Stories - 05 October 2022

Blue Hole, Tempat Paling Mematikan Bagi Penyelam

Di bawah permukaan air safir yang tenang di samping Kota Dahab, terdapat lubang yang menjadi tujuan destinasi, sekaligus kuburan bagi para penyelam.


Penampakan dari Blue Hole di Dahab, Mesir. -Trip advisor-

Context, JAKARTA - Di bawah permukaan air laut yang tenang di samping Kota Dahab, terdapat sebuah lubang yang menjadi tujuan wisata, sekaligus kuburan bagi para penyelam.

Bagi banyak penyelam, kegiatan diving atau menyelam adalah salah satu aktivitas ekstrem yang dapat menguji adrenalin. Karena itu, banyak para penyelam yang mengincar tempat-tempat berbahaya untuk mengeksplor banyak hal yang belum banyak dilihat manusia, dan salah satunya adalah Blue Hole yang terletak di Mesir.

Dilansir Scuba Diver Life, Blue Hole adalah sebuah lubang misterius yang terletak di Laut Merah, Semenanjung Sinai, sebelah Dahab. Lubang ini terdapat pada sebuah karang dan memiliki kedalaman sekitar 463 meter.

Blue Hole juga terkenal akan “The Arch”, yaitu terowongan berisi sepanjang 26 meter berupa celah yang terdapat pada dinding karang yang melingkari lubangnya. Dari dalam Blue Hole, para penyelam bisa memasuki terowongan tersebut dan berakhir di perairan terbuka. 

Lubang ini memang bisa menjadi tujuan rekreasi yang menarik bagi para menyelam. Namun, situasi menyelam bisa menjadi sangat berbahaya jika telah melewati kedalaman 56 meter.


Kuburan Para Penyelam

Dari data yang dihimpun dari tahun 1997 hingga 2012, diperkirakan sudah ada 130 penyelam yang kehilangan nyawa, dengan rata-rata delapan penyelam setiap tahunnya.  Anehnya, selain merenggut nyawa para penyelam yang menyelam jauh ke dalam Blue Hole, lobang tersebut juga telah merenggut para wisatawan yang hanya melakukan snorkeling di permukaan.

Dilansir Memphis Tours, para penyelam yang meninggal di Blue Hole juga kebanyakan bukan lah penyelam amatir, melainkan penyelam yang sudah terlatih, atau bisa dibilang sebagai seorang professional diver. 

Kematian yang paling terkenal di Blue Hole ini adalah kematian dari seorang penyelam bernama Yuri Lipski pada 28 April 2020. Pasalnya, detik-detik kematiannya tersebut didokumentasikan oleh rekaman kamera yang dibawanya saat menyelam di Blue Hole. 

Dalam video tersebut, Yuri terlihat sedang menyelam ke dalam Blue Hole, tanpa melihat kecepatan penurunannya. Hingga akhirnya, secara ‘tidak sengaja’ ia sudah sampai di kedalaman 115 meter. 

Yuri terlihat mencoba untuk melepas regulatornya untuk mengisi daya apung, namun sayangnya ia gagal untuk bangkit kembali. Diperkirakan, ia mengalami kepanikan yang membuatnya bingung untuk memutuskan langkah-langkah yang harus ia lakukan. Jenazahnya pun ditemukan esok harinya oleh salah satu penyelam terbaik di dunia, Tarek Omar. 

Meskipun telah menarik banyak penyelam, tetap saja Blue Hole menjadi suatu wilayah yang misterius bagi manusia. Belum banyak hal yang bisa dipelajari dari lubang ini. Akibatnya, ketidaktahuan penyelam akan lokasi tersebut membuatnya tertelan oleh keindahan Blue Hole itu sendiri.

Untuk menghormat para penyelam yang meninggal di Blue Hole, para keluarga dan teman dari para penyelam tersebut telah meletakkan plakat di bebatuan dekat lokasi Blue Hole. Hingga saat ini, Blue Hole dianggap sebagai kuburan para penyelam karena banyak tubuh dari penyelam tersebut yang masih belum ditemukan.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024