Stories - 06 September 2022

Data Pribadi Pengguna Samsung Bocor Sejak Bulan Lalu

Belum reda kabar mengenai kebocoran data SIM Card di Indonesia, kali ini giliran Samsung yang menyatakan data pribadi para konsumennya bocor.


Logo Samsung di depan toko Samsung. -Bloomberg-

Context, JAKARTA - Akhir-akhir ini, sepertinya kebocoran data sedang menjadi tren. Belum reda kabar mengenai kebocoran data SIM Card di Indonesia, kali ini giliran Samsung yang menyatakan data pribadi para konsumennya bocor.

Pada 2 September lalu, Samsung menginformasikan jika beberapa sistemnya yang berada di Amerika Serikat (AS) telah diretas. Dilansir dari Spiceworks, insiden peretasan ini terjadi pada Juli, dan baru ditemukan oleh Samsung pada 4 Agustus 2022.

Namun, saat ini Samsung belum mengeluarkan pernyataan mengenai berapa banyak data konsumennya yang bocor. Selain itu, Samsung juga tidak memberi tahu apa alasannya mereka membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk memberi tahu para konsumennya soal kebocoran data.

"Meskipun penyelidikan sedang berlangsung, kami ingin memberi tahu konsumen kami untuk membuat mereka mengetahui masalah ini karena kami memahami betapa pentingnya privasi mereka," kata Langlois dikutip dari techcrunch.

Dilansir dari Forbes, data pribadi yang dicuri oleh hacker adalah nama, informasi kontak dan demografis, tanggal lahir, dan informasi pendaftaran produk. Sedangkan untuk informasi kartu kredit, debit, dan nomor jaminan sosial dinyatakan masih aman.

Samsung juga telah memperingatkan para konsumennya jika informasi yang bocor tersebut akan memiliki dampak yang beragam bagi setiap konsumen. Karena itu, Samsung meminta para konsumennya saat ini untuk tetap waspada dan berhati-hati.


Tindakan Samsung Disayangkan konsumen

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, tindakan Samsung dalam menunda pemberitahuan mengenai kebocoran data tersebut sangat disayangkan para konsumennya. Hal ini pun ditanggapi oleh CEO Tiberium.io Drew Perry.

“Ini pada dasarnya akan meninggalkan data pelanggan penting di tangan penjahat, dan para korban tidak akan memiliki alasan untuk waspada terhadap aktivitas mencurigakan dan penipuan phishing.” ujar Perry.

Ini bukan lah pertama kalinya data pribadi konsumen Samsung bocor. Sebelum ini, tepatnya pada Maret lalu, Samsung juga menjadi korban kelompok pemerasan cyber Lapsus. Saat itu, sekitar 190 gigabyte (gb) informasi kepemilikan pengguna Samsung berhasil dicuri. Informasi yang dimaksud termasuk kode sumber untuk perangkat, Trusted Applet (TA) yang digunakan dalam kriptografi hardware, enkripsi biner, kontrol akses; server aktivasi, algoritma untuk semua operasi pembukaan kunci biometrik, dan banyak lagi.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Pencemaran Udara Perlu Diiringi Penegakkan Hukum

Penyelesaian persoalan pencemaran udara perlu diiringi dengan penegakkan hukum

Noviarizal Fernandez | 21-09-2023

Polemik Utang Pemerintah ke BUMN

Pemerintah diminta untuk segera membayarkan utang atau tanggungannya kepada BUMN agar tidak mengganggu kinerja perusahaan pelat merah tersebut

Noviarizal Fernandez | 21-09-2023

Kejagung Dalami Korupsi Dana Sawit di BPDPKS

Kerugian negara dalam dugaan korupsi di BPDPKS ini karena ada korporasi yang mendapatkan dana pengembangan biodiesel tapi hasilnya tidak sesuai

Noviarizal Fernandez | 21-09-2023

Kementerian BUMN Gandeng Kejagung Awasi Dana Pensiun

Amburadulnya pengelolaan dana pensiun badan usaha milik negara (Dapen BUMN) yang dapat mengakibatkan kerugian besar menjadi perhatian pemerintah

Noviarizal Fernandez | 21-09-2023