Stories - 30 November 2022

Intip 5 Teknologi Canggih di Piala Dunia Qatar

Piala Dunia 2022 Qatar adalah yang pertama dalam banyak hal, termasuk yang pertama didukung oleh sederet teknologi terbaru.


Pendingin udara di Stadion yang digunakan pada pertandingan Piala Dunia Qatar 2022. -The Peninsula Qatar-

Context, JAKARTA - Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di Qatar adalah yang pertama dalam banyak hal. Mulai dari yang pertama diadakan di negara Arab, yang pertama diselenggarakan di musim dingin, dan yang pertama didukung oleh sederet teknologi terbaru.

Dilansir technojobs.co.uk, teknologi pertama kali digunakan pada pertandingan sepak bola adalah pada 1980, yaitu teknologi video analisis pertandingan. Lompat sekitar 42 tahun kemudian, teknologi yang diterapkan di pertandingan sepak bola sudah sangat beragam. Contohnya seperti Video Assistant Referee (VAR), Goal-line technology (GLT), dan referee headset yang memudahkan komunikasi antara wasit.

Pada penyelenggaraan Piala Dunia Qatar, ada beberapa teknologi terbaru yang digunakan, dan ini lah yang menjadi salah satu penyebab Piala Dunia 2022 menjadi sangat mahal. Dilansir Forbes, angkanya berkisar US$220 miliar atau Rp3.461 triliun. 

Berikut beberapa teknologi canggih yang digunakan pada Piala Dunia Qatar 2022.


1. RIbuan Kamera Berteknologi Pengenal Wajah

Piala Dunia Qatar bisa dibilang menjadi gelaran olahraga yang paling diawasi. Pasalnya, di berbagai tempat di Qatar, termasuk stadion, telah dipasang sekitar 15.000 kamera yang dilengkapi dengan teknologi pengenal wajah.

Ribuan kamera tersebut dikendalikan oleh pusat teknis yang disebut sebagai Aspire Command dan control center. Control center atau pusat komando tersebut akan menampung deretan teknisi yang memantau dan menganalisa data yang diterima oleh kamera. Sistem pengawasan ini tidak hanya ada di sekitar stadion, namun juga mencakup stasiun kereta api dan bus.


2. Stadion Bongkar Pasang

Salah satu alasan mahalnya Piala Dunia di Qatar adalah karena negara tersebut harus membangun sejumlah stadion baru untuk pertandingan sepak bola. Dari delapan stadion yang ada, salah satunya dibangun dengan design dan teknologi yang canggih. Stadion yang dimaksud adalah Stadium 974 atau Ras Abu Aboud Stadium.

Stadion yang terletak di Kota Doha ini dibuat dari kontainer dan baja modular. Uniknya, Stadion ini dapat dibongkar pasang, sehingga bisa dipindahkan ke negara mana pun.


3. Connected Ball Technology

Pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022, bola yang digunakan adalah bola bernama Al Rihla yang diproduksi oleh brand olahraga ternama, Adidas. Meskipun bola tersebut terlihat normal dari luar, namun dilengkapi oleh sensor gerak yang dapat melacak sentuhan permainan dengan kecepatan 500 kali per detik

Sensor gerak tersebut akan mengirimkan data ke pihak Video Match Officials. Kemudian data tersebut akan ditinjau secara langsung untuk menentukan keputusan offside, dan bahkan menentukan apakah bola tersebut telah tersentuh pemain atau tidak.


4. Pelacak Offside Semi-Otomatis 

Teknologi ini diwujudkan dengan dipasangnya 12 kamera di bawah atap stadion. Kamera-kamera tersebut berguna untuk melacak bola serta 29 titik data pada setiap pemain. Melansir gizmodo.com, FIFA menyebutkan bahwa kamera yang digunakannya dapat mengukur titik data hingga 50 kali per detik.

Setelah wasit mengonfirmasi keputusan offside, teknologi ini akan menampilkan animasi 3D yang memperlihatkan tubuh para pemain dan bola pada saat situasi offside terjadi.


5. Teknologi Pendingin Udara

Sebagai negara yang terletak di padang gurun Timur Tengah, tentu Qatar memiliki cuaca yang cukup panas, terutama bagi mereka yang berasal dari negara-negara yang beriklim dingin. Karena itu, demi membuat para penonton dan pemain lebih nyaman, Qatar telah menghadirkan Advanced Cooling Tech di tujuh dari delapan stadion yang digunakan.

Teknologi terbaru ini telah menjaga suhu stadion tetap sejuk. Cara kerjanya adalah dengan air dingin yang dialirkan melalui saluran pipa, kemudian udara dingin yang dihasilkan didorong ke lapangan dan tempat duduk penonton. Teknologi ini menggunakan insulasi dan spot cooling yang menjadikannya ramah terhadap lingkungan.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Context.id

MORE  STORIES

Apartheid Gender Versi Taliban, Masuk Kategori Kejahatan Kemanusiaan?

Taliban melarang para gadis remaja bersekolah, para pegawai perempuan dilarang untuk bekerja dan para wanita dipaksa menikah dengan pria tua

Context.id | 21-06-2024

Mobil Listrik Ferrari Dilego Rp8,8 Miliar

Model EV kedua besutan Ferrari akan segera menyusul untuk diluncurkan

Noviarizal Fernandez | 21-06-2024

Dijadikan Guyonan Imbas Izin Tambang, Ini Sejarah Terbentuknya Lambang NU

Logo NU merupakan hasil buah tangan dari K.H. Ridwan Abdullah ulama yang juga memiliki kemampuan dalam bidang seni, terutama menggambar dan melukis

Context.id | 21-06-2024

Pengaruh Keju Bagi Kesehatan Mental

Responden yang memiliki kesehatan mental dan ketahanan terhadap stres kuat diduga banyak mengonsumsi keju

Context.id | 20-06-2024