Stories - 29 July 2022

Tiba di Indonesia, Jokowi Bawa Oleh-Oleh Rp175 Triliun

Dari China, Jepang dan Korea Selatan, Jokowi pulang dengan membawa oleh-oleh berupa komitmen investasi sebesar Rp175 triliun.


Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RRT Xi Jinping, di Beijing, Selasa (26/7/2022). -setkab.go.id-

Context, JAKARTA - Setelah melakukan kunjungan ke tiga negara di Asia Timur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan tiba di tanah air pada Jumat (29/7/2022). Jokowi pulang tidak dengan tangan kosong, melainkan dengan membawa oleh-oleh berupa komitmen investasi sebesar Rp175 triliun.

Sebelumnya, Jokowi dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke China, Jepang, dan Korea Selatan. Rombongan yang dibawa oleh Jokowi adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Bumn Erick Thohir, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Jokowi tidak hanya menemui pimpinan tiga negara tersebut saja, namun juga bertemu dengan para pengusaha besar yang ada di tiga negara tersebut. Hasilnya, sejumlah kesepakatan pun berhasil dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk rakyat. 


Tujuh Kesepakatan dari China

Dalam kunjungannya ke Asia Timur, negara pertama yang menjadi tempat mendaratnya pesawat Garuda Indonesia GIA-1 yang membawa Jokowi adalah China. Di negara Tirai Bambu tersebut, Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan antara kedua pemimpin negara tersebut berlangsung di Villa 14, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing pada Selasa (26/7/2022). 

Diketahui, hubungan antara Indonesia dan China akhir-akhir ini terlihat semakin dekat. Hal ini pun diungkapkan langsung oleh Xi Jinping dalam sambutan pembukanya saat menjamu Jokowi.

“Yang Mulia adalah Kepala Negara pertama yang diterima pihak Tiongkok setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing. Hal ini cukup membuktikan betapa mesranya antara hubungan kedua pihak,” ucap Presiden Xi dikutip dari laman setkab.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Xi Jinping telah sepakat untuk terus berkomitmen dalam memperkuat kerja sama ekonomi yang menguntungkan bagi Indonesia dan China. Dilansir dari laman setkab, ada tujuh kesepakatan yang dibuat oleh kedua negara, yaitu:

1. Pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Poros Maritim Dunia dan Belt Road Initiative
2. MoU Kerja sama Pengembangan dan Penelitian Vaksin dan Genomika
3. MoU mengenai Pembangunan Hijau
4. Pengaturan Kerja Sama Kelautan
5. Protokol mengenai Ekspor Nanas Indonesia
6. Pengaturan Kerja Sama Pertukaran Informasi dan Penegakan Pelanggaran Kepabeanan
7. Rencana Aksi Kerja Sama Pengembangan Kapasitas Keamanan Siber dan Teknologi.

China sendiri adalah negara asal investasi terbesar kedua setelah Singapura. Beberapa proyek investasi China yang sudah berjalan antara lain Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pabrik baterai kendaraan listrik, jalan tol Kualanamu, dan masih banyak lagi.


Komitmen Investasi Rp75,4 triliun dari Jepang

Setelah menyelesaikan segala rangkaian kunjungan kerja di China, negara berikutnya yang dikunjungi oleh Jokowi dan rombongan adalah Jepang. Mengawali kunjungannya di Jepang, pada Rabu (27/7/2022) Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida di Kantor Perdana Menteri Jepang.

Selain bertemu dengan PM Fumio, Jokowi juga melakukan pertemuan dengan beberapa 10 CEO dan perwakilan dari perusahaan besar di Jepang. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyebutkan bahwa Jepang adalah salah satu investor dan mitra bisnis terbesar di Indonesia. 

Dilansir dari Bisnis, pada tahun lalu saja, perdagangan bilateral antara Indonesia dan Jepang telah mencapai lebih dari Rp474 triliun. Selain itu, investasi Jepang yang ada di Indonesia pada semester I tahun ini telah mencapai kurang lebih Rp25 triliun untuk 2.821 proyek.

Kemudian pada 2019, tercatat investasi Jepang ke Indonesia sempat mencapai Rp63 triliun, menjadi Rp38,5 miliar pada tahun 2020, dan Rp32,5 miliar pada tahun 2021. Angka-angka ini menjadikan Jepang sebagai investor asing terbesar Indonesia setelah Singapura, China, dan Hongkong.

Dalam pertemuan dengan para CEO perusahaan Jepang tersebut, Jokowi menyampaikan harapannya agar Jepang lebih memacu daya saingnya dengan investor dari negara lain. 

“Saya sangat menghargai kualitas investasi Jepang. Namun, saya juga berharap investor Jepang mempertimbangkan competitiveness-nya. Sehingga dapat bersaing dengan investor lain di Indonesia,” ujar Jokowi dikutip dari laman setneg.

Kepada para CEO, Jokowi juga meyakinkan mereka jika kebijakan investasi di Indonesia saat ini sudah disederhanakan melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu, presiden RI ini juga menyebutkan jika peluang investasi di Indonesia semakin besar. Pasalnya, saat ini sedang dibangun proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang membutuhkan suntikan investasi di sektor teknologi dan infrastruktur.

Setelah melakukan rangkaian kunjungan kerja dan menggelar pertemuan dengan berbagai pihak di Jepang, kabarnya Jokowi berhasil membawa pulang oleh-oleh investasi sebesar Rp75,4 triliun. 


Oleh-Oleh Rp100 triliun dari Korea Selatan

Setelah dari Jepang, negara terakhir yang ia kunjungi sebagai rangkaian kerjanya di Asia Timur adalah Korea Selatan. Pada Kamis (28/7/2022), Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol. 

Dalam pertemuannya tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan akan semakin kokoh, terutama di bidang ekonomi. Di kesempatan yang sama, Jokowi juga menyatakan bahwa investasi di Indonesia selama ini juga telah meningkat.

Pertumbuhan pesat investasi dari Korea Selatan tersebut terjadi di beberapa bidang seperti petrokimia, baterai kendaraan listrik, industri kabel listrik, industri baja, telekomunikasi, energi terbarukan, dan juga garmen. 

Selain itu, Jokowi juga menyambut baik investasi dari Korea Selatan dalam pengembangan dan pembangunan IKN. Diketahui, Indonesia dan Korea Selatan saat ini sudah menjalin kerja sama di bidang capacity building untuk pembangunan smart city dan di bidang pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum.

Kemudian, Jokowi juga menyatakan bahwa ia ingin adanya peningkatan implementasi konkret dari Indonesia-Korea Economic Partnership Agreement untuk memenuhi target ekonomi yang menguntungkan kedua negara.

“Kita sambut baik tren perdagangan bilateral yang terus meningkat, kita sepakat untuk terus membuka akses pasar, mengatasi hambatan-hambatan perdagangan, dan mempromosikan produk-produk unggulan kedua negara,” ucap Presiden Joko Widodo dilansir dari setkab.

Dilansir dari Bisnis, pada kunjungan Jokowi ke Korea Selatan tersebut, diadakan juga penandatanganan untuk sejumlah rencana kerja sama investasi di berbagai bidang antar kedua negara. Tidak tanggung-tanggung, nilai kesepakatan yang disepakati mencapai Rp100 triliun.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Teknologi Digital dan Solusi Perubahan Iklim

Teknologi digital bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi atau meminimalisir dampak perubahan iklim

Context.id | 01-03-2024

Ketika Raksasa OTT Saling Klaim Istilah Local Pride

Platform over the top (OTT) konten video streaming saling bersaing menguasai pasar Indonesia, salah satunya dengan embel-embel konten lokal.

Noviarizal Fernandez | 01-03-2024

Tolak Usul Prancis, Anggota NATO Enggan Masuk Wilayah Ukraina

Usulan Presiden Prancis agar pasukan NATO memasuki wilayah Ukraina untuk ikut memerangi Rusia mendapat penolakan keras dari negara-negara anggota ...

Context.id | 29-02-2024

Kans Indonesia Gabung Klub Negara Maju

Indonesia masih punya waktu 2-3 tahun untuk menyelesaikan proses menjadi anggota OECD

Context.id | 29-02-2024