pergi ke pusat kebugaran untuk latihan kardiovaskular dan kekuatan.

Rutin berolahraga tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. 

Ramakrishnan mengingatkan kita aktivitas fisik tetap menjadi salah satu cara yang paling efektif dan terjangkau untuk menjaga tubuh tetap bugar, bahkan seiring bertambahnya usia.

Makan sehat dan tidur cukup
Selain olahraga, Ramakrishnan juga menekankan pentingnya pola makan yang sehat dan tidur yang cukup. 

Meski tidak mengklaim memiliki diet khusus atau mengikuti tren diet tertentu, dia percaya konsumsi makanan bergizi seimbang, yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral, adalah bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung proses penuaan yang lebih baik. 

Tidur yang berkualitas, di sisi lain, juga menjadi faktor krusial dalam menjaga kesehatan tubuh dan otak.

Sebagai ilmuwan yang telah mempelajari ribosom dan bagaimana protein dibentuk dalam tubuh, Ramakrishnan memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga sel-sel tubuh agar tetap dalam kondisi optimal. 

Namun, dia mengingatkan tidak ada "pil ajaib" yang bisa menggantikan kebiasaan hidup sehat. 

Terapi atau suplemen mungkin menawarkan manfaat sementara, tetapi tidak ada yang bisa menggantikan fondasi gaya hidup yang baik.

Di usianya yang menginjak 72 tahun, Venki Ramakrishnan tidak hanya berbicara tentang ilmu penuaan, tetapi juga tentang bagaimana dia mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Meskipun dunia penelitian tentang penuaan semakin maju, ia tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar: hidup dengan sederhana, berolahraga, makan dengan bijak, dan tidur cukup. 

Bagi Ramakrishnan, panjang umur bukan hanya soal berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita menjalani hari-hari kita dengan sehat dan penuh energi.

Seiring berkembangnya industri antipenuaan yang terus berusaha menemukan solusi instan, dia tetap berpegang pada prinsip sederhana namun kuat: hidup sehat adalah kunci untuk menua dengan baik. 



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin

Stories 14 November 2024

Mau Panjang Umur hingga Usia 72, Ini Tips Sehat dari Pemenang Nobel Biologi

Di tengah ramainya industri antipenuaan, prinsip sederhana tapi kuat tetap relevan pola makan sehat, tidur cukup dan berolahraga

Pasangan lansia yang tetap sehat bugar karena olahraga/NIDDK

Context.id, JAKARTA - Pada usia 72 tahun, Venki Ramakrishnan tidak hanya dikenal sebagai pemenang Hadiah Nobel di bidang biologi, tetapi juga sebagai contoh nyata bagaimana menjaga tubuh tetap bugar dan sehat seiring bertambahnya usia. 

Sebagai ahli mikrobiologi yang mempelajari ribosom, bagian penting dalam sel yang bertugas membuat protein dari informasi genetik, Ramakrishnan juga mengamati dengan cermat fenomena penuaan yang semakin mendapat perhatian besar dalam beberapa dekade terakhir.

Selama lebih dari satu dekade, dunia ilmiah telah digemparkan oleh revolusi penelitian terkait penuaan. 

Lebih dari 300.000 artikel ilmiah telah diterbitkan, dan sekitar 700 perusahaan rintisan dengan investasi miliaran dolar bersaing untuk menemukan terapi anti-penuaan yang dapat memperpanjang usia manusia. 

Di tengah gemuruhnya industri ini, Ramakrishnan memiliki pandangan yang lebih sederhana dan realistis tentang bagaimana kita bisa menjalani hidup yang panjang dan sehat.



Dalam bukunya yang terbaru, Why We Die, Ramakrishnan menjelaskan meskipun telah ada beberapa terobosan penting dalam penelitian penuaan, kita masih jauh dari terobosan medis yang bisa langsung diterjemahkan menjadi terapi yang efektif untuk masyarakat luas.

Bahkan, meskipun banyak perusahaan berfokus pada solusi berbasis biohacking atau suplemen seperti Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD), pendekatan yang lebih sederhana dan lebih terbukti justru sering kali diabaikan.

Olahraga kuncinya
Untuk Ramakrishnan, penuaan yang sehat bukanlah hasil dari teknologi canggih atau terapi terbaru, melainkan dari kebiasaan hidup yang sehat. 

Baginya, rahasia utama untuk menua dengan baik terletak pada olahraga yang rutin. "Olahraga memberikan banyak manfaat untuk penuaan yang sehat," ujarnya. 

Ramakrishnan sendiri menjadi contoh hidup dari prinsip ini. Setiap hari, dia bersepeda setidaknya enam mil dan dalam seminggu beberapa kali pergi ke pusat kebugaran untuk latihan kardiovaskular dan kekuatan.

Rutin berolahraga tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. 

Ramakrishnan mengingatkan kita aktivitas fisik tetap menjadi salah satu cara yang paling efektif dan terjangkau untuk menjaga tubuh tetap bugar, bahkan seiring bertambahnya usia.

Makan sehat dan tidur cukup
Selain olahraga, Ramakrishnan juga menekankan pentingnya pola makan yang sehat dan tidur yang cukup. 

Meski tidak mengklaim memiliki diet khusus atau mengikuti tren diet tertentu, dia percaya konsumsi makanan bergizi seimbang, yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral, adalah bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung proses penuaan yang lebih baik. 

Tidur yang berkualitas, di sisi lain, juga menjadi faktor krusial dalam menjaga kesehatan tubuh dan otak.

Sebagai ilmuwan yang telah mempelajari ribosom dan bagaimana protein dibentuk dalam tubuh, Ramakrishnan memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga sel-sel tubuh agar tetap dalam kondisi optimal. 

Namun, dia mengingatkan tidak ada "pil ajaib" yang bisa menggantikan kebiasaan hidup sehat. 

Terapi atau suplemen mungkin menawarkan manfaat sementara, tetapi tidak ada yang bisa menggantikan fondasi gaya hidup yang baik.

Di usianya yang menginjak 72 tahun, Venki Ramakrishnan tidak hanya berbicara tentang ilmu penuaan, tetapi juga tentang bagaimana dia mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Meskipun dunia penelitian tentang penuaan semakin maju, ia tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar: hidup dengan sederhana, berolahraga, makan dengan bijak, dan tidur cukup. 

Bagi Ramakrishnan, panjang umur bukan hanya soal berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita menjalani hari-hari kita dengan sehat dan penuh energi.

Seiring berkembangnya industri antipenuaan yang terus berusaha menemukan solusi instan, dia tetap berpegang pada prinsip sederhana namun kuat: hidup sehat adalah kunci untuk menua dengan baik. 



Penulis : Context.id

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

Bukan Cuma Kafe, di Blok M Juga Ada Koperasi Kelurahan Merah Putih

Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Melawai di Blok M Hub, Jakarta Selatan merupakan Koperasi Merah Putih tingkat kelurahan pertama di Indonesia

Renita Sukma . 26 August 2025

TikTok Rilis Fitur Kampus, Mirip Facebook Versi Awal

Survei Pew Research Center pada 2024 menemukan enam dari sepuluh remaja di AS mengaku rutin menggunakan TikTok dan fitur ini bisa menggaet lebih ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 26 August 2025

Bubur Ayam Indonesia Dinobatkan sebagai Bubur Terenak di Dunia!

TasteAtlas menempatkan bubur ayam Indonesia sebagai bubur terenak dunia mengungguli Arroz Caldo dari Filipina serta Chè ba màu, bubur khas Vietn ...

Jessica Gabriela Soehandoko . 26 August 2025

Menang di WTO, Mendag Dorong Uni Eropa Cabut Bea Imbalan Biodiesel

Pemerintah Indonesia mendesak Uni Eropa agar segera menghapus bea masuk imbalan atas impor produk biodiesel RI setelah terbitnya keputusan WTO

Renita Sukma . 25 August 2025