Anggur Ini Dibiarkan Menua di Bawah Laut, Apa Bedanya?
Konon, anggur atau wine yang mengalami penuaan di laut lebih enak karena memiliki karakter lebih dalam dan halus dibandingkan yang disimpan di darat

Context.id, JAKARTA - Biasanya, anggur disimpan di gudang bawah tanah agar proses penuaan berjalan sempurna. Tapi, bagaimana kalau anggur justru direndam di dasar laut?
Beberapa produsen anggur atau wine di dunia punya cara unik dalam mematangkan minuman ini: mereka menenggelamkan botol atau tong anggur ke kedalaman sekitar 24 meter di laut!
Pertanyaannya, kenapa harus di laut?
Proses penuaan anggur di bawah laut disebut underwater aging. Metodenya hampir sama dengan penyimpanan biasa, hanya saja faktor alam laut ikut berperan dalam membentuk karakter rasa anggur.
Di dalam air, suhu tetap stabil di sekitar 14°C, arus laut memberikan pergerakan alami pada cairan di dalam botol, dan tekanan bawah laut membuat anggur lebih kompleks dalam rasa.
Selain itu, botol-botol yang lama berada di laut sering kali dilapisi oleh cangkang kerang dan karang kecil, menjadikannya memiliki tampilan unik yang semakin meningkatkan daya tariknya.
Menurut beberapa produsen, anggur yang mengalami penuaan di laut memiliki karakter lebih dalam dan halus dibandingkan yang disimpan di darat alias lebih enak. Namun, metode ini masih menimbulkan perdebatan.
Sebagian ahli anggur berpendapat bahwa faktor seperti kualitas anggur, fermentasi, dan jenis penyimpanan tetap lebih berpengaruh daripada sekadar penyimpanan di bawah laut.
Meski begitu, anggur bawah laut tetap dianggap sebagai produk eksklusif. Harganya pun tidak murah, mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp6,5 juta per botol, tergantung mereknya.
Jadi, apakah metode penuaan bawah laut benar-benar membuat anggur lebih istimewa, atau ini hanya strategi pemasaran? Apa kamu tertarik untuk mencobanya?
POPULAR
RELATED ARTICLES
Anggur Ini Dibiarkan Menua di Bawah Laut, Apa Bedanya?
Konon, anggur atau wine yang mengalami penuaan di laut lebih enak karena memiliki karakter lebih dalam dan halus dibandingkan yang disimpan di darat

Context.id, JAKARTA - Biasanya, anggur disimpan di gudang bawah tanah agar proses penuaan berjalan sempurna. Tapi, bagaimana kalau anggur justru direndam di dasar laut?
Beberapa produsen anggur atau wine di dunia punya cara unik dalam mematangkan minuman ini: mereka menenggelamkan botol atau tong anggur ke kedalaman sekitar 24 meter di laut!
Pertanyaannya, kenapa harus di laut?
Proses penuaan anggur di bawah laut disebut underwater aging. Metodenya hampir sama dengan penyimpanan biasa, hanya saja faktor alam laut ikut berperan dalam membentuk karakter rasa anggur.
Di dalam air, suhu tetap stabil di sekitar 14°C, arus laut memberikan pergerakan alami pada cairan di dalam botol, dan tekanan bawah laut membuat anggur lebih kompleks dalam rasa.
Selain itu, botol-botol yang lama berada di laut sering kali dilapisi oleh cangkang kerang dan karang kecil, menjadikannya memiliki tampilan unik yang semakin meningkatkan daya tariknya.
Menurut beberapa produsen, anggur yang mengalami penuaan di laut memiliki karakter lebih dalam dan halus dibandingkan yang disimpan di darat alias lebih enak. Namun, metode ini masih menimbulkan perdebatan.
Sebagian ahli anggur berpendapat bahwa faktor seperti kualitas anggur, fermentasi, dan jenis penyimpanan tetap lebih berpengaruh daripada sekadar penyimpanan di bawah laut.
Meski begitu, anggur bawah laut tetap dianggap sebagai produk eksklusif. Harganya pun tidak murah, mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp6,5 juta per botol, tergantung mereknya.
Jadi, apakah metode penuaan bawah laut benar-benar membuat anggur lebih istimewa, atau ini hanya strategi pemasaran? Apa kamu tertarik untuk mencobanya?
POPULAR
RELATED ARTICLES