Stories - 10 June 2022

Fakta Menarik di Balik Seramnya Sungai Aare

Sungai Aare jadi sering dibicarakan. Bukan karena keindahan atau keunikannya, melainkan karena peristiwa hilangnya Eril, putra Ridwan Kamil.


Bangunan di sekitar sungai Aare, Swiss, pada (18/5/2015). - Bloomberg -

Context, JAKARTA - Akhir-akhir ini, Sungai Aare jadi sungai yang paling banyak dibicarakan di Indonesia. Hal ini bukan disebabkan oleh keindahan atau keunikan sungai itu, melainkan karena adanya peristiwa menyedihkan yang dialami oleh putra dari Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau yang biasa disapa Eril. Di sungai itulah Eril meninggal dunia akibat terseret arus hingga dinyatakan hilang pada hari Kamis (26/5/2022). 

Di balik seramnya sungai tersebut yang memang sudah berkali-kali memakan korban, harus diakui jika sungai ini adalah salah satu sungai yang paling indah di dunia. Keindahannya itu berhasil menyihir banyak orang untuk datang menikmati pemandangannya, atau bahkan berenang di arusnya yang deras.


Tentang Sungai Aare

Sungai yang melalui Kota Bern ini adalah sungai terpanjang yang ada di negara Swiss. Dilansir dari situs Made In Bern, total panjang dari sungai ini adalah 295 km, lebih panjang dari jarak Jakarta - Bandung. Aliran dari Sungai Aare ini terkenal sangat deras. Bahkan perenang yang handal pun akan kelelahan jika mau mencoba berenang melawan arah arusnya. 

Selain itu, Sungai Aare ini juga dipenuhi oleh serpihan-serpihan es yang berasal dari gletser. Serpihan ini yang membuat air di Sungai Aare tampak keruh. Tapi, sebenarnya Sungai Aare adalah sungai yang memiliki kualitas air yang sangat baik. Kejernihan airnya membuat warga lokal bisa memanfaatkan lebih dari 100 sumur di Bern untuk dijadikan air minum.

Hulu dari Sungai Aare ini terletak di jantung lanskap gletser yang berada di Finsteraarhorn. Aliran sungai Aare ini terbelah dan melewati beberapa kota di Swiss, seperti Bern, Solothurn, Olten, Aarau, Brugg, dan Koblenz. Di Kota Brugg, Sungai Aare menyatu dengan sungai besar lainnya, yaitu Sungai Reuss dan Limat. Di Kota Koblenz, setelah 291 km Sungai Aare menyatu dengan Sungai Rhine, salah satu sungai terpanjang dan bersejarah di Eropa.


Menikmati Keindahan Sungai Aare

Sungai yang memiliki kedalaman hingga 200 meter ini mengalir melewati tempat-tempat yang sangat indah. Salah satunya adalah kota tua yang ada di pesisir Sungai Aare. kota tua tersebut juga sudah tercatat sebagai warisan budaya UNESCO. Di sungai ini, ada juga tradisi yang biasa dilakukan oleh penduduk Kota Bern saat musim panas. Tradisi yang dimaksud adalah berenang mengikuti aliran Sungai Aare. Sama seperti kota tuanya, tradisi berenang ini juga sudah menjadi tradisi Swiss yang diakui UNESCO. 

Selain berenang di sungai, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat lainnya di aliran Sungai Aare yang telah dijadikan tempat wisata, salah satunya adalah Grimselwelt. Di tempat ini, kamu disarankan untuk menghabiskan waktu lebih dari sehari. Grimselwelt memiliki banyak hal yang bisa kamu nikmati. Seperti melihat pemandangan dari bendungan raksasa di Lembah Aare yang dibangun sejak 1950-an dan menaiki kereta untuk mendaki tebing dengan kemiringan yang sangat ekstrim. 

Selain itu, di aliran Sungai Aare kamu juga bisa mengunjungi Innertkirchen. Desa ini berada di antara Grimselwelt dan Danau Brienz. Di sana, Sungai Aare mengalir menuju suatu lembah dan formasi batuan yang memblokir alirannya. Dalam ribuan tahun, aliran Sungai Aare yang deras ini telah mengikis jalur sepanjang 1,4 km, menghasilkan sebuah lorong yang dasarnya adalah sungai. Lorong panjang ini juga dikenal sebagai Ngarai Aare. Kamu bisa menikmati wisata alam ini dengan berjalan melalui jalan setapak selama 45 menit.

Masih banyak lagi tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi di Sungai Aare, seperti menikmati air terjun Reichenbach di Meringen, Melihat Pembangkit Listrik Tenaga Air yang indah, hingga melihat pengrajin kayu di Brienz. Tapi kalau kamu masih ingin mencoba untuk berenang di Sungai Aare, pastikan dulu kamu sudah memahami aturan dan memperhatikan kondisi alam saat itu agar aman dari bahaya.


Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

MORE  STORIES

Apartheid Gender Versi Taliban, Masuk Kategori Kejahatan Kemanusiaan?

Taliban melarang para gadis remaja bersekolah, para pegawai perempuan dilarang untuk bekerja dan para wanita dipaksa menikah dengan pria tua

Context.id | 21-06-2024

Mobil Listrik Ferrari Dilego Rp8,8 Miliar

Model EV kedua besutan Ferrari akan segera menyusul untuk diluncurkan

Noviarizal Fernandez | 21-06-2024

Dijadikan Guyonan Imbas Izin Tambang, Ini Sejarah Terbentuknya Lambang NU

Logo NU merupakan hasil buah tangan dari K.H. Ridwan Abdullah ulama yang juga memiliki kemampuan dalam bidang seni, terutama menggambar dan melukis

Context.id | 21-06-2024

Pengaruh Keju Bagi Kesehatan Mental

Responden yang memiliki kesehatan mental dan ketahanan terhadap stres kuat diduga banyak mengonsumsi keju

Context.id | 20-06-2024