Benang Saraf: Teknik Terapi untuk Redakan Nyeri Saraf
Beberapa penelitian kecil menunjukkan teknik benang saraf ini efektif dalam mengatasi nyeri saraf di leher, lengan, dan kaki

Context.id, JAKARTA - Benang saraf, atau nerve gliding, adalah teknik terapi yang digunakan untuk meredakan nyeri akibat saraf yang terjepit atau tegang.
Metode ini mulai populer di kalangan dokter dan terapis fisik sejak 1980-an dan sering digunakan dalam pemulihan cedera saraf, seperti sindrom terowongan karpal dan linu panggul.
Saraf dalam tubuh harus bisa bergerak bebas saat kita beraktivitas. Namun, cedera atau peradangan dapat menyebabkan saraf tersangkut, memicu rasa sakit, mati rasa, atau kesemutan.
Teknik benang saraf membantu saraf meluncur lebih lancar dengan gerakan tubuh tertentu yang dilakukan secara perlahan dan berulang.
Meski efektivitasnya belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa teori yang menjelaskan manfaatnya.
Salah satunya adalah peningkatan aliran darah di sekitar saraf, yang dapat mengurangi nyeri dan peradangan.
Melansir The Guardian, beberapa penelitian kecil menunjukkan teknik ini efektif dalam mengatasi nyeri saraf di leher, lengan, dan kaki.
Namun, para ahli memperingatkan agar tidak mencoba teknik ini tanpa bimbingan profesional.
Gerakan yang tidak tepat atau terlalu agresif justru bisa memperburuk kondisi saraf. Jika mengalami nyeri menjalar, kesemutan, atau mati rasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau terapis sebelum mencoba teknik ini.
Meskipun benang saraf bisa menjadi terapi tambahan yang bermanfaat, menjaga aktivitas fisik yang cukup tetap menjadi kunci utama untuk kesehatan saraf dan mobilitas tubuh.
RELATED ARTICLES
Benang Saraf: Teknik Terapi untuk Redakan Nyeri Saraf
Beberapa penelitian kecil menunjukkan teknik benang saraf ini efektif dalam mengatasi nyeri saraf di leher, lengan, dan kaki

Context.id, JAKARTA - Benang saraf, atau nerve gliding, adalah teknik terapi yang digunakan untuk meredakan nyeri akibat saraf yang terjepit atau tegang.
Metode ini mulai populer di kalangan dokter dan terapis fisik sejak 1980-an dan sering digunakan dalam pemulihan cedera saraf, seperti sindrom terowongan karpal dan linu panggul.
Saraf dalam tubuh harus bisa bergerak bebas saat kita beraktivitas. Namun, cedera atau peradangan dapat menyebabkan saraf tersangkut, memicu rasa sakit, mati rasa, atau kesemutan.
Teknik benang saraf membantu saraf meluncur lebih lancar dengan gerakan tubuh tertentu yang dilakukan secara perlahan dan berulang.
Meski efektivitasnya belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa teori yang menjelaskan manfaatnya.
Salah satunya adalah peningkatan aliran darah di sekitar saraf, yang dapat mengurangi nyeri dan peradangan.
Melansir The Guardian, beberapa penelitian kecil menunjukkan teknik ini efektif dalam mengatasi nyeri saraf di leher, lengan, dan kaki.
Namun, para ahli memperingatkan agar tidak mencoba teknik ini tanpa bimbingan profesional.
Gerakan yang tidak tepat atau terlalu agresif justru bisa memperburuk kondisi saraf. Jika mengalami nyeri menjalar, kesemutan, atau mati rasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau terapis sebelum mencoba teknik ini.
Meskipun benang saraf bisa menjadi terapi tambahan yang bermanfaat, menjaga aktivitas fisik yang cukup tetap menjadi kunci utama untuk kesehatan saraf dan mobilitas tubuh.
POPULAR
RELATED ARTICLES