Perang Korea Bakal Segera Terjadi? Ini Tanda-tandanya!
Sejumlah tindakan yang dilakukan Korea Utara menciptakan asumsi Semenanjung Korea segera kembali dilanda perang
Context.id, JAKARTA - Hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara semakin memanas dan bahkan menuju perang?
Sebenarnya bukan mau perang, lebih tepatnya bakal melanjutkan perang mereka yang sudah lama terhenti. Iya, Korea ini terlibat perang saudara pada 1950-1953. Ada film yang mengisahkan kedua perang ini.
Jadi mereka terbagi dua kubu, Korea Selatan (Korsel) yang menganut demokrasi tentunya dibantu negara-negara Barat dan Korea Utara (Korut) yang memilih jadi komunis berbarengan dengan China dan Rusia.
Perang saudara ini berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai untuk benar-benar menghentikan perang selamanya.
Alhasil, hubungan kedua negara ini memang pasang surut. Terkadang adem ayem, kadang panas banget.
Nah sekarang ini lagi panas banget. Setelah masing-masing melakukan psywar, Korut selangkah lebih jajuh dengan memasukan Korsel sebagai musuh negara dalam konstitusinya.
Sebelumnya, Presiden Korut Kim Jong Un juga telah meledakkan jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan kedua negara
Korut juga mengumumkan memisahkan sepenuhnya wilayahnya dengan Korsel, dan menganggapnya bukan lagi mitra rekonsiliasi
Langkah Korut itu membuat perang Semenanjung Korea jilid II di depan mata. Apalagi, saat ini Korut mengklaim sekitar 1,4 juta orang warganya siap bergabung atau kembali menjadi tentara untuk berperang.
Tapi, bisa jadi ini hanya gertakan. Soalnya Korut memang sering bikin klaim-klaim bombastis kalau hubungannya sedang memanas dengan negara lain
Kemarahan Korut kali ini disebutkan gara-gara ulah Korsel itu sendiri. Korut menuduh Korsel mengirim drone ke Pyongyang, mengirim balon isi propaganda, hingga melakukan latihan militer sama AS.
Duh, kalau terjadi perang makin seram aja ya kawasan Asia Timur ini. Soalnya China sama Taiwan juga lagi panas hubungannya.
POPULAR
RELATED ARTICLES
Perang Korea Bakal Segera Terjadi? Ini Tanda-tandanya!
Sejumlah tindakan yang dilakukan Korea Utara menciptakan asumsi Semenanjung Korea segera kembali dilanda perang
Context.id, JAKARTA - Hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara semakin memanas dan bahkan menuju perang?
Sebenarnya bukan mau perang, lebih tepatnya bakal melanjutkan perang mereka yang sudah lama terhenti. Iya, Korea ini terlibat perang saudara pada 1950-1953. Ada film yang mengisahkan kedua perang ini.
Jadi mereka terbagi dua kubu, Korea Selatan (Korsel) yang menganut demokrasi tentunya dibantu negara-negara Barat dan Korea Utara (Korut) yang memilih jadi komunis berbarengan dengan China dan Rusia.
Perang saudara ini berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai untuk benar-benar menghentikan perang selamanya.
Alhasil, hubungan kedua negara ini memang pasang surut. Terkadang adem ayem, kadang panas banget.
Nah sekarang ini lagi panas banget. Setelah masing-masing melakukan psywar, Korut selangkah lebih jajuh dengan memasukan Korsel sebagai musuh negara dalam konstitusinya.
Sebelumnya, Presiden Korut Kim Jong Un juga telah meledakkan jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan kedua negara
Korut juga mengumumkan memisahkan sepenuhnya wilayahnya dengan Korsel, dan menganggapnya bukan lagi mitra rekonsiliasi
Langkah Korut itu membuat perang Semenanjung Korea jilid II di depan mata. Apalagi, saat ini Korut mengklaim sekitar 1,4 juta orang warganya siap bergabung atau kembali menjadi tentara untuk berperang.
Tapi, bisa jadi ini hanya gertakan. Soalnya Korut memang sering bikin klaim-klaim bombastis kalau hubungannya sedang memanas dengan negara lain
Kemarahan Korut kali ini disebutkan gara-gara ulah Korsel itu sendiri. Korut menuduh Korsel mengirim drone ke Pyongyang, mengirim balon isi propaganda, hingga melakukan latihan militer sama AS.
Duh, kalau terjadi perang makin seram aja ya kawasan Asia Timur ini. Soalnya China sama Taiwan juga lagi panas hubungannya.
POPULAR
RELATED ARTICLES