Stories - 04 April 2023

Romansa Remaja Berujung Gemparnya Instansi Negara

Kisah keji Mario Dandy dan seorang siswi SMA berinisial AG ternyata menjadi awal dari mimpi buruk para pegawai pajak.


Tersangka kasus dugaan gratifikasi pajak Rafael Alun Trisambodo tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (3/4/2023).

Context.id, JAKARTA - Kisah keji Mario Dandy dan seorang siswi SMA berinisial AG sekitar sebulan yang lalu, ternyata menjadi mula dari mimpi buruk para pegawai pajak.

Setelah kasus mencuat, netizen malah salah fokus dengan harta Mario Dandy yang sering diunggahnya di media sosial, dimana salah satunya adalah mobil Jeep Wrangler, mobil yang juga digunakannya pada saat kejadian. 
Sejak itulah, publik jadi penasaran mengenai latar belakang keluarga dari sang pelaku utama ini. 

Siapa sangka, jejak digital dan kemampuan “detektif” netizen Indonesia sangat luar biasa. Dalam sekejap dapat diketahui bahwa Mario Dandy merupakan anak dari seorang pejabat pajak eselon III, yang menjabat sebagai Kabag Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan II Kemenkeu, bernama Rafael Alun Tri Sambodo. 

Ketika dilacak dari laman KPK, LHKPN 2021, harta Sambodo yang dilaporkan kepada KPK juga tidak main-main, di sana tertulis bahwa harta mereka senilai Rp56,104 miliar dan didominasi dengan properti. 

Masalahnya, menurut para pengamat, mustahil bagi seorang pejabat eselon II memiliki kekayaan sebanyak itu, hanya dari penghasilannya sebagai PNS. Oleh karena itu, sebenarnya sudah sejak lama, Kementerian Keuangan mencurigai kekayaan sang Bapak. Dikutip dari Solopos, bahkan pihaknya sudah melakukan penelitian tentang Rafael Alun, yang anehnya ia masih belum ditindak pada kala itu. 

Akhirnya, saat kasus ini tambah heboh, Sri Mulyani mencopot jabatan Rafael di Ditjen Pajak sebagai Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Jakarta Selatan II. Lalu, keesokan harinya, pada Jumat (24/2/2023), ayah dari Mario Dandy pun mengundurkan diri dari status PNS di Direktorat Jenderal Pajak. 

“Bersama ini, saya Rafael Alun Trisambodo menyatakan pengunduran diri atas jabatan dan status saya sebagai Aparatur Sipil Direktorat Jenderal Pajak mulai Jumat, 24 Februari 2023. Saya akan mengikuti prosedur pengunduran diri di Direktorat Jenderal Pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Rafael dalam suratnya. 

Pada saat itu, Rafael mungkin menyangka bahwa pengunduran dirinya merupakan akhir dari segalanya. Dengan pengunduran dirinya, ia menyangka bahwa ia bersikap dewasa dengan mempertanggungjawabkan hal yang dilakukan anaknya. Namun, ia salah. Ini bahkan baru permulaan.

Setelah itu, KPK mulai gencar menyelidiki dan membereskan LHKPN dari masing-masing instansi. Dari sanalah diketahui bahwa dari Kemenkeu, ada 32.191 orang yang wajib untuk menyampaikan LHKPN. Namun hingga Kamis (24/2/2023), baru 18.306 orang yang menyampaikan laporan atau artinya 43,13 persen anggota masih belum melapor. 

Kemudian, Sri Mulyani pun juga mulai mengecam jajaran kemenkeu yang pamer kemewahan serta membubarkan klub motor gede (moge) DJP, BlastingRijder.

Sementara itu, dari balik layar, “detektif” warga internet juga turut ikut serta dalam menyoroti harta, sosial media, hingga keluarga dari pegawai pajak lainnya yang ternyata memiliki harta jauh lebih banyak dari seharusnya. 

Sebut saja Kepala Kantor Bea dan Cukai Yogyakarta Eko Darmanto yang akhirnya kehilangan jabatannya, Kepala Bea dan Cukai Makassar Adhi Pramono, serta Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo.

Selain itu pada Senin (27/3/2023), Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga telah memanggil 69 pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memiliki kekayaan tidak wajar. 

“Ada 69 pegawai Kemenkeu yang kami panggil untuk melakukan klarifikasi. Seluruh klarifikasi dilakukan maraton untuk mendapatkan klarifikasi status sumber perolehan dan perpajakan,” ujar Sri Mulyani.

Menurut keterangannya, sampai 17 Maret 2023, Kemenkeu juga telah memanggil 47 pegawai. Adapun 42 pegawai telah datang secara fisik dan 5 lainnya sakit saat proses pemanggilan. 

Adapun kabar terbaru menyatakan, Rafael Alun akhirnya resmi ditahan sebagai tersangka akibat dugaan gratifikasi pemeriksaan pajak selama 2011-2023. Rafael diduga menerima gratifikasi hasil pengkondisian temuan perpajakan dari beberapa wajib pajak yang diperiksanya. Selain itu, Rafael juga ternyata memiliki perusahaan konsultan pajak bernama PT Artha Mega Ekadhana (AME).

Adapun pengguna jasa dari perusahaan ini diduga merupakan wajib pajak yang memiliki permasalahan terkait kewajiban pelaporan pembukuan perpajakan. 



 

Dampak Kisah Bucin Remaja

Dampak dari kejadian pada malam hari itu ternyata berdampak lebih luas. Bukan hanya menjadi juru kunci dari tindakan busuk para pegawai pajak, tetapi hal ini juga mencederai kepercayaan rakyat.

Sejak kejadian tersebut, banyak masyarakat yang menjadi enggan untuk membayar pajak. Pasalnya, mereka menganggap bahwa pajak yang disetor selama ini dipakai untuk memperkaya pejabat perpajakan.

Oleh karena itu, penerimaan pajak di Indonesia berpotensi akan turun dan konsekuensinya adalah pendapatan negara dari sektor pajak juga bisa anjlok.


Penulis : Crysania Suhartanto

Editor   : Context.id

MORE  STORIES

Suara Golkar Terbesar di Koalisi Prabowo, Jatah Menterinya Banyak?

Kinerja perolehan suara mentereng dalam Pemilu Legislatif atau Pileg 2024 dinilai menjadi tolok ukur

Noviarizal Fernandez | 24-04-2024

Laga Panas Para Jawara di AFC Cup U-23

Tiga mantan pemenang Piala Asia AFC U23 lainnya juga turut lolos ke babak penentu itu

Noviarizal Fernandez | 24-04-2024

Tren Positif Berlanjut, Industri Mobil Listrik Makin Menjanjikan

Pada 2023 lalu, penjualan mobil listrik memecahkan rekor penjualan mencapai 14 juta unit secara global atau setara dengan 18% dari seluruh penjual ...

Context.id | 24-04-2024

Profi Tiga Hakim Dissenting Opinion Putusan MK Soal Pilpres 2024

Tiga hakim ajukan pendapat berbeda dengan lima hakim lainnya terkait putusan MK yang menolak permohonan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud

Context.id | 23-04-2024