Stories - 05 June 2023

Profil Low Tuck Kwong, Orang Terkaya ke-3 di Indonesia

Low Tuck Kwong lahir di Singapura dan sempat bekerja untuk perusahaan konstruksi ayahnya saat remaja, sebelum hijrah ke Indonesia pada 1972.


Low Tuck Kwong, pendiri dan bos emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN)/Istimewa

Context.id, JAKARTA - Low Tuck Kwong merupakan salah satu nama miliarder dunia yang kekayaannya meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Sosok berusia 75 tahun ini bahkan sempat menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia sejak akhir Februari 2023 sebelum pada bulan lalu digeser lagi oleh Hartono bersaudara. 

Lantas, siapakah sosok Low Tuck Kwong dan dari mana sumber kekayaannya? Berikut ini sejumlah fakta yang dihimpun Contex.id mengenai miliarder yang menempati posisi ke-80 orang terkaya di dunia itu.

 

1. Bos Bayan Resources dan Sejumlah Bisnis Lain

Low Tuck Kwong merupakan pendiri dan bos emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).  Perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia ini mencatatkan pertumbuhan harga saham yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir Forbes, Low Tuck Kwong juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan Singapura, Metis Energy, yang sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources. Dia juga terkait dengan The Farrer Park Company, Samindo Resources, dan Voksel Electric.

Low Tuck Kong juga mendukung SEAX Global, yang membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

BACA JUGA    Pembalap Formula E: Indonesia Asyik, Tapi Sangat Panas

 

2. Lahir di Singapura, Hijrah ke Indonesia dan Sukses 

Forbes mencatat, Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 75 tahun lalu. Sang raja batu bara ini bekerja untuk perusahaan konstruksi ayahnya di Singapura saat remaja.

Namun, dia kemudian pindah ke Indonesia pada 1972 untuk mencari peruntungan yang lebih besar. Dia merintis bisnis sebagai kontraktor bangunan, tetapi kemudian berkembang pesat setelah membeli tambang pertamanya pada 1997.

 

3. Orang Terkaya Indonesia

Low Tuck Kwong saat ini menempati urutan ketiga dalam daftar orang terkaya RI. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per Senin (5/6/2023), kekayaan Low Tuck Kwong mencapai US$20,4 miliar atau sekitar Rp316,96 triliun (kurs: Rp14.881/US$).

Berdasarkan catatan Bisnis.com, harta kekayaan Low Tuck Kwong  ambles puluhan triliun dalam beberapa waktu terakhir karena gonjang-ganjing harga batu bara. Pada akhir Februari 2023, dia sempat menyalip Bos Grup Djarum Hartono bersaudara sebagai orang terkaya di Indonesia.

Namun, Robert dan Michael Hartono kembali berhasil menyalip posisi Low Tuck Kwong pada akhir Mei 2023. Data Forbes menunjukkan Robert dan Michael Hartono masing masing memiliki harta senilai  US$26,7 miliar (Rp397,16 triliun) dan US$25,5 miliar (Rp379,31 triliun).

Duo taipan ini menduduki peringkat pertama dan kedua orang terkaya Indonesia dan masing-masing ada di peringkat ke-55 dan ke-59 orang terkaya dunia.

Adapun, Low Tuck Kwong masih mengungguli Sri Prakash Lohia (US$7,1 miliar/Rp105,61 triliun) dan Prajogo Pangestu (US$5,4 miliar/Rp80,32 triliun) yang menempati peringkat ke-4 dan ke-5 dalam daftar orang terkaya Indonesia

 

BACA JUGA    Ekspor Pasir Laut: Wujud Nyata Kerusakan Lingkungan

 

4. Kekayaan Tetap Melonjak di Tengah Pandemi Covid-19

Low Tuck Kwong bersama sejumlah taipan dunia tercatat mengalami peningkatan harta kekayaan dalam beberapa tahun terakhir, kendati dunia tengah dipenuhi tantangan akibat pandemi Covid-19, peningkatan inflasi dan kondisi geopolitik di Eropa Timur.

Meski sekitar setengah dari miliarder dunia mengalami penurunan kekayaan dalam setahun terakhir, Forbes, seperti dilansir Bisnis.com, mencatat ada 10 taipan super kaya yang masih berhasil mempertahankan dan bahkan meningkatkan kekayaan mereka selama periode sulit ini.

Ada nama Low Tuck Kwong dalam daftar tersebut, di samping nama besar seperti Bernard Arnault, sang pemilik LVMH, dan Amancio Ortega, pemilik Zara. 

Forbes mencatat harta kekayaan Low Tuck Kwong sempat mencapai US$25,5 miliar atau setara dengan Rp379,31triliun. Kondisi itu ditopang oleh pendapatan dan laba Bayan Resources yang naik tiga kali lipat dari harga sahamnya pada 2022.

Lonjakan itu terjadi di tengah krisis energi global yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina, yang mendorong kenaikan harga batu bara di seluruh dunia.

 

5. Filantropis dan Penyayang Binatang

Low Tuck Kwong dikenal sebagai penyayang binatang. Dia bahkan telah mensponsori kebun binatang untuk konservasi Siamang, Beruang Madu, Burung Merak dan Orangutan.

Sebagai sosok filantropi, Low Tuck Kwong juga aktif mendonasikan bantuan untuk kegiatan sosial. Forbes melaporkan, pada Oktober 2019, Low Tuck Kwong mendonasikan US$7 juta kepada Dana Lestari ITB, dana abadi dari Institut Teknologi Bandung.


Penulis : Oktaviano Donald

Editor   : Oktaviano Donald

MORE  STORIES

Jangan Asal Konsumsi Kecubung

Makin berbahaya jika dikonsumsi dengan minuman keras dan obat terlarang

Noviarizal Fernandez | 15-07-2024

Bayar Utang Miliaran Rupiah Lewat Terumbu Karang, Emang Bisa?

Utang Indonesia kepada Amerika Serikat akan dikonversi dengan perawatan atau konservasi terumbu karang

Context.id | 15-07-2024

Sejarah Kenaikan Harga BBM di Era Orde Lama dan Baru

Kenaikan harga BBM memicu kenaikan harga bahan pokok yang memantik protes kalangan mahasiswa

Noviarizal Fernandez | 15-07-2024

Sederet Penembakan Tokoh Publik Dunia, Paling Banyak Presiden AS

Presiden AS paling banyak menjadi sasaran penembakan. Ada beberapa yang meregang nyawa akibat penembakan itu

Context.id | 15-07-2024