Share

Home Unfold

Unfold 14 Juni 2022

Ramai Startup PHK Karyawan, Gara-Gara Bakar Uang?

Pada akhir Mei 2022, beberapa perusahaan rintisan mem-PHK karyawannya untuk penghematan. Sebenarnya, apa yang terjadi dengan dunia startup Indonesia?

Context.id, JAKARTA - Pandemi hampir usai, hampir semua sektor ekonomi membaik, kecuali sektor teknologi.

Pasalnya, bidang ini justru mencapai kejayaannya akibat pandemi dan kini terpaksa mengalami penurunan karena dunia yang sudah berangsung-angsur menjadi normal. Hal ini sangat mempengaruhi pemasukan perusahaan, terutama bagi startup teknologi yang masih berjuang untuk bertahan.

Mimpi buruk pun bermula pada awal Mei 2022. Sejumlah startup di pusat perkembangan teknologi Amerika, Silicon Valley mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja. Beberapa perusahaan rintisan bahkan melaporkan bahwa banyak investor yang menarik pendanaannya sehingga mereka akan menunda pencatatan saham perdana di bursa.

Parahnya, krisis ini tidak hanya menyerang industri startup. Beberapa perusahaan besar seperti Netflix, Google, Airbnb, dan Facebook juga mengalami penurunan omzet akhir-akhir ini.

Kemudian, krisis inipun menyebar ke seluruh dunia, termasuk startup di Indonesia. Pada akhir Mei 2022, beberapa perusahaan rintisan buatan anak bangsa mem-PHK karyawannya untuk melakukan penghematan. Seperti LinkAja, Zenius, TaniHub, serta JD.ID.

Jadinya, para startup di Indonesia terpaksa mencoba untuk mengganti arah bisnisnya.
Dan beberapa tenaga kerja yang kinerjanya kurang, atau tidak sesuai dengan arah bisnis barunya, terpaksa dihentikan.

Selama ini, model bisnis yang kerap dilakukan startup adalah “bakar uang” dan mengejar omzet, transaksi, dan valuasi. Padahal yang diperlukan adalah profit, agar perusahaan tidak harus bergantung pada para investor untuk mengekspansi perusahaan.

Namun beberapa startup, profitnya masih sedikit, bahkan tidak sedikit yang minus.
Jadi, perusahaan hanya dapat bergantung pada para investor agar dapat berkembang.


Home Unfold

Unfold 14 Juni 2022

Ramai Startup PHK Karyawan, Gara-Gara Bakar Uang?

Pada akhir Mei 2022, beberapa perusahaan rintisan mem-PHK karyawannya untuk penghematan. Sebenarnya, apa yang terjadi dengan dunia startup Indonesia?

Context.id, JAKARTA - Pandemi hampir usai, hampir semua sektor ekonomi membaik, kecuali sektor teknologi.

Pasalnya, bidang ini justru mencapai kejayaannya akibat pandemi dan kini terpaksa mengalami penurunan karena dunia yang sudah berangsung-angsur menjadi normal. Hal ini sangat mempengaruhi pemasukan perusahaan, terutama bagi startup teknologi yang masih berjuang untuk bertahan.

Mimpi buruk pun bermula pada awal Mei 2022. Sejumlah startup di pusat perkembangan teknologi Amerika, Silicon Valley mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja. Beberapa perusahaan rintisan bahkan melaporkan bahwa banyak investor yang menarik pendanaannya sehingga mereka akan menunda pencatatan saham perdana di bursa.

Parahnya, krisis ini tidak hanya menyerang industri startup. Beberapa perusahaan besar seperti Netflix, Google, Airbnb, dan Facebook juga mengalami penurunan omzet akhir-akhir ini.

Kemudian, krisis inipun menyebar ke seluruh dunia, termasuk startup di Indonesia. Pada akhir Mei 2022, beberapa perusahaan rintisan buatan anak bangsa mem-PHK karyawannya untuk melakukan penghematan. Seperti LinkAja, Zenius, TaniHub, serta JD.ID.

Jadinya, para startup di Indonesia terpaksa mencoba untuk mengganti arah bisnisnya.
Dan beberapa tenaga kerja yang kinerjanya kurang, atau tidak sesuai dengan arah bisnis barunya, terpaksa dihentikan.

Selama ini, model bisnis yang kerap dilakukan startup adalah “bakar uang” dan mengejar omzet, transaksi, dan valuasi. Padahal yang diperlukan adalah profit, agar perusahaan tidak harus bergantung pada para investor untuk mengekspansi perusahaan.

Namun beberapa startup, profitnya masih sedikit, bahkan tidak sedikit yang minus.
Jadi, perusahaan hanya dapat bergantung pada para investor agar dapat berkembang.



RELATED ARTICLES

Hari Perempuan Internasional Berawal dari Perjuangan Buruh!

Tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional. Kok bisa? Sepenting apa sampai dijadikan hari spesial?

Renita Sukma . 14 March 2025

Mengenal Kepulauan Cocos: Dekat ke Indonesia, Tapi Milik Australia

Masyarakat Kepulauan Cocos di Australia merupakan Melayu Muslim dari Nusantara yang dulu dibawa oleh saudagar di era kolonial

Naufal Jauhar Nazhif . 12 March 2025

Viral #KaburAjaDulu, Bentuk Frustrasi Atas Masa Depan Indonesia?

Ada ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi, kualitas hidup yang menurun dan kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap kurang memadai

Context.id . 24 February 2025

Efisiensi Ala Vietnam: Pangkas Kementerian-Lembaga, Hemat Triliunan

Vietnam menargetkan penghematan anggaran hingga Rp72,5 triliun dalam lima tahun ke depan

Naufal Jauhar Nazhif . 19 February 2025